
Carlos begitu cemas dengan Keisya yang tiba-tiba saja meninggalkan dirinya tanpa sebab. Begitu banyak pertanyaan dalam otaknya. Carlos melajukan mobilnya selepas melakukan transaksi membeli di swalayan buah. Sambil mengajak Anisa yang merupakan tante Carlos. Anisa yang tidak mengetahui jika itu Lala, juga ikut menanyakan sikap calon istri Carlos yang tiba-tiba menghilang begitu saja dari pandangannya.
" Carl, mungkin kekasihmu kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal!" Ucap Anisa. Anisa tidak tau jika Carlos sedang melajukan mobilnya ke arah rumah Gardapati.
" Tidak tan, tidak biasanya Kei meninggalkanku tanpa memberi alasan. Dan bukankah suaraku cukup nyaring sampai di telinga Kei. Tapi seolah dia tidak menggubris panggilanku. Ada sesuatu yang menjanggal!" Jelas Carlos sambil fokus mengemudi mobilnya yang melaju dengan cepat.
Mobil mewah lamborgini berwarna hitam tersebut sudah terhenti tepat di depan rumah Gardapati. Wajah Anisa mendadak berubah menjadi pucat pasi. Anisa terkejut bukan main. Ia terperangah melihat rumah yang pernah ditinggalinya tersebut. Pikirannya bernostalgia ke masa lalu sampai saat ini, Anisa sendiri tidak dapat melupakannya. Bahkan kesalahannya yang dulu sampai saat ini menghantui fikirannya.
Anisa tidak pernah melupakan bagaimana dirinya yang begitu buruk. Tangannya menjadi gemetar, tatapannya masih terarah kerumah mewah berwarna putih tersebut. Entah apa yang membawanya kembali ke tempat ini, dimana seseorang yang sangat berarti di hidupnya tinggal.Sudah lama Anisa ingin melihat putri kecilnya itu lagi, namun Anisa tidak pernah siap jika putrinya masih membenci dirinya.
Apa calon istri Carlos adalah Lala???
" Carl?" Ucap Anisa terdiam membeku dan teringat masa lalu kembali.
" Ia tante? Tante mau ikut Carlos ke dalam atau menunggu disini? Carlos cukup penasaran dengan sikap Keisya! Jika tante ingin ikut bersama Carlos, Tante bisa mengenal calon mertua Carlos lebih awal sebelum besok!" Jelas Carlos. Carlos masih tidak mengerti tentang alasan Keisya yang meninggalkannya secara tiba-tiba.
Jujur, aku belum siap!
Belum siap jika mereka masih belum menerimaku.
Belum siap jika mereka masih membenciku.
Sudah 19 tahun, aku tidak melihat mereka lagi.
Sedangkan Anisa menatap Carlos dengan tatapan kosong. Entah mengapa fikirannya tertuju dengan putri kesayangannya.
" Carl, kalau boleh tau siapa nama orang tua wanita yang akan menjadi istrimu?" Tanya Anisa. Tatapannya masih merarah ke rumah mewah bak istana itu. Jika masih ingat dulu, bagaimana dirinya pernah melayani suami dan juga merawat putri kecilnya di rumah ini. Karena kerakusan dirinyalah Anisa menjadi tidak bisa bertemu dengan putri kesayangannya tersebut.
__ADS_1
" Om Gardapati dan juga tante Hanna. Pasti mereka akan menyambut tante dengan baik. Mereka adalah orang baik tan..Ayo turun, Carlos ingin bicara dengan Keisya!" Jawab Carlos.
Anisa pun terkejut setengah mati, mendengar calon istri Carlos yang merupakan mantan suami dan juga sahabatnya. Anisa baru menyadari jika calon istri Carlos menghindari dirinya karena dia merupakan Keisya, Keisya Lalapati. Putri kecilnya yang sudah lama ingin Anisa dekap dengan hangat.
Benar, putri kesayangan mama! Aku sangat merindukanmu nak!
" Baiklah, tante akan ikut bersamamu ke dalam!" Ucap Anisa dengan jantung yang semakin berdegup kencang. Rasa rindunya terhadap putrinya membuatnya berani melangkah lebih dalam.Anisa melihat sekeliling rumah Gardapati yang tak asing, walaupun banyak perubahan ornamen di dalam rumah mewah tersebut.
Mereka bertemu satu dengan lainnya. Mereka sama-sama terperangah. Ketika Anisa sudah sampai di dalam rumah Gardapati. Wajah Gardapati menunjukkan wajah kebencian, begitu dengan Keisya.
" Katakan papa, yang ku lihat adalah salah!" Ucap Keisya seolah-olah tidak ingin melihat kebenarannya bahwa kini dirinya melihat jelas sosok ibu kandungnya. Ibu yang telah melahirkannya.
" Kenapa kau berani menginjakkan kaki di rumahku? Kalian benar-benar tidak becus!" Ucap Gardapati dengan mata menyala mengumpat bodyguardnya yang berjaga di depan pintu rumah karena telah membiarkan mantan istrinya masuk.
" Pa?" Sedangkan Hanna ingin menyadarkan ucapan suaminya yang sudah kelewat batas menurutnya.
Anisa begitu bahagia melihat langsung putri kecilnya itu. Sudah 19 tahun Anisa menahan rindu mencekam terhadap Keisya.
" Maaf, apa kedatanganku mengganggu kalian? Key, kenapa kau tiba-tiba pergi? " Ucap Carlos merasa heran dan masih belum mengerti juga.
" Salahku! Tidak melihat bebet bobotnya terlebih dahulu! Maafkan om Carl. Om tidak bisa menerimamu sebagai menantuku!" Ucap Gardapati dengan rasa berat memutuskan hal sulit.
" Apa? Kenapa? aku benar-benar tidak mengerti. Tanteku sudah jauh-jauh datang untuk melihatku melamar dirimu Kei. Wanita yang sangat aku cintai." Ucap Carlos tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar.
Apa?
membatalkannya?
__ADS_1
Tidak, apa kalian masih membenciku?
" Papaku benar. Keputusanku berubah, kita tidak bisa meneruskan hubungan kita kembali.Karena aku tidak ingin melihat sesosok di dekatmu Carl." Ucap Keisya dengan rasa benci yang teramat, yang telah menjadi luka terdalam di hatinya. Keisya menatap Anisa dengan tatapan benci.
" Siapa? Maksudmu tanteku? Apa salahnya? Kalian baru saja melihatnya. Apa salah tanteku. Kenapa kalian menyangkutkan hal ini dengan lamaranku?" Ucap Carlos bertanya-tanya.
" Tidak, jangan batalkan pernikahan ini! Maafkan saya, Carlos adalah pria yang baik. Lala...kau boleh membenci mama sayang, tapi jangan hancurkan harapan Carlos. Dia sangat mencintaimu.
Apa? Mama?
" Apa maksud tante? tante mengenal Kei?" Tanya Carlos.
" Memang benar aku sangat membencimu. Aku dan papa telah menganggapmu mati!" Ucap Keisya dengan nada begitu marah. Bahkan perkataannya terdengar di seluruh ruangan.
" Sayang, jangan katakan itu!" Ucap Hanna ingin memperbaiki keadaan yang mencekam.
" Jaga perkataanmu Kei! Kalian tau, tanteku telah banyak berkorban untukku. Jika tidak ada dia, mungkin aku tidak akan sesukses sekarang. Baiklah, jika ini yang kalian mau. Tapi jangan hina tanteku lagi!" Ucap Carlos sangat marah. Anisa adalah wanita yang menyupport Carlos hingga sesukses sekarang. Anisa dan suaminya yaitu paman Carlos yang telah memberi peluang untuk sukses. Carlos pun menganggap mereka seperti orang tuanya. Semenjak kematian ayah dan ibunya yang meninggalkan dirinya sejak umur 18 tahun.
Sebenarnya Carlos begitu berat memutuskan pilihan yang sulit. Carlos benar-benar mencintai Keisya, namun Carlos juga sangat menyayangi Anisa. Carlos menarik tangan Anisa dan membawanya pergi. Sedangkan Keisya menahan air matanya untuk jatuh dan memilih lari ke dalam kamarnya. Menumpahkan isi hatinya yang kalut. Gardapati masih merasa begitu panas. Sedangkan Hanna terlihat khawatir dengan keadaan putrinya.
"Hiks..."
Buat apa aku menangis? Aku sangat membencimu. Mengapa aku terlahir di rahimnya. Mengapa aku tidak menjadi putri yang terlahir dari rahim mama Hanna?
Hahaha..19 tahun dia mencampakkanku! Bahkan jika aku mati, merupakan kebahagian bagimu kan!
Jika kau tidak hadir, mungkin aku dan Carlos menjadi menikah! Mengapa kau mengusik kebahagianku. Kenapa kau datang di waktu yang tidak tepat!
__ADS_1