
" Teman sekolah non Keisya tidak meneruskan sekolahnya, kata Journey dia bekerja di restauran kecil. Journey mengirimkan foto dia yang sedang bekerja kepadaku. Ini non!" Jelas Roby menjelaskan hasil penyelidikannya yang di berikan oleh bodyguard Gardapati yang berada di Indonesia. Sambil tetap fokus menyetir.
Keisya bergegas mengambil ponsel Roby dan langsung melihat foto Meimei. Meimei yang sedang menyajikan pesanan yang di order oleh customer di meja kasir.
" Sungguh kasian! Andai saja kau tidak mengkhianatiku Mei." Ucap Keisya merasa prihatin melihat sosok Meimei saat ini.
" Nad, Apa kau tau perjalanan klien kita, Carlos. Apa sebelum ke Tokyo dia melakukan perjalanan ke negara lain?" Jelas Keisya kepada Nada yang berada satu mobil. Nada duduk tepat di samping Roby. Sedangkan Keisya duduk di kursi belakang.
" Tuan Carlos semenjak ayahnya meninggal sudah jarang sekali menapakkan kakinya di indonesia. Dia menggali peluang di negara lain. Yang aku ingat, Dua tahun lalu dia berada di Amsterdam, lalu Beijing, Amerika terakhir disini nona." Jelas Nada. Dengan penjelasan Nada, Keisya berfikir jika Carlos memang tidak memiliki kesempatan bertemu dengan Meimei, dengan begitu Keisya berfikir jika Carlos sibuk bekerja dan memang tidak memiliki hubungan dengan mantan sahabatnya, Meimei.
Benar, aku rasa memang Carlos tidak memiliki hubungan apapun dengan Meimei. Jadi selama ini Meimei hanya mengaku-ngaku! Dia benar-benar mencintaiku! Aku melihat sendiri album galerynya yang penuh dengan fotoku. Ah, apakah aku menyiksa hatimu selama 5 tahun. Aku tidak menyangka aku dapat menarik hatimu secepat itu.
***
Keisya sudah sampai di Apartemen mewahnya. Ia turun dari mobil bergegas menuju pintu Apartement. Lalu ia membuka pintu Apartement, menyalakan lampu ruangan tengah. Hari sudah begitu malam.
__ADS_1
" SUPRISEEEEEE....."
" Selamat ulang tahun Putri cantikku!"
Seketika Keisya terkejut melihat kedua orang tuanya, Gardapati dan juga Hanna. Mereka sedang memegang caketart dengan lilin 24 tahun. Yah, malam ini adalah ulang tahun Keisya Lalapati ke 24 tahun. Keisya pun tersenyum dengan air mata menggenang melihat kedua orang tuanya yang lama ia rindukan. Karena kesibukannya Keisya tidak dapat pulang hingga Gardapati dan Hanna sendirilah yang datang menjenguk putri kesayangannya tersebut.
Bahkan ruang tamu tersebut telah di desain sedemikan rupa. Balon berwarna biru, bahkan dinding telah di penenuhi oleh pernak pernik ulang tahun berwarna merah muda untuk menyambut Keisya, sesuai dengan warna kesukaan Keisya biru dan merah muda. Gardapati dan Hanna tepat datang di siang hari. Saat itu mereka mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk sang putri.
Gardapati dan Hanna juga memakai topi kerucut. Keisya pun berlari memeluk kedua orang tuanya. Lalu Hanna memasangkan topi kerucut yang sama dengannya di kepala Keisya.
" Pa, ma.. Kei sangat merindukan kalian! Hiks..." Ucap Keisya masih berada di pelukan Hanna dan juga Gardapati. Keisya tidak bisa menahan rasa bahagianya, seketika ia tumpahkan lewat air mata yang mulai deras.
" Kita juga sangat merindukanmu sayang!" Ucap Gardapati dengan mata berkaca-kaca.
" Sayang tiup lilinnya dulu! Nanti wajah cantik putri mama ini hilang karena menangis." Ucap Hanna mengelap air mata Keisya. Keisya menatap Hanna dan Gardapati terlebih dahulu dengan lekat dan senyuman mengembang. Yang pada akhirnya Keisya menuruti permintaan sang mama.
__ADS_1
" Eitss.. berdoa dulu. Apa yang ingin kau capai tahun ini sayang!" Ucap Hanna tersenyum melihat putrinya yang bertambah umur dan semakin cantik.
" Baiklah ma. Berilah kesehatan kepada papa dan juga mama. Aku ingin melihat mereka selalu bahagia. Ma, pa terima kasih sudah membesarkanku dengan penuh cinta. Tanpa kalian, Kei tidak mungkin mencapai impian Kei. Aku harap kita bisa selalu berkumpul, dan.."Ucap Keisya ingin menambah doanya.
" Dan.. Bagaimana dengan hatimu? Apa doa untukmu sayang." Ucap Hanna mengangkat salah satu alisnya dan tersenyum. Melihat putrinya sudah beranjak dewasa dan lambat laun akan memiliki pasangan.
Keisya yang mengerti langsung memejamkan matanya dan berdoa tanpa suara. Setelah itu Keisya meniup lilin ulang tahunnya. Dan memeluk Hanna dan Gardapati kembali. Rasa rindunya masih belum terlepas semua kepada kedua orang tuanya.
" Ma, pa.. Dimana adik-adikku? Apakah kalian datang berdua saja?" Ucap Keisya mengingat adik kembarnya yaitu Axel dan Alexa.
" Tentu kami membawa adik-adikmu sayang. Mereka sudah tertidur!" Jelas Hanna. Setelah memotong cake, dimana cake pertama di berikan kepada Gardapati dan Hanna. Keisya menyuapi langsung kepada mulut Hanna dan Gardapati. Keisya pun beranjak menuju kamar adik-adiknya berada. Dia juga sangat merindukan adik kembarnya itu.
" Kei akan tidur bersama Axel dan Alexa ma. Kei sangat merindukan mereka." Jelas Keisya ingin mencium pipi adiknya yang gembul-gembul.
Keisya tersenyum saat tiba di kamarnya, ia melihat bagaimana adik kembarnya tersebut tertidur begitu nyenyak. Rasa lelahnya terasa menghilang melihat keluarganya. Keisya langsung berbaring di sebelah Alexa dan memeluk kedua adiknya tersebut.
__ADS_1
" Kakak sangat merindukan kalian, sayang!" Ucap Keisya mencium satu-satu setiap kening adiknya.