
Gunawan mempererat pegangannya, ia tidak bisa menahan nafsu yang membara yang terus bergejolak saat kedatangan Keisya dihadapannya. Rasanya ia ingin merasakan manis bibirnya wanita yang berada di hadapannya yang sedang mengerang. Sayangnya niat Gunawan tidak berjalan mulus, Tiba-tiba Stella masuk ke dalam ruangan Gunawan. Gunawan terkejut bukan main dan langsung melepaskan tangan Keisya. Keisya sendiri pun merasa tenang seketika saat Gunawan tidak dapat menjamah tubuhnya sedikit pun.
" Kenapa kau datang cepat sekali?" Ucap Gunawan dengan gelagat aneh. Sedangkan Keisya mengelus pergelangan tangannya yang merah karena eratan tangan Gunawan.
" Tentu, aku bisa mengatasi meeting dengan baik, tuan!" Ucap Stella sambil menatap curiga terhadap Keisya yang berada di ruangan Gunawan.
" Baiklah, tugasmu tidak terlalu buruk. Tapi kau tidak dapat menduduki kursi keuangan!" Ucap Gunawan kepada Keisya yang hendak pergi dari hadapannya. Gunawan tidak bisa melanjutkan niat buruknya saat Stella kekasih gelapnya berada di hadapannya. Semua orang tau, jika Gunawan ternyata telah memiliki istri. Keisya sendiri telah mengetahui saat dirinya mengecek semua status para pekerjanya.
Brengsek, aku tidak mau duduk di kursi keuangan jika harus melayanimu! Aku tidak akan melupakan perbuatanmu. Tunggu saja!
Oh, ternyata Gunawan hanya mengetes wanita tidak tau diri ini. Aku sudah berfikir buruk terhadap tuan Gunawan. Mana bisa dia dibandingkan denganku. Aku wanita berkelas, sedangkan dia hanya karyawan baru.
Stella tersenyum pahit, sedangkan Keisya tidak ingin mendengar perkataan Gunawan atau melihatnya lagi. Keisya terus berjalan keluar tanpa menoleh.
" Benar, dia memang tidak punya sopan santun!" Ucap Gunawan mengepalkan tangannya.
Sial, hampir saja aku menyicipi manisnya bibir indah Nira. Tapi, Stella datang di waktu yang tidak tepat! Kenapa meetingnya secepat itu!
__ADS_1
" Tenang sayang, bagaimana jika aku memecatnya sekarang juga!" Ucap Stella sambil mengelus dada bidang Gunawan.
" Apa? Jangan!" Ucap Gunawan.
Bagaimana bisa kau memecat wanita secantik dia, bahkan aku masih belum menyentuhnya sedikitpun.
" Apa? Kenapa?" Ucap Stella curiga.
" Aku sudah melihat hasil proposalnya. Tidak terlalu buruk. Biarkan dia seperti itu!" Ucap Gunawan.
" Sejak kapan kau menjadi pembantah! Aku tidak bisa membuang karyawan bertalenta!" Ucap Gunawan mulai emosi dengan Stella yang membantah dan sebelumnya telah mengganggu dirinya.
" Ma..af!" Ucap Stella yang bergidik melihat Gunawan marah.
" Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud membentakmu!" Ucap Gunawan mulai menyentuh wajah Stella. Gunawan pun akhirnya menyalurkan nafsunya yang terpancing oleh Keisya kepada sekretarisnya yang merupakan kekasih gelapnya tersebut. Stella langsung luluh dan siap melayani tuannya. Begitulah mereka.
Disisi lain Keisya mengepalkan tangannya, dan mengelus permukaan kulit di bagian pergelangan tangannya yang memerah karena Gunawan.
__ADS_1
Brengsek, aku harus lebih waspada. Ternyata dia sangat berbahaya! Aku tidak akan menyerah, aku bisa menyelidiki tanpa harus duduk di kursi keuangan. Tapi bagaimana caranya? Selain duduk di kursi keuangan, hanya satu caranya yaitu file komputer Gunawan! Tapi, baru saja dia hampir melecehkanku. Haruskah aku masuk ke dalam perangkap buaya lagi? Ah, bukan hanya tanganku yang sakit, tapi kepalaku terasa berputar.
Tiba- tiba suara ponselnya terdengar di balik saku blazernya. Keisya segera mengambilnya. Sebuah senyuman tersungging di bibir Keisya. Sang kekasih menghubungi di waktu yang tepat.
" Hallo Carl.." Ucap Keisya begitu lembut. Keisya begitu merindukan sesosok Carlos, saat ini Keisya begitu membutuhkannya.
" Hallo sayang, aku sangat merindukanmu. Bisnis tambangmu berhasil aku selesaikan! Aku akan segera datang. Tunggu aku tiga hari lagi." Ucap Carlos. Senyum Keisya semakin mengembang mendengar pernyataan Carlos. Doanya terkabul begitu cepat. Sang pangeran ternyata bisa menyelesaikan urusannya secepat ini. Keisya begitu bahagia.
" Benarkah? Apakah kau akan benar-benar datang?" Ucap Keisya memastikan pernyataan sang kekasih benar.
" Tentu, aku pastikan perkataanku benar. Ternyata kau juga merindukanku! Aku pastikan kau dapat melihatku tiga hari lagi!" Jelas Carlos.
Aku rasa kau telah menyihirku Carl. Aku benar-benar sangat merindukanmu. Bagaimana aku tidak memikirkanmu, sedangkan bayanganmu berhasil menetap di pikiranku dan jiwaku!
" Baiklah, aku akan menghubungimu lagi nanti, aku harus menyelesaikan urusanku terlebih dahulu, agar aku bisa segera menjumpaimu sayang!" Ucap Carlos.
" Baiklah, aku menantimu!" Ucap Keisya dengan diakhiri kecupan bibir yang di tempelkan ke ponselnya tanpa menimbulkan suara.
__ADS_1