Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
16


__ADS_3

gemercik air hujan terdengar begitu keras dan angin berhembus begitu kencang tak menggoyah kan ke ingin kiara yang ingin duduk bersantai di balkon kamar nya dan leo


ia tengah termenung memikir kan suatu hal yang seharus nya ia ke tahui tapi kenyataannya apa? dia hanya seperti orang bodoh tak tau apapun tentang suatu hal yang seharusnya ia ketahui


haruskah ia bertanya kepada leo? apakah leo mengetahui nya? huff.. jangan menghina ku karena aku melupakan tujuan awal ku sebenar nya memang nyatanya saja diri ku ini pelupa


"haissh... sangat membosan kan"lirih nya sembari mengulurkan tangannya mengambil segelas teh yan ia buat tadi lalu menyesap nya


kiara kembali teringat sesuatu ia termenung membayang kan seperti apa reaksi naila saat menerima kabar bahwa ia mengundur kan diri dan juga bagaimana respon dari para fans nya ketika menerima kabar ini pasti mereka sangat kecewa pikirnya merasa sedih


astaga mengapa kiara begitu bodoh? kan ia masih bisa melihat berita di televisi


dengan bersemangat kiara beranjak dengan cepat berjalan ke arah televisi yang ada di kamar mereka baru saja kiara ingin memencet tombol on tangan nya sudah lebih di tahan oleh sebuah tangan kekar


"kan sudah ku katakan jangan nakal"


°°°°


"davit! handel semua pekerjaan ku! aku haris segera pulang, perasaan ku tak enak"leo meletak kan kembali telfon nya


ahh... baru saja setengah hari ia meninggal kan kiara tapi mengapa diri nya sudah merasa cemas saja"cepat antarkan aku ke mansion"perintah leo setelah memasuki mobil milik nya

__ADS_1


"baik tuan"


dengan segera mobil berjalan keluar dari parkiran perusahaan milik leo yang ia bangun sendiri mati matian selama 3 tahun belakangan ini


setelah sampai di mansion buru buru leo keluar dari mobil tak memperdulikan deras nya hujan berlari memasuki mansion lalu menaiki tangga dengan tergesa gesa


leo membuka pintu kamar nya setelah sampai di depan pintu kamar nya


diedarkan nya pendangan nya di seluruh sudut kamar ketika mendapati kiara mata nya membulat, tidak! ini tidak boleh terjadi


"kan sudah ku katakan jangan nakal"peringat leo ketika ia sudah berhasil menahan pergerakan tangan kiara


leo terdiam mengapa ia selalu kalah jika sedang bersama kiara? kemana diri nya yang dulu yang selalu menang dari siapapun


"aku tak menyembunyi kan apapun dari mu. hanya saja untuk saat ini aku mohon turuti apa kata kata ku, ada yang harusku jaga supaya ia tak pergi jauh"ujar leo membawa kiara kedalam dekapan nya dan kiara hanya menurut


"aku hanya ingin melihat berita, bagaimana reaksi para fans ku ketika mereka mengetahui bahwa diriku mengundur kan diri"lirih kiara di dalam dekapan leo


apa yang sebenar nya di sembunyikan oleh leo dan keluarga leo dari diri nya, hey! kiara tidak sebodoh itu, dari awal pernikahan mereka juga ia sudah merasa ada yang janggal tapi ia tetap diam begitulah sifat yang sudah mendarah daging bagi kiara


"nanti. ada saat nya kau boleh melakukan apapun yang kau mau setelah masalah itu selesai"

__ADS_1


"masalah? masalah apa?"kiara mendongak kan kepalanya karena ia hanya setinggi dagu leo menatap mata leo dengan penasaran


leo mengangguk lalu kembali menenggelamkan wajah kiara di dada bidang nya"ya. masalah itu sangat rumit"lirih leo mengelus surai coklat kiara


kiara menghela nafas nya, mengapa tiba tiba saja jiwa kepo nya menghilang entah kemana, ia hanya merasa takut tak tau takut karena apa. mengapa ia merasa lebih baik dirinya tak mengetahui masalah yang di katakan leo pada nya


"lebih baik kau menggati pakaian mu, kau sangat basah"kiara melepas kan dekapan leo dan mendorong dorong tubuh leo ke arah kamar mandi


tok tok tok


"aku membuka pintu dulu"ucap kiara


"kau tak ingin memandikan ku"goda leo mengerlingkan mata nya pada kiara


kiara berbalik menyembunyikan lengkungan tipis yang terpatri di wajah nya"cepat lah mandi"ujar nya lalu berjalan membuka pintu kamar


ceklek


"maaf nona. saya hanya ingin mengantar kan tas kerja tuan muda yang ketinggalan di mobil"ucap orang itu setelah pintu terbuka


kiara mengangguk setelah menguasai diri nya yang sempat terkejut"terimakasih"kiara mengambil tas kerja itu dengan senyuman yang tulus lalu kembali menutup pintu kamar

__ADS_1


__ADS_2