
"LAURA"
wanita itu. laura, menatap leo yang tengah berjalan cepat kearahnya, sedangkan kiara ia menunduk meratapi kue kue yang sedari tadi ia hias dengan susah payah hancur dalam sekali hentakan
leo terus berjalan melewati laura yang menatap nya penuh arti
"apa kau tak apa apa"leo bertanya kepada kiara sesaat setelah ia sampai di hadapan kiara
ia sadar. ia harus menahan emosi nya sebisa mungkin, atau hal yang tak ia ingikan terjadi nanti
kiara menggeleng
"ayo. lebih baik kau berada di kamar saja"dan kiara hanya menurut, mengikuti langkah leo yang menuntunnya ke kamar, tapi sebelum leo beranjak ia melayangkan tatapan tajamnya ke arah Laura
kiara menatap wajah leo saat mereka telah sampai di dalam kamar dengan posisi kiara yang duduk di pinggiran kasur sedangkan leo yang sedangkan leo sedang mandi
pintu kamar mandi terbuka menampilkan leo yang sedang mengusap rambutnya dengan dada bidangnya yang terpampang jelas di mata kiara
"kak leo, mengapa kau tak memakai baju?"kiara menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya
leo yang berniat jahil pun berjalan mendekati kiara tapi dengan cepat kiara bangkit berjalan ke arah balkon dan mengunci pintu balkon itu dari luar
__ADS_1
"pakai baju dulu!"teriak kiara supaya leo dapat mendengar suaranya dari balik kaca, ya memang benar pintu balkon itu terbuat dari kaca jadi kiara dan leo dapat leluasa saling bersitatap walau pintu balkon yang sedang tertutup tak ayal menjadi pengganggu dari adegan tatap tatapan mereka
leo berjalan agar lebih dekat dengan pintu balkon itu"aku pakai bajunya disini ya!"leo juga ikut berteriak tapi bedanya disini leo berteriak untuk menggoda kiara
kiara membalikkan tubuhnya menyembunyikan pipinya yang mendadak panas karena ulah leo
leo menjauh dari pintu balkon mencari kunci cadangan di laci nakas yang terletak di samping tempat tidurnya dan kiara
setelah dapat ia berjalan ke arah balkon lagi, ternyata kiara masih setia memunggunginya sedari tadi
leo menyeringai, membuka pintu balkon itu menggunakan kunci cadangan yang ia ambil tadi dari laci nakas
sedangkan kiara tak menyadarinya, ia sendiri masih fokus menormalkan detak jantungnya yang semakin menggila padahal ini bukan kali pertama leo menggodanya, tapi mengapa tetap saja jantungnya berdetak lebih cepat jika ia berdekatan dengan leo juga ketika leo menggodanya, pipinya akan terasa memanas tak tau kenapa
"Aaaaa...."kiara terpekik
leo menutup mulut kiara dengan sebelah tangannya
"bagaimana bisa?"kiara bertanya sembari membalikkan tubuhnya menatap leo dan pintu balkon secara bergantian
leo mengangkat bahunya acuh, ia lebih fokus kepad raut wajah kiara yang terlihat sangat menggemaskan di mata leo
__ADS_1
kiara menghela nafasnya, ia lupa tentang keberadaan kunci cadangan yang berad di laci nakas, tapi sedetik kemudian mata kiara sukses membulat
"kau belum mengenakan pakaian sedari tadi?"kiara bertanya dengan raut wajah yang menggambarkan 'hey! yang benar saja'
leo sendiri tak peduli, justru leo membawa tubuh mungil kiara kedalam dekapannya dan menumpukan dagunya di pundak sebelah kanan kiara
"buat dedek bayi yok"kata kata itu dengan lancarnya keluar dari mulut leo, tak memikirkan lebih dulu seperti apa reaksi kiara
kiara melepas pelukannya, menatap tak percaya pada leo"apakah di fikiran mu tak ada yang lain selain itu?"
leo menggeleng polos
kiara mendengus kasar"aku tak mau"sarkasnya lalu berjalan masuk ke kamar
leo juga mengikuti langkah kiara
seadangkan yang diikuti tak peduli ia tampak asik memilih beberapa novel dari rak buku pribadi milik leo, ternyata suaminya itu suka membaca novel juga
"aku ingin ada dedek bayi di sini"Leo memeluk kiara dari belakang dengan tangan yang mengusap perut rata kiara
"kayaknya, usaha akau kemaren gagal ya?"leo berujar lesuh
__ADS_1
kiara menautkan kedua alisnya tak paham"usaha? usaha apa?"
Leo menyeringai"usaha buat dedek bayi"