Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Bertemu lagi dari sekian tahun


__ADS_3

Mereka saling menatap, Keisya dan tante Carlos. Terdiam di tempat, seakan waktu terhenti. Carlos menjadi begitu heran ketika Keisya menghentikan langkahnya untuk menuju dirinya. Bahkan raut wajah Keisya telah berubah drastis. Datar tanpa ekspresi. Sedangkan wanita paruh baya tersebut tersenyum.


" Kei...!!!" Teriak Carlos melihat Keisya tidak jadi menghampiri dirinya melainkan lari begitu saja.


" Kei, tunggu!" Lanjut Carlos.


Entah mengapa air mata Keisya langsung terjatuh membasahi kedua pipinya, sambil berlari menuju mobilnya. Sedangkan Carlos mengikuti langkah Keisya. Namun terlambat, Keisya sudah menyalakan mesin mobilnya dan melesat cepat.


Carlos tidak mempunyai kesempatan mengejar Keisya, ia tidak mungkin meninggalkan tantenya sendiri. Carlos kembali menuju tantenya berada. Carlos menjadi heran dan tidak mengerti dengan keadaan tersebut yang baru saja terjadi. Beberapa kali Carlos menghubungi Keisya. Namun tidak ada jawaban.


" Brengsek!!!" Ucap Keisya melajukan kecepatan mobilnya.


Ha! Sekian lama kau meninggalkanku. Aku cukup bahagia. Sekarang kenapa kau muncul dihadapanku kembali? Apa maumu? Aku sudah melupakan kenangan terburuk dalam hidupku! Aku tidak pernah ingin terlahir di rahimmu. Dan, kenapa kau muncul di samping orang yang aku cintai? Tidak, aku harap aku salah mendengar! Kau tidak mungkin menjadi bagian diacara bahagiaku. Aku tidak sudi!!!


Crittttttt....


Keisya hampir saja salah fokus dan hampir kehilangan kendali. Keisya dengan cepat menepikan mobilnya di pinggir jalan. Jika tidak, mungkin Keisya akan mengalami tabrakan maut dengan kendaraan lain.

__ADS_1


Keisya menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya di atas setir mobil. Keisya menangis tersedu-sedu. Ya, Keisya tentu tidak melupakan wajah ibu yang telah melahirkannya walaupun ia ingin sekali menghapus ibu kandungnya dari ingatannya. Namun apa daya, sampai saat ini Keisya masih mengingat jelas. Walaupun Anisa sudah tidak muda lagi, tidak banyak perubahan di dirinya. Dia masih terlihat segar. Wanita paruh baya yang bersama Carlos merupakan Anisa. Ibu kandung Keisya.


Bagaikan ledakan bagi Keisya yang meruntuhkan kebahagiannya saat ini. Membuat Keisya berfikir ulang tentang lamaran sang kekasih yang ia cintai.


Keisya menangis, menumpahkan isi hatinya melalui air matanya.


"Ah, sial..."


"Aku benci kepadamu, aku sangat membencimu. Mengapa kau muncul lagi! Apa kau ingin menghalangi kebahagiaanku lagi? Kau pasti malu, karena mama Hanna membesarkanku menjadi gadis sebaik ini. Apa kau tau? Papa dan aku menganggapmu telah mati! Hahaha..apa yang ku lihat merupakan arwahnya?..hiks..tidak!" Ucap Keisya mengumpat sambil menangis. Beberapa kali membanting setir mobilnya. Hatinya begitu sakit dan menjadi runtuh ketika melihat Anisa ibu kandungnya. Keisya masih mengingat dengan jelas, bagaimana Anisa meninggalkan dirinya dan juga ayahnya yang terkapar dengan banyak darah. Keisya begitu malu, mempunyai seorang ibu seperti Anisa. Tidak dipungkiri jika Keisya masih begitu marah kepada sosok Anisa.


Beberapa kali ponselnya berdering. Keisya langsung menolak panggilan Carlos dan juga mematikan ponselnya. Keisya melajukan mobilnya kembali dengan air mata yang turun tanpa henti. Membasahi pipi putih tersebut. bahkan mata sipit itu telah memerah. Pandangannya kosong, ingatannya bernostalgia kembali ke masa lalu. Masa yang paling buruk baginya.


Keisya membisu dan hanya terisak, memeluk sang mama dan juga papanya.


" Ada apa sayang?" Ucap Hanna.


" Jangan membuat kita khawatir Kei, katakan..mengapa kau menangis?" Timpal Gardapati.

__ADS_1


" Hiks..pa..Batalkan acara lamaran ini. Kei, tidak ingin menikah dengan Carlos pa!" Ucap Keisya sambil sesegukan.


" Apa???" Ucap Hanna terkejut bukan main dengan keputusan sang putri yang secara tiba-tiba. Hanna mengetahui bagaimana mereka saling mencintainya lalu mendengar kabar buruk yang baru saja Keisya luncurkan.


" Apa? Kenapa? Apa Carlos menyakitimu?" Tanya Gardapati cukup penasaran.


" Tidak pa..hiks.." Ucap Keisya menangis.


" Lalu, apa yang membuatmu begini sayang?" Ucap Gardapati dengan raut wajah serius ingin tau alasan sang putri menangis.


" Aku melihat Wanita yang paling kita benci!" Ucap Keisya.


" Apa?????" Ucap Gardapati membuka mulutnya lebar-lebar.


" Apa maksudmu itu Anisa? " Ucap Hanna.


" Lalu apa hubunganmu dengan wanita itu sayang??" Tanya Gardapati lagi.

__ADS_1


" Karena dia adalah tante Carlos pa!" Ucap Keisya yang membuat Hanna dan juga Gardapati langsung terdiam. Nama yang cukup sensitif, yang membuat Hanna dan Gardapati tidak dapat memberi pendapatnya sekarang.


__ADS_2