Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Boneka Doraemon


__ADS_3

Seperti biasanya Keisya melakukan kesibukannya sama hal nya sebelum-sebelumnya. Saat ini Keisya menggunakan outfit palazzo berwarna putih dan juga cullote pants berwarna mocca. Dengan rambut yang di biarkan terurai. Bahkan bibir yang hanya dipoles dengan ligloss terlihat begitu memukau. Seperti biasanya Robby, orang kepercayaan Gardapati yang mengantar sang majikan mudanya.


" Non, ini kado buat non." Ucap Robby memberikan kotak hadiah kepada Keisya.


" Untuk Kei om, Kei buka ya om!" Ucap Keisya tersenyum dan mulai membuka kotak hadiah dari Robby. Robby mengangguk tersenyum.


" Wa...cantik sekali!" Ucap Keisya mendapatkan boneka yang sangat lucu. Walau pun Kei saat ini sudah menjadi wanita karier, namun kesukaannya terhadap boneka tidak hilang. Ia begitu menyukai boneka Doraemon. Keisya memeluk boneka yang tak terlalu besar tersebut.


" Maaf non, hanya itu yang bisa di berikan oleh om. Lain kali, om akan memberikan hadiah yang lebih menarik dari ini!" Ucap Robby sangat sungkan karena hanya sekedar memberikan sebuah boneka yang bernilai ratusan ribu saja.


" Tidak masalah om. Malah Kei seneng kok di berikan hadiah boneka emon! Hanya om yang tau keinginan Kei, tahun ini dan sebelumnya gak ada yang beri hadiah Kei boneka, selain om Roby " Ucap Keisya kepada Robby.


" Syukurlah, kalo non suka!" Ucap Robby tersenyum, bersyukur hadiah kecilnya bernilai di mata majikan mudanya tersebut.


Akhirnya Keisya turun dari mobilnya dan bergegas masuk ke dalam kantornya. Saat kaki Keisya mulai melangkah, salah satu karyawan wanita memberikan satu bunga.


" Untukku?" Ucap Keisya dengan wajah penuh pertanyaan. Sedangkan Karyawan wanita itu mengangguk tersenyum dan meninggalkan Keisya yang masih tercengang dengan setangkai bunga mawar merah di tangannya.


What? Apakah ini dari Carlos?


Keisya melangkahkan kakinya kembali, lalu tak cukup satu tangkai bunga. Karyawan berbeda memberikan setangkai bunga lagi.


" Tunggu, ini dari siapa?" Ucap Keisya begitu penasaran.


" Kekasih anda nona!" Ucap karyawan tersebut tersenyum dan meninggalkan Keisya.


Benar! Aku baru menyadari jika banyak wanita yang mengejarmu!


Dan setiap beberapa langkah Keisya menuju ruangannya. beberapa karyawan memberikan Keisya setangkai bunga. Mungkin sudah terdapat dua puluh tangkai bunga mawar merah di tangannya. Keisya hanya berdecak kesal. Membawa bunga sebanyak itu membuatnya sungguh sangat repot.


Lalu akhirnya Keisya sudah sampai di depan pintu ruangannya.Ia segera membuka pintu dan Keisya terbelalak.


Sebuah boneka Doraemon sebesar dirinya berada di hadapannya. Keisya langsung berlari senang dan memeluk boneka tersebut.

__ADS_1


" Uch lucunya..emps.." Keisya memeluk boneka Doraemon dengan senang. Boneka yang sungguh menggemaskan, sehingga Keisya menampakkan ekpresi lucu layaknya anak kecil.


" Ehem.." Ternyata Carlos duduk di kursi kebesaran milik Keisya. Keisya baru menyadarinya jika ada Carlos di dalam ruangannya. Keisya terlonjak kaget.


What? Carlos!


Keisya langsung terdiam melihat keberadaan Carlos yang tak di duga. Pipi Keisya menjadi merona menahan malu. Bahkan Keisya sempat mengetuk kepalanya karena bertingkah seperti anak kecil yang kegirangan. Menurut Keisya itu akan menghancurkan imagenya yang lama ia jaga. Sedangkan Carlos tidak menyangka, sesosok wanita angkuh yang lama ia kejar bisa bersifat kekanakan.


Apakah dia melihatku? Ah, pasti dia berfikir aku seperti baby. Ah, apakah boneka ini darinya juga?


Bagaimana dia bisa tau?


" Apakah kau sangat menyukainya? sehingga kau memeluknya begitu erat? Hahaha" Ucap Carlos tertawa meledek kepada Keisya yang sedang menahan malu karena bertingkah layaknya anak kecil yang sedang gemas dengan mainan baru.


Bagaimana dia tau? hanya om Roby yang tau aku masih menyukai boneka Doraemon sampai saat ini. Ih, om Roby!! Lihatlah, dia tertawa karena berhasil melihat sisi kekanakanku!


" Tentu, Kenapa tidak? Tidak ada batasan seseorang menyukai sebuah boneka. Dia begitu menggemaskan, bahkan tanpa mereka aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. mereka menyamankan!" Jelas Keisya.


" Mana mungkin! Dia lebih menggemaskan darimu!" Ucap Keisya melipat tangannya di depan dada.


" Aku tidak mungkin kalah dari boneka!" Ucap Carlos langsung menarik pinggang Keisya lalu menciumnya.


Keisya terlonjak kaget ketika Carlos seketika memaut bibirnya. Keisya hanya terdiam kaku ketika Carlos memaut bibirnya dengan baik. Bahkan pautan tersebut membuat mata Keisya terpejam. Begitu nyaman, dan terasa manis.


" Bagaimana? Aku menang kan!" Ucap Carlos menghentikan ciumannya.


Mana bisa boneka itu memberikan kenikmatan seperti ini,sayang! Haha.


Keisya yang sebelumnya terpejam langsung membuka mata, Kini Carlos berhasil membuatnya malu lagi. Bahkan pipinya kembali merona lebih merah di pipi putihnya.


Tiba-tiba ponsel Keisya berdering nyaring. Keisya langsung mengangkatnya. Mungkin panggilan tersebut benar-benar menyalamatkan Keisya dari Carlos yang berhasil membuatnya begitu malu di depannya.


Ah, syukurlah! kau menyelamatkanku.

__ADS_1


Tapi ini Panggilan dari peruhasaan Indonesia? ada apa ini?


" Hallo?" Ucap Keisya langsung berpaling dari tatapan Carlos.


" Apa?" Keisya terkejut.


" Bagaimana bisa? Baiklah, nanti aku hubungi kamu lagi!" Ucap Keisya mematikan sambungannya.


Sial! Bagaimana bisa dana keuanganku menurun! Pasti ada yang tidak beres. Aku harus menyelidikinya sendiri. Tapi, lahan tambang pemberian Carlos disini? Nada tidak akan mampu mengurusnya, kecuali...Carlos! Aku gak enak hati, mengatakannya.


Baru saja Keisya menerima panggilan dari para pekerjanya yang berada di kantornya, Indonesia. Raut wajahnya langsung berubah seketika. Carlos yang melihatnya mendadak khawatir melihat tampang kekasihnya seperti itu.


" Ada apa sayang?" Tanya Carlos melihat Keisya memikirkan sesuatu.


" Aku akan menyusul papa dan mama ke Indonesia. Kantorku yang berada di Indonesia bermasalah. Sepertinya ada yang tidak beres. Aku sendiri akan turun tangan langsung menyelediki persoalan di kantorku saat ini. Tapi, aku..." Ucap Keisya melihat Carlos.


" Apa? Kau mengkhawatirkanku?" Ucap Carlos. Sebenarnya Carlos memahami maksud Keisya. Namun selain itu, Carlos berharap Keisya mengkhawatirkan dirinya.


"Ee...bukan,Tapi..." Ucap Keisya.


" Ia aku tau, lahan tambang? Aku akan membantumu mengurusnya. Sesuai permintaanmu!" Ucap Carlos.


Tak bisakah kau mencemaskanku selain pekerjaanmu?


" Terima kasih Carl!" Ucap Keisya langsung memeluk Carlos.


Sebenarnya, aku mungkin juga akan merindukanmu Carl!


" E..kau bisa menyusulku, kapanpun yang kau mau!" Ucap Keisya sesuai melepas pelukannya. Membuat Carlos langsung tersenyum, akhirnya Keisya juga mengizinkan dirinya untuk menyusulnya.


" Baiklah jika itu yang kau mau. Aku akan menyusulmu secepat mungkin. Tapi ingat, tanpaku..kau harus bisa menjaga hatimu. Bukankah, hatimu sudah berhasil aku miliki!" Ucap Carlos.


" Baiklah, tidak akan yang mampu menebus pertahanan dinding hatiku selain kamu Carl!" Ucap Keisya tersenyum. Yah, hanya Carlos yang mampu menerobos dinding hati Keisya sampai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2