
Stella dan Gunawan langsung berdiri mendengar pintu ruangan terbuka. Siapa yang berani membuka pintu ruangannya? fikir Gunawan dan Stella yang mendadak langsung merubah posisinya. Wanita cantik yang beberapa kali Gunawan lihat. Dan membuat Gunawan langsung menyukainya. Namun Gunawan masih belum mengetahui nama Keisya.
" Beraninya kau membuka pintu tanpa mengetuk? Ada urusan apa kau bisa seberani ini? Bahkan tidak semua karyawan yang bisa masuk ke ruangan direktur!" Ucap Stella dengan mata menyala. Stella terlihat begitu marah ketika permainannya terganggu oleh Keisya. Bahkan Stella tidak sempat mengembalikan kerah kemejanya yang terbuka. Sedangkan Gunawan merapikan bajunya yang berantakan.
" Maaf..Saya hanya ingin memberikan tugas yang anda berikan. Saya sudah selesai mengerjakan semua proposalnya!" Jelas Keisya tidak merasa takut sedikit pun. Malah Keisya bahagia karena berhasil menghentikan kegilaan yang mereka perbuat.
Salah siapa pintunya tidak terkunci. Dan ini kantorku, beraninya kalian berbuat mesum disini. Ternyata kalian sedang menikmati gaji buta!
" Ka..u!!" Stella menggeram sambil melipat kedua tangannya melihat Keisya berani menjawab tuturannya.
Bagaimana dia bisa menemukanku disini? Pengganggu! Berani-beraninya dia menggangguku dan masuk keruangan Tuan Guna. Kau rupanya ingin kudepak!
" Kau bisa meletaknya di mejaku kan! Kau masih karyawan baru. Dimana sikap sopan santunmu? Mengapa kau seenaknya masuk kedalam ruangan, apalagi ruangan tuan Gunawan?" Ucap Stella begitu marah dengan Keisya yang memang sengaja mengganggu perbuatan mesum keduanya.
" Tadi ada suara dari dalam ruangan ini, jadi saya cukup penasaran, sehingga saya tidak sengaja membuka pintu ruangan ini." Ucap Keisya bersandiwara.
Kau tau telingaku yang tak berdosa ini harus mendengar suara lenguhanmu! Dasar wanita gak tau malu. Rupanya kau juga menjual diri selain menjadi sekretaris disini, kau sudah mencemarkan nama baik wanita saja!
" Apa? Lebih baik kau diam dan kembali ke tempatmu." Ucap Stella cukup geram dengan mata berapi.
Keisya pun memutar tubuhnya dan membelakangi Stella dengan setengah senyum karena berhasil menghentikan kenikmatan mereka. Dan Keisya kembali mengingat sesuatu dan kembali memutar tubuhnya lagi. Keisya ternyata masih belum cukup puas.
" E.. nona, sesuai ucapan anda. Jika saya bisa menyelesaikan tugas yang anda berikan, saya bisa menduduki kursi keuangan!" Ucap Keisya tersenyum. Padahal hatinya cukup tergelitik meledek kemarahan Stella.
Apa? Bisa-bisanya dia masih mempertanyakan persoalan itu! Dasar karyawan ini rupanya tidak tau di untung. Jangan kan kursi keuangan, kau lebih pantas menjadi cleaning service. Tapi, mengapa dia bisa mengerjakan proposal sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini?
__ADS_1
" Kau.. lebih baik segera keluar dari ruangan ini. Jika tidak, aku sendiri yang akan menyeretmu." Teriak Stella. Keisya pun bergegas keluar dengan menyeringai dan hati menang karena berhasil membuat Stella marah.
Coba saja kalau kau bisa! Ah, sabar...aku masih belum membongkar siapa di balik penggelapan dana hingga omset perusahaanku menurun!
Jika tidak, aku yang akan menyeretmu keluar dari peruhaanku ini!
Sedangkan Gunawan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Keisya, Gunawan terpesona dengan kecantikan Keisya. Putih, tinggi, dan lekuk tubuhnya yang sempurna walaupun hanya memakai collute pants, namun sangat pas di tubuhnya. Di tambah rambut hitam pekatnya yang menambah kecantikan Keisya lalapati. Tentu membuat semua pria tak berkedip melihat Keisya termasuk Gunawan.
" Tuan, apakah anda mau melanjutkan permainan kita? Maafkan atas keteledoran dia. Dia masih karyawan baru!" Ucap Stella berubah langsung menampakkan sisi manisnya di depan Gunawan. Amarahnya mulai reda dan ingin melanjutkan pautannya dengan Gunawan. Mereka memadu kasih sampai di pertengahan, bagaimana bisa Stella menghentikannya di saat nafsunya telah berkobar.
" Sebentar, aku akan segera kembali!" Ucap Gunawan. Perhatiannya masih terarah kepada Keisya. Bahkan Gunawan tidak sedikit pun marah dan merasa keberatan karena kenikmatannya baru saja di ganggu oleh Keisya.
Sedangkan Stella menjadi terperangah dengan mulut terbuka. Apakah Gunawan tidak ingin melanjutkan permainannya dengannya? Fikir Stella. Baru kali ini Gunawan mengacuhkannya.
" Kau akan pergi kemana tuan?" Teriak Stella.
Brengsek! Ada urusan penting apa kau sampai meninggalkanku dengan keadaan begini! Sial! Ini gara- gara perempuan bodoh itu!
Stella hanya bisa mengumpat melihat kepergian Gunawan yang begitu saja.
***
Gunawan berjalan sambil merapikan busananya yang berantakan. Ia bergegas mengejar Keisya yang masih tidak jauh darinya. Gunawan begitu tertarik dengan Keisya. Kecantikan Keisya membuat Gunawan berani mengacuhkan Stella yang siap melayani nafsunya sebelumnya.
Akhirnya Gunawan bisa mengejar Keisya dengan posisi kini tepat di sebelah Keisya. Bahkan menyamai langkah kaki Keisya yang beritme.
__ADS_1
" Hai.." Ucap Gunawan tersenyum manis.
Mengapa aku baru mengetahui jika ada karyawan baru secantik dia!
Gunawan? Ada apa dia menyapaku? Apa dia juga ingin marah kepadaku untuk mewakili wanita murahan itu?
" Emps, Bagaimana bekerja disini, apakah kamu menemukan kesulitan?" Ucap Gunawan berbasa-basi. Gunawan meluncurkan jurus andalannya sebagai pria ahli pemikat wanita. Yah, siapa yang tidak tertarik dengannya, selain kedudukannya sebagai direktur, tampang gunawan cukup lumayan. Namun, tentu tidak ada apa-apanya di banding Keisya yang merupakan pemilik perusahaan tersebut.
" Nyaman! Jika seandainya tidak ada orang yang..."
menyalahgunakan jabatannya atau mengambil gaji buta sepertimu.
" orang apa?" Tanya Gunawan yang mendengar ucapan Keisya yang terjeda.
" Tidak ada apa- apa.! Singkat Keisya.
" Jika ada masalah, aku sendiri yang akan membantumu. Namaku Gunawan direktur disini. " Ucap Gunawan sambil menjulurkan satu tangannya untuk mengenal Keisya.
Ia aku tau kau merupakan direktur. Apakah jabatan itu membuatmu bangga? Bahkan kau tidak pantas menyandang jabatan sebagai direktur jika sikapmu seperti ini!
" Namamu cukup cantik, sama seperti pemilik namanya!" Ucap Gunawan melihat nama samaran Keisya di nametag kerjanya. Sedangkan Keisya tidak ingin mendengar ucapan Gunawan yang mencoba untuk mendekatinya.
" Hy, Mawar!" Teriak Keisya kepada Mawar yang lalu lalang tidak jauh dari hadapannya. Keisya sengaja memanggil Mawar untuk menghindari Gunawan. Tanpa sepatah katapun untuk mengakhiri perbincangan Gunawan dan dirinya, Keisya memilih bergegas berlari ke arah Mawar.
" Apa??dia meninggalkanku!" Ucap Gunawan melihat kepergiaan Keisya dan merasa telah di acuhkan.
__ADS_1
Jangan katakan jika aku, Gunawan tidak bisa memilikimu. Kau sendiri yang akan bersimpuh mengharapkanku! wanita mana yang menolak kekayaanku dan ketampananku ini.