
" Untung tidak terjadi sesuatu dengan tuan muda kita. Bisa-bisa kita akan di pecat oleh Tuan Nigel!" Ucap Bodyguard Carlos yang sedang asik berbincang di lorong hotel. Mereka terlihat baru saja keluar dari kamar hotel yang tak jauh dari kamar hotel Carlos dan Keisya berada.
" Benar, hampir saja kita gagal menjalankan tugas. Tapi akting kita benar-benar bagus kan? Nona Keisya sungguh percaya jika tuan muda benar-benar sakit!" Ucap Bodyguard lainnya yang berada di hadapannya.
" Benar! Pasti tuan muda senang dan sebentar lagi kita akan naik pangkat menjadi bodyguard senior!" Ucapnya.
Disisi lain Keisya mendengar perbincangan mereka, karena Keisya berniat mengambil baju ganti di kamar hotelnya sendiri. Diam-diam tanpa suara, Keisya menguping pembicaraan kedua bodyguard tersebut.
Apa? Jadi, selama ini Carlos sudah membohongiku? Dan kenapa aku baru merasa jika runtuhan tersebut tidak mengenai kakinya? Dasar bodoh! Arghhh.. Carlos awas saja kau! Apa maksudmu mempermainkanku?
Jangan-jangan dokter tersebut adalah dokter gadungan?
" Untung aku sudah bagi ajar ke dokter gadungan itu. Jika tidak, rencana tuan akan berantakan!" Ucap salah satu bodyguard yang berjalan terus menjauh dari tempat Keisya bersembunyi.
Kan benar! Arggggggghhhh...Dasar serigala jantan!
Setelah itu Keisya bergegas menghampiri kamar Carlos dengan perasaan marah.
__ADS_1
Dimana dia? Rupanya kakimu memang benar-benar tidak sakit.
Keisya mendengar suara air shower bergemuruh sepertinya Carlos berada di kamar mandi. Disisi lain Carlos memang sengaja menyempatkan diri untuk membersihkan diri saat Keisya tidak berada di dalam kamarnya. Ia merasa risih dengan badannya yang terasa lengket karena seharian tidak mandi. Setelah beberapa menit Carlos habiskan untuk mandi akhirnya tubuh Carlos terlihat segar dan wangi. Ia pun keluar dari kamar mandi.
" KEI!!" Carlos langsung terlonjak kaget melihat Keisya tepat berada di hadapannya saat ini. Keisya menatap Carlos dengan tatapan tajam dan menakutkan, seakan Carlos merupakan mangsanya.
" E..e..kakiku sudah sembuh!" Ucap Carlos gelagapan dan tertawa terpaksa.
" Benarkah? Apakah kau bahagia sekarang?" Ucap Keisya menekankan perkataannya.
" Benar, apakah kau tidak lihat aku berdiri sempurna?" Ucap Carlos masih terdiam di tempat.
" Menakjubkan!" Ucap Keisya merasakan obat yang terasa manis.
" Maaf Kei, aku melakukan ini..." Ucap Carlos karena kebohongannya terbongkar.
" Stop...kerja sama kita batal!!! Awalnya aku merasa bersalah atas apa yang menimpamu karena kau menolongku. Tapi kau memainkan perasaanku Carl. Apakah menurutmu aku sama dengan perempuan lain, yang terjatuh di pelukanmu karena beribu muslihatmu itu. Kau salah menilaiku! Dan jaga sikapmu! Bukankan di sampingmu ada wanita yang dulu pernah menjadi sahabatku! Aku tidak ingin bodoh untuk kedua kalinya. Apakah kau juga bersekongkol dengannya untuk meraup kekayaanku?" Ucap Keisya dengan mata menyala. Keisya merasa jika perasaanya sedang di permainkan oleh Carlos.
__ADS_1
Tanpa ingin mendengar penjelasan Carlos, akhirnya Keisya bergegas meninggalkan kamar Carlos yang sedang diam membeku.
Apa maksudnya? wanita lain? pernah bersahabat? Apakah Meimei yang dia maksud? Dari dulu aku tidak pernah memiliki hubungan dengan Meimei! Apa meraup kekayaan? Untuk apa? Aku rasa kekayaanku sudah lebih dari cukup! Untuk apa aku meraup kekayaanmu yang tidak sebanding denganku! Usaha tambang, usaha mebel, perhiasan.. itu sudah cukup untuk tujuh turuan! dengan aku duduk diam saja.
Ah, kenapa jadi begini..Aku hanya ingin lebih dekat denganmu Kei.
Akhirnya Carlos bergegas mengejar Keisya ke kamarnya dengan handuk kimono yang masih menempel di tubuhnya. Carlos dengan mudah masuk kamar hotel Keisya karena Keisya membiarkannya terbuka dan sedang mengemas pakaiannya ke dalam koper.
" Kei, kau salah paham! Kita harus lanjutkan kerja sama kita. Kita sudah datang sejauh ini. Jangan membuang waktumu. Bukankah kau sangat menghargai waktu." Jelas Carlos. Sedangkan Keisya tak acuh dan terus mengemas barangnya.
" Salah paham? kau berpura-pura sakit! Kau telah membodohiku, Kau telah membohongiku, kau mempermainkan perasaanku. Aku sudah tidak tertarik dengan lahan tambangmu!!" Ucap Keisya selesai berkemas dan bergegas keluar hotel dan bergegas meninggalkan Carlos. Keisya sudah tidak tahan dengan sikap Carlos. Walaupun lahan tambang tersebut sangat menggiurkan.
" Kei tunggu..Kita selesaikan kesalahpahaman ini dulu dengan baik-baik." Ucap Carlos mengejar Keisya. Bahkan para tamu hotel merasa heran melihat Carlos hanya menggunakan kimono. Sedangkan para wanita lainnya hanya terkagum-kagum melihat Carlos sangat tampan dan segar.
Akhirnya Keisya menghentikan taxi dan taxi yang di tumpangi Keisya melesat cepat meninggalkan Carlos.
" Sial!" Carlos pun akhirnya kembali ke dalam kamar hotelnya dengan perasaan bersalah. Ia pun baru menyadari jika dirinya hanya memakai kimono yang menarik perhatian para tamu.
__ADS_1
Aku harap aku tidak pernah bertemu denganmu lagi! Brengsek.. Kenapa aku juga ikutan luluh dengan sikapnya! Ah, apakah aku sudah gila?
Keisya mengumpat dalam hati di dalam taxi sepanjang perjalanan. Dan menelfon Roby untuk segera menjemputnya. Sebuah taxi tidak mungkin mengantarnya sampai ke kediamannya.