Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Keahlian Keisya.


__ADS_3

Keisya terlihat begitu sibuk, waktunya tidak terlalu banyak. Sedangkan waktu terus berputar cepat. Ia melihat jam menunjukkan pukul 15.00, tersisa dua jam lagi untuk menyelesaikan separuh proposal. Jari jemari Keisya terus menari di atas keyboard. Sedangkan Keisya menatap layar komputer. Tidak bisa di pungkiri jika Keisya memang sangat serius dalam segala hal, terlalu ambisius mencapai keinginannya. Sifatnya yang tidak jauh dari sang papa, Gardapati dan juga Elapati yang pekerja keras, ambisius dan profesional dalam bekerja hingga dirinya menjadi begitu sukses.


Para karyawan lainnya pun terlihat mengerjakan tugasnya masing-masing sesuai kedudukannya. Keisya tidak terlalu mengkhawatirkannya. Satu jam telah berlalu, jemarinya yang cepat menekan kombinasi aljabar di keyboard telah terhenti. Bahkan pandangannya bukan kearah komputer lagi melainkan menata berkas-berkasnya. Hembusan nafasnya yang menandakan pekerjaannya berhasil di selesaikan.


Huuuuuhhhh..akhirnya, aku bisa menyelesaikan proposal darimu sesingkat ini nona Stel!


Aku akan segera duduk di kursiku. Aku sudah tidak sabar menyelidiki siapa gulma di balik menurunnya omset di perusahaanku. Jika sampai orang dalam yang berkaitan, aku sendiri yang akan membalasnya!


Keisya berhasil mengerjakan proposalnya sebelum pukul 17.00 melainkan pukul 16.00. Keisya pun mulai berdiri dan berencana akan memberikan hasil pekerjaannya.


" Nir, kau akan pergi kemana? Toilet di sebelah sana!" Ucap Tiara menunjuk ke arah letak toilet, ketika melihat Keisya berdiri.


" Tidak, aku tidak ke toilet. Aku sudah selesai menyelesaikan tugas dari nona Stel. Aku akan memberikannya!" Jelas Keisya tersenyum sambil merapikan berkasnya.


" Apa???????????" Andre, Tony, Mawar dan Tiara bersamaan terkejut mendengar Keisya menyelesaikan proposal sesingkat itu. Padahal mereka yang sudah jadi karyawan lama tidak mampu menyelesaikan proposal tersebut dalam satu sampai 4 hari. Mereka bisa menyelesaikan dalam waktu paling cepat lima hari bahkan satu minggu. Sedangkan keisya bagaikan menggunakan magic bisa menyelesaikan proposal dalam hitungan waktu saja.

__ADS_1


Keisya pun ikut terkejut dan heran melihat para rekan kerjanya yang bersamaan berdiri karena saking terkejutnya.


" Kenapa?" Ucap Keisya tertawa renyah melihat rekan kerjanya seterkejut itu.


" E..ba..gaimana kau bisa menyelesaikan proposal sebanyak itu dengan hitungan waktu?" Tanya Tony yang merupakan karyawan terlama di kantor Keisya.


" Benar? Apa kau punya salinannya?" Ucap Andre yang tak kalah terkejut.


" Hehe, sebenarnya a..ku sebenarnya, aku mempunyai pengalaman kerja di perusahaan lain!" Ucap Keisya gelagapan mencari alasan yang tepat.


" Bagaimana bisa Nir, pengalamanmu selama apa? Tony saja yang sudah 10 tahun disini, gak bisa mengerjakan proposal secepat kamu. Menurut kita Tony sudah tercepat karena mengerjakan proposal dalam 4 hari. Sedangkan kamu..wah menakjubkan!" Jelas Andre terkagum-kagum dengan Keisya.


" Hahah, sepertinya terbalik.." Ucap Mawar karena karyawan baru lebih ahli dari dirinya yang baru bekerja sekitar 3 tahun.


" Baiklah, aku akan memberikan tugasku dulu!" Ucap Keisya bergegas ingin memberikan tugasnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, dengan hanya menggunkan lift, Keisya sudah berada di tingkat sepuluh. Keisya sangat begitu kerepotan dengan dokumen yang berisikan proposal tersebut karena terlalu banyak. Melebihi dari genggaman tangannya bahkan Keisya masih saja kerepotan walaupun memeluk dokumen sebanyak itu.


Akhirnya Keisya sudah sampai di lantai 10, rasanya Keisya sudah tidak sabar meletakkan tugasnya di meja sekretaris yaitu kursi Stella karena keberatan.


Keisya melihat meja sekretaris yang sangat sepi tanpa seorang pun. Namun, Keisya segera meletak dokumennya yang banyak tersebut.


" Dimana nona Stell ya? " Ucap Keisya memperhatikan sekitarnya, namun tetap tidak ada seorang pun di sekitarnya.


" Ah, aku letak saja tugasku di sini!" Ucap Keisya berencana untuk kembali keruangannya. Namun, saat Keisya memutar tubuhnya ke arah lift. Suara aneh terdengar di telinganya. Keisya menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya kembali mencari sumber suara. Keisya berjalan menuju ke dalam ruangan direktur. Semakin lama, suara tersebut semakin terdengar.


Apa? Apa telingaku baik-baik saja


Keisya bergidik mendengar suara tersebut, bukan karena takut melainkan suara yang menjijikkan untuk terdengar. Suara kenikmatan, erangan dan lenguhan.


Walaupun Keisya tidak ingin mendengar suara yang entah dari mana asalnya, Namun rasa penasarannya semakin memuncak. Keisya semakin mendekati ruangan pak Gunawan.

__ADS_1


Semoga ini hanya ilusiku saja. Ah, sejak kapan otakku sejorok itu! Tidak-tidak! Aku tidak salah mendengarnya.


Keisya sudah sampai di depan pintu ruangan pak Gunawan. Suara yang menggila memenuhi telinga Keisya. Tiba-tiba mata Keisya membulat ketika ia mengintip melalui kaca pintu kecil di ruangan pak Gunawan, bahkan Keisya menutup mulutnya sendiri karena terkejut.


__ADS_2