
Carlos sudah menunggu Keisya di depan kantor. Sudah cukup lama Carlos berada di bawah terik matahari, sambil bersandar di mobil lamborgini berwarna hitam elegan miliknya. Bahkan para karyawan wanita semenjak tadi begitu terpesona melihat kedatangan Carlos dan memilih memandanginya di balik kaca besar kantor.
" Wah, tampan!"
" Perfect!"
" Apa dia merupakan klien perusahaan kita?"
" Hust..dia sedang menunggu Nona Keisya."
" Apa? jangan-jangan dia kekasih nona Keisya!"
" Benar! sungguh pasangan serasi!"
Mereka saling berbisik dan berpendapat mengenai Carlos di balik kaca terawang kantor.
Lalu seorang karyawan wanita menghampiri Carlos.
" Tuan, maaf direktur kami sedang sibuk. Anda di minta datang lain waktu" Ucap karyawan wanita yang berlari menjumpai Carlos.
Pengorbananku tidak akan sia-sia. Kau akan segera menemuiku!
Carlos hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada karyawan tersebut.
Disisi lain Keisya yang mendengar kedatangan Carlos tidak begitu menghiraukannya. Ia memilih menyelesaikan beberapa pekerjaan di depan layar komputer. Beberapa menit kemudian, ponselnya berdering. Ternyata satu pesan masuk.
Apa kau benar-benar tidak ingin menemuiku? Baiklah, aku akan pulang! Padahal, aku ingin menyampaikan tentang lokasi tambang!
Keisya pun dengan sigap mengambil jas blezernya dan segera meninggalkan ruangannya. Karena ketertarikannya terhadap lokasi tambang, tanpa berfikir ulang Keisya pun segera menemui Carlos.
Ketika Keisya sampai, Carlos langsung tersenyum mengembang. Namun, Keisya hanya menatap dengan datar dan begitu jenuh. Carlos pun membuka pintu mobilnya untuk mempersilahkan Keisya masuk.
" Silahkan nona Nigel!" Ucap Carlos dengan tangan mempersilahkan. Keisya pun masuk dalam mobil Carlos. Lalu ia menyadari kekeliruan terhadap ucapan Carlos.
Sebentar, semenjak kapan namaku berubah menjadi nama belakang Carlos? Tidak pendengaranku baik-baik saja!
Keisya menatap Carlos yang sedang menancap gas.
__ADS_1
" Ehem..kau memanggilku siapa?" Ucap Keisya canggung namun berusaha terlihat santai dengan tidak menatap Carlos melainkan memandang ke depan.
" Kau ingin aku panggil siapa..." Ucap Carlos yang sebenarnya tau dengan maksud pertanyaan Keisya, sambil sesekali menatap Keisya yang tidak menatapnya dan tetap fokus mengemudi.
Tentu dengan namaku! Apa kau sudah lupa! Seenaknya saja merubah nama orang.
" Nona Nigel!" Lanjut Carlos secara terang-terangan dengan tambahan senyuman yang membuat semua wanita pasti mabuk kasmaran. Namun tidak dengan Keisya yang langsung mengumpati Carlos di dalam hatinya.
Kan benar! Apa maksudnya! Kau ingin menambah personil di keluarga Nigel!
" Apa kau tidak bisa membaca namaku?" Ucap Keisya begitu kesal.
Namamu akan segera berubah, yah..Sebentar lagi aku akan menangkap hatimu. Kau hanya perlu membuka hatimu sedikit saja untukku. Aku akan mencari celah itu.
" Bisa! Tapi kau lebih cocok dengan tambahan nama belakangku!" Ucap Carlos tersenyum senang melihat Keisya yang menggerutu semenjak tadi.
" Aku tidak ingin mendengarnya lagi Carl!"
Pasti nanti akan ada hati yang terluka. Kau sungguh sembrangan!
" Yah, kita sudah sampai! Aku dengar jika makanan di sini lezat!" Lanjut Carlos ketika sampai di restauran mewah.
" E.. Bagaimana kau bisa menadapatkan lokasi tambang itu Carl?" Ucap Keisya yang sebenarnya semenjak tadi menunggu Carlos untuk berbicara ke arah pekerjaan.
Dia sungguh tidak sabar, berilah sedikit ruang untukku menangkap hatimu!
" Kau sungguh tidak sabar, makanlah hidangan ini dulu. Aku rasa ini tidak akan enak jika sampai dingin." Ucap Carlos menundanya. Carlos sengaja memperpanjang waktu bersama Keisya.Membuat Keisya bertambah kesal dan terpaksa menuruti ucapan Carlos.
Bahkan meja tersebut sudah penuh dengan segala hidangan khas Tokyo. Mereka menikmati beberapa suguhan yang ditawarkan oleh restauran mewah itu.
Carlos pun menikmatinya sambil menatap Keisya yang juga ikut melahap.
Keisya terkejut ketika tangan Carlos menyentuh sudut bibirnya dengan jari jempolnya. Keisya tertegun dan ada perasaan aneh yang menyelinap di hatinya.
" Kau seperti baby saat makan!" Ucap Carlos tersenyum melihat Keisya.
Untuk menutupi kecanggungannya Keisya hanya melanjutkan melahap makanannya. Namun jantungnya makin berdebar kencang atas sikap Carlos. Entah apa yang ia rasakan sehingga pemikirannya tidak setenang biasanya.
__ADS_1
Setelah mereka berhasil mengisi perut sampai kenyang. Keisya menatap jam mewah di pergelangan tangannya. Ia sudah menghabiskan dua jam bersama Carlos.
" Ah kenyangnya. Bagaimana menurutmu masakan disini?" Ucap Carlos.
" Lumayan!" Ucap Keisya.
" Kapan kau akan menunjukkan lokasi tambang itu?" Lanjut Keisya. Waktunya tidak mungkin Keisya buang sia-sia hanya untuk mengobrol sesuatu yang menurut Keisya tidak penting. Keisya sangat memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.
Disisi lain Carlos memang mengulur waktu untuk bisa bersama Keisya lebih lama.
" Apa kau ingin ke tempat lain?" Ucap Carlos.
Pembicaraan apa ini? Waktuku tidak banyak!
Keisya menatap tajam Carlos.
" Tidak ada, aku ingin tau lokasi tambang itu. Carl, waktuku tidak banyak. Lebih baik aku menyelesaikan pekerjaanku dari pada mengulur waktu untuk hal tidak penting!" Ucap Keisya menyadari jika Carlos mengulur waktu.
" Tidak penting?"
Bersamamu menurutku penting! Bagaimana aku tidak bisa melupakanmu? Kau memang sulit di taklukkan. Aku akan menjadi pria pertama yang akan menaklukkan hatimu!
" Baiklah. Kita akan ke lokasi tambang itu minggu depan. Jaraknya cukup jauh dari sini. Kita akan menginap beberapa hari disana." Lanjut Carlos.
Bagaimana dia bisa mengetahui lokasi tambang yang sangat sulit aku cari. Padahal Carlos hanya beberapa hari menapakkan kakinya di Tokyo.
" Oke! semoga yang kau katakan benar!" Ucap Keisya.
" Apa kau meragukanku? " Ucap Carlos.
Kau akan terkejut dengan lokasi tambang itu. Lokasi tersebut aku temui saat aku mencarimu. Ternyata kau membawa keberuntungan!
" Ya kalau dari tampang sih kau memang terlihat meragukan." Ucap Keisya.
" Benarkah?" Ucap Carlos.
" Carlos, waktuku tidak banyak. Jika kau tidak ingin mengantarku pulang. Lebih baik aku mencari taxi!" Ucap Keisya.
__ADS_1
" Ya baiklah nona Nigel. Aku yang akan mengantarmu." Ucap Carlos bersiap diri.
Uh...Telingaku berdengung mendengar panggilanmu yang menggelikan itu. Dasar serigala jantan!