
Keisya pun usai menyelesaikan tugasnya hanya beberapa menit saja.
" Ruangan Nona Stella berada dimana?" Tanya Keisya berdiri dan berencana bergegas ke ruangan Stella.
" Ada apa kau mencari ruangan nona Stel?" Tanya Mawar.
" Aku akan memberikan proposal yang baru saja aku selesaikan!" Ucap Keisya memegang beberapa proposal di tangannya.
" Apa?" Ucap Mawar dan Tiara terkejut.
" Kau sudah menyelesaikan tugas proposal yang di berikan nona Stella secepat itu?" Lanjut Tiara begitu terkejut.
" Kenapa? Biasanya aku bisa menyelesaikan lebih cepat dari ini!" Jelas Keisya. Tentu, Keisya bisa menyelesaikan dengan cepat karena keahliannya dan telah biasa dengan proposal yang tidak sulit baginya itu.
" Tapi..." Ucap Mawar tidak yakin dengan pekerjaan Keisya yang di anggap terburu-buru.
" Apa kau yakin, kau mengerjakannya dengan benar. Ini hari pertamamu bekerja. Sebaiknya kau mengerjakannya dengan baik. Masih banyak waktu mengerjakan proposal sebanyak itu Nir!" Timpal Tony.
" Benar yang dikatakan Tony, Nir!" Lanjut Andre.
Wajar jika mereka meremehkanku. Mereka beranggapan jika aku benar-benar karyawan baru yang tidak memiliki banyak pengalaman.
" Aku yakin ini sudah benar! Tunjukkan aku posisi ruangan nona Stella!" Ucap Keisya.
" Baiklah, tingkat 12. Di luar ruangan meneger!" Jawab Mawar.
Akhirnya Keisya bergegas menuju ruangan Stella berada. Ia berjalan menuju lift. Tiba-tiba seorang pria berpakaian rapi dan klimis dengan dua pengawal juga ikut masuk dalam lift bersamaan dengan Keisya. Pria tersebut tepat berada di samping Keisya saat berada di dalam Lift. Keisya membaca nama yang tertampal di jasnya.
Niko..? siapa dia? Ah, kenapa aku tidak melihat koordinator perusahaanku sendiri! Dari penampilannya sepertinya dia memiliki jabatan tinggi di perusahaanku ini!
Akhirnya lift tersebut berhenti di tingkat 12, Hanya Keisya yang keluar dari lift. Lalu Keisya mulai melihat keberadaan Stella di meja sekretaris direktur.
" Kamu? Ada kepentingan apa kau kesini?" Tanya Stella melihat keberadaan Keisya.
__ADS_1
" Aku telah selesai mengerjakan tugas yang nona berikan!" Ucap Keisya.
Apa? dia secepat ini mengerjakan proposal yang aku berikan. Rupanya kau ingin bermain-bermain di hari pertamamu. Sungguh bodoh, yang memilih karyawan tidak sebecus ini!
Stella pun menerima beberapa proposal yang sempat ia berikan.
" Baiklah, aku akan cek! Jika pekerjaanmu buruk, aku akan mendepakmu keluar dari perusahaan ini. Masih banyak orang lain yang mengantri melamar di perusahaan ini!" Ucap Stella dengan angkuh.
Ia..jika kau bisa mendepakku dari perusahaanku sendiri! Aku bisa membalikkan perkataanmu itu! Tunggu saja, jika kau tau tentang kebenaranku! Sikap sombongmu itu akan segera menciut.
Keisya tersenyum dan bergegas pergi setelah memberikan proposal tersebut.
***
Keisya sudah sampai di kursi tempatnya, sambil menunggu pekerjaan lainnya. Keisya mulai melihat koordinasi perusahaan cabangnya. Ternyata pria yang baru saja di lihatnya adalah direktur perusahaannya.
Tapi kenapa dia tidak keluar lift bersamaan denganku? Hahaha, memangnya tugas dia hanya duduk di kursi direktur! Aku tadi hanya sempat membaca nama depannya. Oh jadi itu yang namanya tuan Gunawan. Nico Gunawan!
Keisya pun menutup file perusahaannya ketika Stella datang dengan beberapa dokumen di tangannya.
" Selamat siang Nona!" Ucap Tony menyapa Stella yang baru masuk kedalam ruangan karyawan.
" Siang!" Ucap Stella tersenyum dengan bibir berlipstik merah pekat.
" Nir. Tolong kerjakan semua dokumen ini. Pekerjaan pertamamu tidak terlalu buruk. Jika kau bisa menyelesaikan dokumen ini, kau boleh pindah ke kursi keuangan!" Lanjut Stella meletak setumpuk dokumen di meja kerja Keisya.
" Tapi aku akan memberikan waktu sampai pukul 5." Lanjutnya lagi.
Sial, apakah dia ingin memerasku? Baiklah, aku akan menunjukkan kemampuanku. Aku harap kau tidak akan terkejut melihatku menyelesaikan tugasmu sebelum waktu yang kau tentukan!
Akhirnya Keisya mulai melakukan tugasnya.
" Apakah dia sudah gila, memberikan Nira dokumen sebanyak ini. Dokumen yang bisa kita selesai selama seminggu!" Ucap Mawar merasa prihatin melihat Stella yang memberikan tugas yang sangat melampaui terhadap Keisya.
__ADS_1
" Hust..pelan-pelan Mawar, kau ingin mulutmu dicuci jika dia sampai mendengarkan ocehanmu!" Ucap Tony dengan satu telunjuk tangan yang menempel dibibirnya agar Mawar bersuara lebih pelan lagi.
" Biarin aja, Nira kan masih karyawan baru!" Ucap Mawar.
" Tenang Mawar, aku akan melakukan semampuku saja. Kalian jangan khawatir!" Ucap Keisya tersenyum.
" Semoga kau sabar Nir, bekerja disini. Dia selalu mengatur kita sesuka hati. Padahal pendapat dia tidak membuat perusahaan kita maju. Mungkin perusahaan kita semakin turun saat ini, karena dia juga." Jelas Mawar.
" Hust..Ngacok kamu. Jaga bicaramu Mawar. Jika sampai ada yang mendengarnya kita akan kehilangan pekerjaan." Ucap Tiara.
" Kita juga sebentar lagi akan kehilangan pekerjaan karena perusahaan ini tidak lama lagi akan bangkrut! Karena orang-orang seperti dia!" Jelas Mawar duduk dengan sebal. Sedangkan ketiga temannya berusaha melihat sekitarnya agar tidak ada yang mendengarnya. Jika terjadi mereka khawatir ucapan Mawar sampai di telinga Stella.
Tenang, aku akan menyelidikinya secepat mungkin. Aku tidak mungkin membiarkan kalian kehilangan pekerjaan dan menderita di perusahaanku!
***
Dua jam sudah Keisya fokus menyelesaikan pekerjaannya. Jam istirahat telah berdering. Karyawan berhamburan untuk mengisi perut mereka. Sedangkan Keisya memilih menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Namun Mawar enggan beranjak pergi saat Keisya masih berkutat di depan komputernya.
" Nir, Sudah istirahat! Kita isi perut kita dulu!" Ucap Mawar mengajak Keisya makan bersama.
" Tidak Mawar, aku akan menyelesaikan tugasku dulu. Aku tidak lapar!" Ucap Keisya.
" Apa? Jangan memaksakan diri. Bukankah kau bilang sendiri, jika kau akan melakukan semampunya saja. Jadi makan siang dulu, jika tidak..akan membahayakan kesehatanmu." Jelas Mawar.
" Kau benar. Tapi aku tidak lapar. Kau saja yang makan. Jangan mengkhawatirkanku!" Ucap Keisya tersenyum sambil tangan terus bergerak di atas keyboard.
" Baiklah, jika kau tidak ingin makan, aku juga tidak akan makan!"Jelas Mawar kembali duduk di kursinya.
" Apa? Kenapa bisa begitu. Jangan mengkhawatirkanku. Aku baik-baik saja!" Jelas Keisya.
" Tidak mau. Aku akan menemanimu disini!" Jelas Mawar.
" Baiklah, kita berdua akan makan!" Ucap Keisya yang diiringi senyuman oleh Mawar karena berhasil mempengaruhi Keisya. Keisya pun beranjak berdiri karena uluran tangan Mawar. Mereka berdua akhirnya menuju ke kantin.
__ADS_1