
seorang wanita berpakaian mini tampak sedang asik meminum vodkanya di bar,salah satu club terbesar di kotanya dan club itu juga milik suaminya jadi ia bisa bebas meminum berapa botolpun
"nyonya sebaik nya anda pulang hari sudah larut, aku takut tuan akan marah pada kami"ujar salah satu bertander club tersebut
wanita itu hanya tertawa karena dirinya yang sudah di kuasi oleh efek minuman itu
"sepertinya dia sudah mabuk"bisik salah satu bertander lainnya
"apakah kita harus menelfon tuan untuk menjemputnya?"tanya bertander yang menyuruh wanita mabuk tadi pulang
bertander yang di tanyai menggeleng"sebaik nya tidak usah, karena dari yang kulihat tuan sepertinya tidak menyukai istrinya"jawab bertander itu
"baiklah kalau begitu"pada akhirnya mereka hanya membiarakan istri dari tuannya itu dan sesekali mengawasinya takut takut ada yang mengganggu istri dari tuannya
dan ketika mereka melihat wanita itu beranjak keluar club mereka bernafas legah, akhirnya wanita itu pergi. sehingga tak menyusahkan mereka lagi
menurut pendapat mereka wanita yang dinikahi oleh tuannya itu sangat sombong dan suka sekali memperlakukan mereka semena mena karena itu mereka sangat tak menyukai wanita itu
"bagus sekali! kau telah mencemarkan nama baik keluargaku dengan pulang selarut ini?!"bentak leo ketika melihat istri pertamanya itu masuk kedalam mansion keluarganya
__ADS_1
karena teriakan nya yang begitu menggelegar kedua orang tuanya dan para sepupu serta keluarganya yang lain keluar terkecuali kiara karena kamar mereka berada di lantai paling atas
wanita itu tertawa dengan tubuh yang bersandar di sofa ruang tamu dengan keadaan yang sangat urakan dan juga bau alkohol sangat tercium jelas di indra penciuman leo
"hai sayang..."wanita itu berjalan sempoyongan kearah leo berniat ingin memeluk nya
leo menghempaskan tangan wanita itu sebelum wanita itu benar benar memeluk nya
"lihatlah ayah! lihat! menantu pilihanmu ini! sangat menjijikkan"desis leo memandang remeh ayahnya
arya diam hanya mentap datar pada wanita itu
leo mengarahkan lagi pandangan nya kepada wanita itu"kau tahu ayah? sangat sakit rasanya menyembunyikan rahasia sebesar ini dari kiara, aku terus saja merasa bersalah setiap kali melihatnya"leo menjeda kalimatnya matanya sudah berkaca kaca suaranya saja terdengar sangat lirih, entah mengapa ia selalu lemah jika menyangkut tentang kiara
"leo..."lirih kana menatap sedih putra semata wayang nya itu
ketika frans ingin mendekat leo mengangkat sebelah tangannya menahan frans agar tetap diam di tempat sedangkan ayahnya hanya diam dengan pandangan yang tak dapat di artikan oleh leo
"sampai ayah menghancurkan semuanya! dengan membawa wanita ini! dan mengatakan bahwa aku harus menikahinya dengan ancaman ayah tak akan merestui hubunganku dan kiara! mulai dari situ aku membangun tembok untuk menghindari kiara..."suara leo sudah mulai meninggi"pada saat aku datang ke kelasnya untuk memeriksa murid murid yang tak mematuhi aturan disitu pikiranku berkecamuk, apakah aku harus membatalkan perjodohan ini dengan dalih tak ingin menyakiti kiara?pertanyaan itu terus saja berputar putar di fikiranku. tapi pada akhirnya aku menyerah untuk membangun tembok di antara kami aku meruntuhkan tembok itu dengan membawa kiara kesini"suara leo kembali tercekat
__ADS_1
"leo..."lirih rojer menatap sedih iparnya itu
leo tersenyum mendengar lirihan dari rojer"dan sekarang aku sudah menikahinya! dan... dan... hahaha..."leo tertawa miris yang semakin mengiris hati kana"kiara sekarang mulai mencurigaiku, sakit sekali rasanya terus terusan membongi nya... apa lagi kiara juga belum mengetahui tentang masa lalu keluarga nya yang kelam"ucapnya nyaris tak bersuara
"leo..."lagi kana memanggil anak nya itu supaya berhenti berkata kata
leo menoleh dengan mata yang memerah"sudahlah! tak ada gunanya berbicara pada kalian"leo berjalan meninggalakan ruang tamu, mengurungkan niatnya untuk pergi kedapur untuk mengambil air putih
arya menghela nafas nya"suruh pelayan mengurus nya"ujar nya kemudian kembali lagi masuk ke kamarnya yang di ikuti oleh kana begitu juga dengan para orang tua lainnya
"jer! panggil gih pelayan nya"suruh anggun pada rojer
rojer mendelik pada anggun"aku tidak sudi"ucap nya lalu menarik tangan frans menuju kamar mereka di lantai dua
anggun memandang kesal kedua punggung yang semakin menjauh itu lalu menatap lagi wanita yang tergeletak di lantai itu yang dengan pulasnya tertidur disana
"panggil pelayannya di! aku mau ke kamar capek"ujar anggun lalu naik kelantai dua dimana kamar mereka berada
kamar anggun dan rojer itu sebelahan makanya mereka kalau turun selalu saja sama dan kamar para orang tua di lantai satu
__ADS_1
adi berdecak kesal"nyusahin"ucapnya sebelum beranjak menuju belakang mansion dimana rumah yang lumayan besar tempat para pelayan tidur
adi mengetuk pintunya keluarlah salah satu pelayan yang sepertinya ketuanya lalu ia menyuruh pelayan itu memanggil beberapa teman nya atau pelayan pria untuk mengangkat tubuh wanita itu ke kamar nya yang berada di lantai dua setelahnya ia masuk ke kamarnya lagi membaringkan tubuhnya di sebelah anggun memeluk tubuh istrinya itu dengan erat