
Benar kan kesulitan itu tidak datang hanya sekali. Bagaimana caranya tuhan menguji diri kita menjadi kuat. Bahkan hadiah yang besar, pantas di berikan kepada yang mampu menghadapi kesulitan yang luar biasa. Hanya saja terkadang kita merasa menjadi yang paling terpuruk, membuat beban kita semakin berat. Bukan masalahnya, namun ketidak percayaan diri kita menghadapi masalah.
Belum selesai masalah yang baru ia rasakan, tiba- tiba kehadiran Anisa mengejutkan keluarga Gardapati.
"Anisa??" Gardapati terpaku dengan sosok perempuan di depannya yang sudah lama menghilang. Bahkan Gardapati telah mencarinya. Entah apa maksud kedatangannya.
"Bagaimana kabarmu mas?" Ucap Anisa tersenyum tipis dengan bebarapa pria kekar berbaju hitam yang tak lain adalah bodyguardnya.
"Apa kau benar-benar Anisa?" Gardapati masih menatap Anisa yang benar-benar telah berubah dari penampilannya. Dulu ia sesosok yang lemah lembut dengan pakaian yang lebih tertutup. Berbeda dengan penampilannya sekarang. Bahkan ia menunjukkan kesexyannya dengan dres ketat dan tas berkelas. Bahkan kaca mata hitam tersebut masih terbingkai di wajahnya. Seperti kehidupannya lebih baik tanpa Gardapati.
"Benar! Kedatanganku kesini ingin menjemput putriku Lala!" Jelas Anisa yang membuat Gardapati terkejut.
"Apa? Kau masih ingat dengan anakmu? setelah sekian lama kau menghilang lalu kau muncul berkeinginan untuk menjemput putriku. Tidak akan pernah bisa. Bahkan jangan berharap!" Ucap Gardapati dengan tatapan tajam. Gardapati tidak percaya yang dikatakan oleh mantan istrinya ini. Kedatangannya merupakan hal yang buruk di tambah dengan kabar buruk yang membuat Gardapati tambah membenci sesosok perempuan yang pernah menjadi istri pertamanya itu.
__ADS_1
"Aku tidak akan basa-basi, Aku telah menyetujui surat ceraimu. Dan sekarang aku meminta hakku sebagai ibu kandunganya. Aku telah membuat surat permohonan hak asuh anak ke pengadilan. Aku akan menunggu kehadiranmu. Siapkan pengacara terbaikmu!" Jelas Anisa tersenyum lalu memakai kacamatanya kembali dan beranjak pergi dengan mobil mewahnya. Dengan kepercayaan diri tinggi ia berjalan meninggalkan Gardapati yang terpaku.
"Apa? kau berani menantangku?" Ucap Gardapati tidak habis fikir. Sangat mustahil bagi Anisa menandingi dirinya, mungkin hak asuh anaknya akan terjatuh kepada Gardapati. Selain kekayaannya melimpah, Gardapati juga memiliki pengacara terkenal. Ucapan Anisa membuat dirinya terus berfikir, apalagi dengan kedatangannya yang begitu mengejutkan. Setau Gardapati Anisa adalah orang kalangan atas namun darahnya tak sebiru Gardapati. Gardapati semakin ingin tau tentang Anisa. Bagaimana kehidupan Anisa tanpa dirinya? Bagaimana Anisa seberani itu menantang dirinya yang jelas-jelas Anisa tau tentang kekayaannya, bahkan Anisa sendiri pernah memperebutkan hartanya.
Segera Gardapati menghubungi Roby yang merupakan tangan kanan Gardapati. Mencari tau tentang keberadaan Anisa dan kehidupan Anisa selama ini.
"Hallo Rob?" Ucap Gardapati ketika panggilannya tersambung.
"Ia tuan. " Ucap Roby membuka telinganya lebar-lebar. Roby tau jika ada situasi genting sehingga tuannya harus menelfon.
Gardapati ke ruangan kerjanya yang berada di rumahnya. Duduk sambil menunggu kabar dari Roby. Namun tiba-tiba suara pintu terbuka. Istri yang sangat Gardapati cintai datang dengan terisak.
"Mas, apa benar? mbak Anisa ingin mengambil Lala.Hiks.." Ucap Hanna menangis.
__ADS_1
Bahkan Gardapati saat ini tidak bisa duduk tenang dan terperanjat dari duduknya.
Bagaimana Hanna bisa tau? Apa Hanna mendengarnya? Astaga, belum sempat kau menenangkan jiwa dan hatimu atas masalah kemarin. Apa aku harus memberi tahumu tentang masalah ini juga. Tuhan, aku tidak mungkin menambah bebannya lagi. Aku tidak mungkin menambah lukanya lagi.
"Apa kau mendengarnya?" Ucap Gardapati.
"Mas, tolong...jangan rebut kebahagiaanku lagi. Hanya Lala satu-satunya harapan yang tersisa di hidupku. Aku sangat menyanyanginya seperti putri kandungku sendiri. Hiks..." Ucap Hanna menangis langsung memeluk Gardapati. Sebelumnya Hanna berdiri di atas lantai atas, ia tak sengaja mendengar perbincangan Gardapati dan Anisa. Dirinya lebih terkejut dan tubuhnya langsung tersungkur di lantai. Ia tidak mampu dengan beban berat yang datang bertubi-tubi.
"Tenang sayang, Aku pasti mendapatkan hak asuh Lala. Jika tuhan mengizinkan kau menjadi ibunya, maka tidak ada siapapun yang mampu menghalanginya." Jelas Gardapati.
"Tapi, Anisa adalah ibu kandungnya. Dia berhak mendapatkan hak asuh Lala. Sedangkan aku adalah ibu tirinya. Lalu bagaimana aku seegois ini, ingin memiliki Lala." Jelas Hanna sambil mencengkram kepalanya sendiri.
"Tapi kau sangat menyayangi Lala lebih dari ibu kandungnya sendiri. Bahkan mungkin Lala sendiri tetap ingin terus bersama kita. Aku tidak ingin putriku tumbuh seperti ibu kandungnya." Jelas Gardapati.
__ADS_1
"Kita akan datang ke pengadilan minggu depan. Sepertinya dia ingin menjatuhkan diri sendiri di depan semua orang." Jelas Gardapati.