
"ganti pose"seru seorang fotografer mengintrupsi agar gadis yang tengah duduk di atas kap mobil itu mengganti gayanya
gadis itu menurut, ia turun dari atas kap mobil di bantu oleh beberapa staf yang siap siaga di dekatanya lalu ia bersender di badan samping mobil itu dan melakukan beberapa pose yang menurutnya bagus
setelah di rasa cukup fotografer itu mengangguk dan mengacungkan jempolnya pada gadis itu
gadis itu mengerti lalu berjalan keruang gantinya di temani oleh managernya yang terus mengoceh tentang dirinya yang sedari tadi banyak melakukan kesalahan saat pemotretan tadi
"kau ada masalah apa? sampai sampai tak fokus seperti itu?"tanya managernya itu lagi berulang ulang kali
"aku tak memiliki masalah apa apa kak nai"bohongnya kepada sang manager yang sedari tadi memicingkan matanya menatap dirinya penuh curiga
naila.managernya itu menggeleng dua kali"em'em aku tak percaya"ucapnya dengan intonasi yang penuh intimidasi
kiara.gadis yang sedari tadi di curigai itu berdecak kesal"serius aku tak memiliki masalah apa apa"
drrt drrt drrt
kiara mengusap dadanya lega, seperti terselamatkan dari malapetaka yang amat besar ia mengucap syukur dalam hati
naila mendengus memilih mengangkat teleponnya menjauh dari kiara menunda dulu sesi introgasinya
melihat hal itu cepat cepat kiara berjalan ke ruang ganti, mengganti pakaiannya dengan secepat kilat lalu menyambar kunci mobil miliknya dan mengirimkan pesan pada naila bahwa ia ingin pulang duluan lalu menon aktifkan poselnya
__ADS_1
keluar dari ruang ganti berjalan tergesa gesa seperti tengah di kejar oleh setan bahakan dia mengabaikan sapaan sapaan dari orang orang sekitarnya setelah sampai di parkiran ia berjalan ke arah letak mobilnya di parkirkan tadi, masuk ke pintu pengemudi menutup pintunya lalu menancap gas meninggalkan area parkiran studio foto itu
°
°
°
°
setelah sampai di rumahnya yang minimalis namun terkesan mewah itu ia bergegas masuk berjalan ke pintu utama berlari menaiki tangga lalu berbelok ke sebelah kanan berjalan menuju pintu pojok lorong itu
di sana ia melihat pintu bercat putih tulang yang terlihat agak usang, di bukanya pintu itu hati hati berjalan masuk kedalam, mencari cari di mana letak kotak yang kemaren ia temukan. setelah kotak itu ia temukan di bawanya ke dalam kamarnya di bukanya disana
tangannya terulur mengambil buku itu lalu membukanya di halaman pertama
to:Hariandes
"inikan nama papa"gumam kiara lirih
hai mama berharap kamu membaca buku ini nak, mama hanya ingin kamu tahu seberapa sayangnya mama sama kamu
mama cuma mau minta satu hal sama kamu percaya sama mama kamu jangan mau menikah dengan perempuan itu
__ADS_1
deg
'apa maksudnya ini' gumam kiara lalu lanjut membaca
kamu tak mengetahui rahasia yang ia simpan rapat rapat dari orang lain tapi mama tau mama sendiri yang memergoki wanita itu
mama tau segalanya tentang dia jadi mama mohon percaya sama mama kamu tak perlu tau rahasia apa yang di sembunyikannya yang kamu perlu percaya sama mama
entah mengapa jantung kiara berdebar begitu kencang saat ia selesai membaca halaman pertama dari diary itu
ia kembali membuka buku itu membaca halaman demi halaman tapi yang di temukannya selalu saja sama tentang neneknya yang melarang ayahnya menikahi perempuan yang kiara tak tau siapa karena bosan kiara langsung membalikkannya kehalaman paling belakang
'aku sudah mengetahuinya mah... aku menyesal maafkan aku'
notes itu apa maksudnya? apa yang di sesalkan papanya? dan lagi siapa wanita itu? tak mungkin mamanya kan? batin kiara bertanya tanya
kiara menghela nafasnya beranjak dari duduknya meletakkan buku itu kembali ke dalam kotak lalu berjalan ke arah nakas di samping tempat tidurnya mengambil kertas kecil yang tergeletak di atas nakas itu
"di tempat yang dekat dan juga sangat leluasa kita pakai untuk memandang bintang bintang yang bertebaran di langit kau akan menemukan hal yang tak terduga"gumam kiara membaca kembali notes itu
kiara menggaruk belakang kepalanya"tapi dimana?kalau di lihat dari atap juga bisa, dari halaman rumah juga bisa, dari taman belakang juga bisa, masih banyak tempat lagi"ucapnya frustasi
"kenapa sih harus pakai cara kayak gini, kurang kerjaan sekali"kiara terus menggerutu menyalahkan neneknya yang terlalu rajin sampai harus memainkan teka teki dengannya padahal neneknya itukan sudah meninggal
__ADS_1