
"maksudnya apa?"Kana yang sedari tadi diam, akhirnya membuka suara, setelah Adi dan yang lain telah hilang dari pandangannya. tinggalah mereka berdua
Leo menoleh menatap Kana penuh arti, lalu berjalan masuk juga menyusul para sepupunya
°°°°°
Kiara terbangun mengucek matanya, tersenyum ketika mendapati kedua anaknya yang masih tertidur nyenyak
"hoam.. saatnya memasak"gumamnya menurunkan kedua kakinya ke lantai
matanya di edarkannya foto foto mereka bertiga ketika di depan sebuah toko boneka terpampang jelas di sana dannn...
Hah?! bagaimana mungkin? foto itu, itu adalah foto suaminya Leo! sejak kapan Kiara memajang foto Leo diruamahnya
rumah? tunggu tunggu! mengapa interior kamarnya berbeda?! dimana Kiara sekarang!
"dimana ini? bukannya kami tadi malam tidur di kamar ya? iya ini kamar. tapi bukan kamar kami"gumamnya tak percaya
"sayang! bangun. hey!"Kiara mengguncang kedua tubuh anaknya secara bergantian
__ADS_1
"ada apa ma?"El bertanya dengan kesadaran yang belum terkumpulkan sepenuhnya
"Nana masih ngantuk mah...."rengek Nana menarik kembali selimut tebal yang menyelimuti dirinya
"Nana sayang bangun. coba lihat ini bukan kamra kita"ucap Kiara menduduk kan Nana yang masih lanjut tidur sedangkan El sudah terjaga sedari tadi
El mengedarkan pandangannya, banyak sekali bingkai bingkai foto yang di pajang di kamar ini pikirnya, kebanyakan dari foto foto itu adalah foto mamanya, bukan sih. bukan mamanya, menurut El mirip dengan mamanya
"ma? foto itu kok kayak mama?"El menunjuk sebuah bingkai foto yang terpajang di meja panjang kamar tersebut
Kiara menoleh, mengikuti arah telunjuk El mengatupkan bibirnya, tak tahu haris berkata apa lagi, haruskah ia jujur?
Kiara tak menjawab, ia kembali menatap kepada Nana yang masih asik bergelung dengan ranjang
"ma?"El yang posisinya di pinggir ranjang sebelah kanan menoleh menatap Kiara yang terduduk di pinggir ranjang sebelah kiri dengan Nana yang berada di tengah tengah mereka berdua
jantung Kiara berdegup cepat, apa yang harus Kiara lakukan sekarang?"a-itu apa ya?"keringat dingin mulai menbanjiri pelipis Kiara, mengangkat sebelah tangannya, mengahapus bulir bulir keringat di keningnya dengan tangan sedikit bergetar
aduh. mengapa menjadi seperti ini? Kiara masih belum siap untuk menceritakan semuanya, ini terlalu cepat dan juga siapa yang menculik mereka kesini? perasaan tadi malam Kiara tak merasakan apa apa
__ADS_1
"ma?"
"mama itu- aa... anu-"
ceklek
"ini rumah kalian, selamat datang"
...**TAMAT...
Maaf ya:( aku bikin ceritanya gak jelas, alurnya juga gak nyambung, sebenarnya aku mau bikin cerita yang berkaitan denga rasi bintang kemaren
tapi waktu di part yang tentang teka teki itu tiba tiba semua ide ide yang aku buat itu hilang waktu aku dengar kabar ayah aku mengalami kecelakaan dan mulai dari situ.aku bikin ceritanya ngebut:( banyak part yang aku lewati, banyak yang terpotong potong
sebenernya dari awal aku maunya si Kiara dan Leo itu mulai sukanya di part 30 an gitu tapi karena waktu yang gak memungkinkan aku singkat singkat aja
karena aku hanrus bagi waktu gitu,misalnya pagi nemenin ayah aku yang lagi di rawat, siang ngerjain tugas, kalau udah selesai tugas baru ngetik ini, trus malamnya harus siap siaga di samping ayah aku kalau dia butuh sesuatu, belum lagi waktu kemaren aku denger kakak aku sakit juga jadi waktu itu pikiran aku bener bener blong:( ini juga aku tamatin supaya aku bisa lebih fokus lagi buat ngejagain ayah aku, soalnya kalau cerita ini gak sampai tamat aku kepikran terus soalnya
maaf ya kalau ceritanya gak jelas gitu dan juga maaf kalau aku banyak ngebacot**:)
__ADS_1