
Setelah mengobrol-ngobrol ringan sekarang waktunya Morgan dan Isabel memberikan kejutan untuk Adnan. Adnan sudah memejamkan mata walau pun awalnya menolak, ia merasa seperti anak-anak, tapi pada akhirnya ia menurut juga, ia sudah berdiri sambil menejamkan mata.
Detak jantung Sella mendadak berhenti saat melihat seorang wanita bercadar berjalan pelan ke arah suaminya.
"Apa jangan-jangan Kakek dan Nenek akan menjodohkan mas Adnan dengan wanita itu?" batin Sella
Sella sudah berpikir buruk duluan saat melihat wanita berhijab dan memakai cadar, ia takut kalau suaminya akan di jodohkan dengan wanita lain.
Tangan kanan Sella langsung menggenggam tangan suaminya dengan erat, menyalurkan rasa takutnya pada suaminya yang masih memejamkan mata.
Adnan yang di genggam tangannya, ia merasakan kalau tangan istrinya begitu dingin, ia yakin kalau kejutan yang di berikan oleh Kakek dan Neneknya bukan sembarang kejutan.
Adnan merasakan ada sesaorang sedang berjalan ke arahnya, aroma parfum itu sangat hapal dalam indra penciumannya, hingga sekilas senyum di bibirnya dan beberapa tetes air mata jatuh begitu saja.
Akhirnya Adnan mendapatkan kado terindah dalam hidupnya yaitu dengan mengirimkan wanita yang sangat ia rindukan dan do'akan di setiap sholatnya.
"Akhirnya datang juga, Adnan selalu berdo'a pada Allah agar Adnan di pertemukan kembali dengan wanita yang sangat berharga dalam hidup Adnan, ternyata tepat di usia 22 tahun Adnan di pertemukan kembali."
Ucapan suaminya mampu membuat air mata Sella menetes saat suaminya selalu berdo'a ingin di pertemukan dengan wanita yang di hadapannya, terlebih suaminya masih memejamkan mata, tapi tau siapa yang datang dan beberapa tetes air mata dari suaminya jatuh.
Setelah melihat wajah suaminya, kini Sella melihat ke arah wanita bercadar, tadi mata wanita itu sangat berbinar, terlihat jelas kalau wanita itu sangat bahagia, tapi kali ini mata wanita itu sudah memerah seperti akan menangis.
"Apa jangan-jangan ini adalah akhir untuk rumah tanggaku, kenapa mas Adnan dan wanita itu sama-sama memeliki kesedihan? Apa jangan-jangan mereka saling mencintai? Tapi kata mas Adnan aku adalah wanita ke dua yang mas Adnan cintai selain Bundanya." batin Sella
__ADS_1
Bukan hanya rasa takut yang di rasakan oleh Sella, tapi ia juga memiliki rasa bingung terhadap suaminya. Namun beberapa saat Sella menepis perasaan buruknya sambil beristighfar, ia ingat ucapan suaminya kalau ia tidak boleh seudzon terlebih dahulu sebelum tau kebenarannya.
Adnan paham genggaman tangan istrinya yang memiliki perasaan takut, ia yakin istrinya berpikir kalau Kakek dan Neneknya itu akan menjodohkan ia dengan wanita yang ada di hadapannya.
Adnan membalas genggaman istrinya dan mengusap tangan istrinya, agar istrinya tidak berpikir macam-macam.
"Apa mata Adnan sudah boleh di buka Kek, Nek? Adnan sudah tau siapa yang datang, Adnan ingin segera memeluknya!"
Isabel dan Morgan tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan dari cucunya, ternyata naluri ibu dan anak itu memang sama, buktinya walau pun cucunya memejamkan mata, tapi cucunya sudah bisa menebak siapa yang ada di hadapannya.
Jelas-jelas cucunya dan Anisa tidak bertemu sampai 15 tahun lamanya, tapi ternyata cucunya masih bisa mengenali siapa wanita di hadapannya.
"Iya nak, kamu boleh membukanya."
Adnan melepaskan genggaman pada istrinya, ia maju ke arah wanita itu dan langsung menyalami tangannya, lalu langsung memeluk erat wanita itu.
"Bunda kemana saja, kenapa Bunda pergi sangat lama? Kenapa Bunda tinggalin Adnan?"
Sella melebarkan mata saat suaminya memanggil Bunda pada wanita bercadar itu. Anisa langsung membalas pelukan dari putranya.
"Maafkan Bunda nak, Bunda tidak bisa jadi Bunda yang baik. Sebenarnya Bunda malu untuk menemuimu, tapi rasa rindu Bunda padamu sudah sangat menggebu-gebu."
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. Adnan menatap mata Bundanya dengan rasa rindu yang mendalam dan ada juga rasa kecewa pada Bundanya, karena Bundanya baru kembali sekarang.
__ADS_1
"Kenapa Bunda tinggalin Adnan? Apa karena dulu Adnan tidak bisa menjadi anak yang baik? Apa Bunda tidak berpikir betapa Adnan merindukan Bunda? Apa Bunda tau kalau Adnan belajar mati-matian agar menjadi lelaki baik dan pintar seperti yang Bunda inginkan? Adnan berusaha selalu belajar agama agar Adnan bisa bertemu dengan Bunda, hingga Adnan terbiasa belajar sampai Adnan menyandang status anggota dewan santri, lalu di sekolah Adnan juga berusaha menjadi anak yang pintar, hingga Adnan berhasil menyadang gelar sarjana jurusan hukum, lalu Adnan bekerja sebagai pengacara, apa di mata Bunda semua itu masih kurang cukup baik di mata Bunda? Hingga Bunda tidak pernah ingin menemui Adnan?"
Unek-unek yang selama ini Adnan tahan akhirnya keluar juga bersamaan dengan air mata yang terus mengalir deras. Air mata Anisa juga mengalir deras saat mendengar ucapan panjang dari putranya, hingga ia memutuskan untuk membuka cadarnya.
Anisa tau, kalau perbuatannya itu memang tidak bisa di maafkan oleh putranya, karena ia memang bukan Bunda yang baik untuk putranya.
"Wajah Bunda kenapa? Kenapa wajah Bunda berbeda?"
Adnan mengusap air mata yang terus mengalir dengan perasaan bingung saat melihat wajah Bundanya sangat berbeda.
"Lebih baik kita ngobrol sambil duduk Anisa."
Isabel menyuruh mereka duduk, karena ia juga sudah capek berdiri terus. Anisa menganggukan kepalanya pelan, ia menuntun putranya untuk duduk.
Sedangkan Isabel menggenggam tangan cucu menantunya untuk duduk, ia tidak mau cucu menantunya nanti beranggapan di abaikan oleh keluarga cucunya.
Setelah duduk Anisa memutuskan untuk menceritakan kenapa ia menghilang selama ini dari kehidupan putranya.
"Saat Bunda ingin meninggalkan kota Jakarta setelah 1 Minggu mengantar kamu ke pesantren, Bunda mengalami kecelakan mobil. Bukan hanya kom'a saat itu, tapi wajah Bunda juga tidak berbentuk karena pecahan kaca mobil, 2 bulan Bunda baru sadar dari kom'a, tapi Bunda mengalami hilang ingatan sampai 3 tahun lamanya, setelah sembuh dari kecelakan itu. Bunda juga memutuskan untuk mengoprasi wajah karena bukan hanya orang lain yang menatap seram, Bunda sendiri saja takut untuk bercermain karena wajah Bunda sangat mengerikan."
Anisa menghela nafas berat saat mengingat kejadian di masa lalunya, karena cinta ia harus kehilangan segalanya, dari ia tidak bisa mendidik putranya sendiri, lalu wajahnya berubah karena kecelakaan, ia tau kalau semua itu sudah takdir, tapi perkara membuat hidupnya jungkir balik karena Kenan, lelaki yang selalu memperlakukannya dengan baik.
Namun semua yang Kenan lakukan ternyata penuh dengan kepalsuan, Anisa tidak apa-apa jika hanya ia yang tidak di inginkan oleh Kenan, tapi hatinya begitu sakit saat Kenan mengatakan kalau Kenan tidak pernah menyayangi putranya, bahkan itu benih Kenan sendiri.
__ADS_1
"Sebelum ingatan Bunda kembali Mama dan Papa mengganti identitas Bunda, mungkin mereka hanya ingin kalau kamu tidak tau kondisi Bunda seperti apa, hingga 3 tahun Bunda menjalani hidup tanpa arah dan akhirnya ingatan Bunda kembali, tapi saat Bunda mengikutimu dari kejauhan, Bunda melihat kamu tertawa tanpa beban dengan semua teman-temanmu di sekolah, begitu pun saat di pesantren, hingga Bunda merasa kalau Bunda memang sudah tidak di butuhkan lagi di kehidupanmu, itu kenapa Bunda tidak pernah menemuimu."