
Adnan menghela napas berat saat mendengar ucapan dari istrinya, ia langsung mengelus kepala istrinya yang tertutup hijab, lalu mengecup kening istrinya cukup lama.
"Tenangkan dirimu Jamila, jangan menyikapi semua permasalahan dengan emosi, bukan hanya mas yang tidak suka ucapan Jamila, tapi Allah juga tidak suka kalau sikap Jamila menjadi orang pendendam."
Adnan tetap menasehati istrinya dengan baik walau pun ia sendiri juga tidak terima saat istrinya di hina, bahkan ia juga memiliki dendam hingga memberikan peringatan pada Intan dengan memberhentikan kerja sama dengan Arseta Grup.
Namun Adnan tidak ingin istrinya salah langkah, jadi untuk itu ia menasehati istrinya, istrinya masih butuh banyak bingbingan darinya.
Sella menghela napas berat saat mendengar jawaban dari suaminya, ia tidak tau kenapa suaminya itu selalu saja baik pada orang lain, walau pun ia tau kalau suaminya tetap membelanya, tapi tetap saja jawaban dari suaminya membuat ia kesal sendiri.
Sella merasa percuma punya suami kaya kalau pada akhirnya ia tidak bisa membalas mereka dengan penderitaan.
"Mas itu ngesilin, bukannya membela Jamila!"
Sella berbicara dengan wajah memerah, ia kesal pada suaminya.
"Lagian punya ke dudukan apa suami kamu di sini sampai-sampai kamu ingin memecat artis senior? Jangan lupa kamu artis pendatang baru!"
Yang berbicara adalah salah satu artis yang menonton adegan mereka dari awal. Sella hanya diam, ia tidak menanggapi pertanyaan dari salah satu artis itu yang bernama Celara karena ia ingin tau jawaban apa yang akan suaminya katakan pada Celara.
"Artis pendatang baru atau artis senior yang mencari masalah dengan istri saya siap-siap saja karir kalian ada di tangan saya!"
Dret... Dret...
Bunyi suara telpon masuk membuat Adnan menghentikan ucapannya, ia langsung merogoh saku celananya dan mengangkat telpon itu.
"Assalamualaikum Kek."
"Wa'alaikumsalam, cucu bandel, kemana saja?! 30 menit lagi pengenalan menjadi CEO baru, baru mau kenalan saja sudah tidak datang!"
Adnan hanya tersenyum meringis saat mendengar omelan dari Kakeknya, ia yakin kalau wajah Kakeknya sedang memerah karena emosi, ia tau kalau Kakeknya tidak suka orang tidak di siplin.
__ADS_1
"Iya ini sebenar lagi Kek, Jamila sedang ada masalah dengan teman seprofesinya."
"Pecat saja yang mencari masalah! Jangan di buat ribet dan jangan memandang kata kasihan, ingat istri itu perhiasan dunia."
Adnan menghela napas kasar saat Kakeknya membela istrinya, bukan membela memberi masukah ke jalan yang benar, tapi membela menyuruh istrinya memiliki dendam.
"Terserah Kakek, Adnan tutup dulu telponnya. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Setelah memutuskan sambungan telpon Adnan langsung memasukan lagi ponselnya ke dalam saku celananya.
"Gini Kalisa, Erik, Intan, saya ingin kalian saling minta maaf pada istri saya, begitu pun istri saya, tapi saya tidak mau kalau kejadian ini terulang lagi, apa lagi sampai main tangan, mungkin bukan hanya karir kalian yang hancur, saya juga akan menuntut kalian ke pengadilan, bukan saya memanjakan istri saya, tapi jelas di Cctv itu yang mulai bukan istri saya."
"Tidak ada sejarahnya seorang Kalisa minta maaf, apa lagi pada artis pendang baru."
Riana berbicara sambil tersenyum mengejek pada Kalisa, ia memang tidak suka dengan Kalisa yang terlihat alim, tapi Kalisa selalu merasa berkuasa, dan suka menindas artis pendatang baru yang langsung populer, Kalisa selalu tidak suka dengan hal itu.
"Iya maaf, tapi itu memang pakta."
Erik menghela napas berat saat mendengar ucapan dari Riana yang menyudutkan Kalisa, apa ia tidak tau banyak tentang Kalisa walau pun sesama artis senior dan sering bermain di film yang sama. Adnan langsung melihat jam tangannya, ia langsung menghela napas berat saat waktunya semakin mepet.
"Erik, silahkan kamu minta maaf terlebih dahulu, di mulai dari lelaki."
Erik menghela napas pelan, ia ikut membela Kalisa membuat ia ikut imbasnya, apa lagi ia juga tidak tau siapa Adnan, yang jelas ia merasa kalau Adnan sangat berkuasa di sini, sedangkan Reyhan dan Jamilah saja tidak begitu angkuh seperti Adnan saat ada masalah, tapi ia tau kalau banyak orang yang tidak mau mencari gara-gara dengan Reyhan dan Jamilah karena yang ia tau kalau mereka juga keluarga dari Alfero Grup dan hanya beberapa orang saja yang mencari gara-gara terhadap mereka, namun tidak sampai berkepanjangan seperti Adnan.
"Iya, aku minta maaf, aku tidak tau apa-apa, tapi sudah ikut campur pada permasalahan kalian, sekali lagi maaf Sel."
"Aku tidak mau memaafkanmu, mulut kamu itu keterlaluan!"
Adnan menghela napas berat sambil mengelus dada.
__ADS_1
"Jamila, tidak boleh seperti itu, sekarang Jamila maafkan Erik dan minta maaf juga, tolong mengerti mas sedikit saja jangan berdebat, mas sedang buru-buru, tadi Kakek sudah menelpon mas."
"Tapi mereka menyebalkan mas."
Sella menjawab ucapan suaminya dengan memasang wajah memohon sambil menggoyang-goyangkan lengan kiri suaminya dengan ke dua tangannya.
"Setiap orang pasti memiliki kesalahan Jamila, mas minta jangan di perpanjang, ayo maafkan Erik lalu minta maaf lagi pada Erik karena Jamila sudah menyiram baju Erik pakai sambal, itu bahaya kalau masuk ke dadanya, rasanya perih."
Erik yang melihat kelakuan Sella ia merasa jijik dan risih, apa lagi Sella lebih tua dari Adnan, tapi Sella bersikap kanak-kanakan, ia merasa kalau Sella tidak bercermin dengan usianya, usia Sella itu sudah pantas memiliki anak, namun masih saja bertingkah konyol.
Andai saja Sella itu istrinya, Erik sudah mengomelinya habis-habisan saat Sella bertingkah seperti anak kecil, tapi tidak dengan Adnan, ia melihat Adnan begitu sabar menghadapi sikap kanak-kanakan istrinya, sedangkan ia yang melihat adegan itu saja sudah memuakan.
"Iya sudah, Jamila maafin Erik. Erik aku minta maaf."
"Iya tidak apa-apa Sel."
Erik menjawab ucapan dari Sella sambil tersenyum lebar, walau pun rasanya sudah ingin muntah saat melihat sikap kanak-kanakan dari Sella.
"Sekarang giliran kamu Kalisa."
Kalisa menghela napas kasar, ia belum pernah minta maaf pada artis junior, bagai mana bisa ia di suruh minta maaf pada artis junior, ia penasaran dengan kedudukan Adnan di Alfero Grup, ia yakin kalau Adnan bukan hanya seorang artis di Alfero Grup, terlihat jelas kalau Adnan sangat berani.
"Iya aku minta maaf Sel."
Akhirnya kata maaf tidak ikhlas itu terucap juga dari mulut Kalisa. Kalisa tidak peduli tentang kedudukan Adnan, tapi ia minta maaf pada Sella karena ia tidak mau kalau Adnan menganggap ia wanita tidak jahat.
Sekarang saja Kalisa tidak bisa mendekati Adnan, apa lagi kalau ia tidak minta maaf, bisa jadi Adnan akan membencinya, ia tidak mau sampai itu terjadi, ia akan berjuang untuk mendapatkan Adnan
Setelah mendengar ucapan dari Kalisa, tawa semua orang yang sedang menyaksikan langsung pecah, mereka baru pertama kali melihat Kalisa minta maaf pada teman seprofesinya, biasanya Kalisa selalu saja melakukan semena-mena.
Kalisa yang mendengar tawa para artis ia menghela napas berat, ia tau kalau mereka sedang mengejek ia karena ini baru pertama kalinya ia minta maaf pada sesaorang, apa lagi pada artis pendatang baru hingga ia merasa kalau harga dirinya seperti sedang di injak-injak oleh mereka.
__ADS_1