
Kiara menutup semua gorden yang ada di rumahnya, mengunci semua pintu dan jendela sekarang Kiara harus lebih was was, entah mengapa satu bulan lima bulan belakangan ini, Kiara merasa ada yang mengikutinya kemanapun, Kiara pergi. dan juga entah mengapa Kiara merasa selalu di awasi, walaupun Kiara sudah berada di dalam rumah
tepatnya, lima bulan yang lalu saat Kiara berkata ingin mengajak kedua anaknya jalan jalan, Kiara merasa tak enak seperti dirinya dan anak anaknya di pantau oleh seseorang, tapi ketika Kiara mengedarkan pandangannya, ia tak menemukan hal yang ganjil sedikitpun
maka dari itu Kiara selalu mewanti wanti anaknya, kalau ingin keluar rumah harus mengajak dirinya. atau ketika anaknya ingin bermain harus memberitahunya terlebih dahulu
"mama, kenapa mama tutup gordennya? inikan masih siang?"Nana putri kecilnya bertanya dengan raut wajah bingung
Kiara tak tahu harus menjawab apa, tidak mungkinkan Kiara mengatakan kalau dirinya merasa bahwa mereka tengah di pantau oleh seseorang
"gak papa sayang, cuma silau aja"ucap Kiara menuntun Nana menuju ruang keluarga, tempat mereka berkumpul tadi
selama lima bulan ini, Kiara dan anak anaknya hanya menghabiskan waktu dirumah, kalau ada masalah di butik Kiara akan mengajak kedua anaknya supaya Kiara dapat bekerja dengan tenang
Kiara juga tak tahu, entah mengapa sekarang dirinya menjadi parnoan seperti ini
"mama sama adek kemana aja?"El yang tengah asik menonton kartun kesukaannya, sedikit menolehkan kepalanya agar bisa melihat mama dan adiknya
"mama tadi tutupin gorden sama pintu"jawab Nana mencomot cemilan yang telah tersedia di atas meja depan televisi
__ADS_1
"kok ditutup? kan masih siang ma"ucap El heran
"gak ada, silau aja"
°°°°°
seorang pria berjas hitam tengah sibuk melihat layar laptobnya dengan sesekali tersenyum bahkan tertawa kecil
sedangkan kedua pria lainnya, yang hanya mengunakan kaos hitam memberengut kesal dengan tatapan jengkelnya yang sangat kentara sekali di layakan kepada pria yang sedang asik dengan dunianya sendiri tanpa memperdulikan mereka berdua
"mengapa tidak langsung kau bawa pulang saja?!"Adi bertanya dengan kesal kepada Leo pria yang sedari tadi seperti orang tak waras
padahal pada saat itu Adi sedang menemani Key yang sedang kesepian tanpa mamanya yang sibuk pergi arisan, sedangkan Frans ia saat itu tengah menemani Rojer yang sedang belajar memasak. jarang jarang istrinya itu mau menyentuh dapur
"aku hanya masih belum siap"jawab Leo santai
"kau tak mendengar?! anak anakmu selalu bertanya tentang keberadaanmu! dan kau disini?!haiss.."bentak Frans jengkel melihat tingkah sepupunya yang satu itu
"apakah kau tak melihat ekspresi Kiara waktu anak anakmu menayakan tentangmu!"Adi menyandarkan punggungnya di sandaran kursi putar yang sedang ia duduki
__ADS_1
"kenapa tidak dia saja yang datang?"lagi lagi Leo membalasnya dengan santai
Adi dan Frans dengan kompak menggeram kesal"kau laki laki atau perempuan?!"
"kau sudah tau jawabannya"
"kenapa kau semenjengkelkan ini"
"tanya saja pada ayahku"
"kalau begitu bolehkah kami pulang presdir yang terhormat?"Adi berdiri dari duduknya dengan kasar dan bertanya dengan sangat amat lembut kepada Leo
"silahkan, aku tak membutuhkan kalian lagi"
Adi dan Frans dengan segera berajak dari ruang pribadi Leo, meninggalkan Leo dengan kesenangannya sendiri
"mengesalkan"ucap Adi kesal
"tak tahu terimakasih!"
__ADS_1