Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Hujan kerikil


__ADS_3

"Tidak mungkin!" Ucap Gardapati meraup wajahnya dengan kasar.


Gardapati sangat terkejut dengan kabar istri pertamanya dari Roby bahwa Anisa telah menjelma menjadi wanita berlimpah harta. Anisa telah menikah kembali dengan pria yang lebih kaya dari Gardapati. Pantas saja Anisa berani menantangnya. Bahkan dari mobil mewah yang mengantarnya dan juga penampilannya yang sangat berlebihan.


"Siapkan pengacara terbaikku, panggilkan paman Ande. Aku tidak rela jika Lala jatuh di tangan Anisa." Ucap Gardapati sambil memegang kepalanya yang sangat berat.


" Baik tuan!" Ucap Roby.


****


Setelah itu Gardapati menceritakan segala tentang hak asuh anaknya kepada pengacaranya. Pengacara yang bernama Ande merupakan paman Gardapati. Pengacara yang sangat terkenal dan cukup pintar memecahkan segala masalah.


" Bagaimana paman? Apa saat di pengadilan nanti aku bisa mendapatkan hak asuh Lala?" Tanya Gardapati. Gardapati sangat berharap jika pamannya bisa membantunya untuk mendapatkan hak asuh putrinya.

__ADS_1


" Dia menang dalam segi ekonomi. Tentu ini sangat mempengaruhi hak asuh anak. Dia lebih unggul darimu. " Ucap Ande memegang kepalanya berfikir mencari jalan keluar.


" Apakah tidak ada jalan keluarnya? Bagaimana bisa aku membiarkan putriku jatuh di tangannya paman!" Ucap Gardapati. Perkataan Ande membuat Gardapati semakin resah.


"Hanya satu jalan keluarnya." Ucap Ande singkat.


"Apa paman? katakan!" Ucap Gardapati. Senyumnya langsung merekah mendengar ada solusi dari masalahnya hingga ia terperanjat dari duduknya ingin mendengar jawaban dari Ande.


"Dukungan dari nenekmu!" Lanjut Ande.


"Dengan warisan nenekmu, hak asuh Lala akan jatuh di tanganmu. Pengusaha furniture itu tidak ada apa-apanya dengan warisan Pati." Jelas Ande. Suami Anisa sekarang adalah pengusaha furniture terkenal. Namun, kekayaan suami Anisa tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kekayaan Pati. Bahkan kekayaan Pati akan berlanjut hingga tujuh turunan atau lebih karena usaha tambangnya makin lama kian makin melesat sampai ke penjuru dunia.


"Aku sudah tidak mempunyai harapan dengan kekayaan Pati. Aku gagal mendapatkan anak laki-laki. Bahkan istriku..e..hanya Lala harapan kami paman." Jelas Gardapati. Gardapati tidak sanggup mengatakan jika istrinya di vonis tidak akan bisa mengandung lagi. Harapan satu-satunya adalah putrinya, Lala. Gardapati sudah tidak peduli dengan warisan Pati, semenjak dirinya telah jatuh cinta kepada istri ke empatnya, Hanna.

__ADS_1


"Aku mengerti nak, tapi hanya itu satu-satunya solusi. Kau harus bicara dengan nenekmu." Jelas Ande kepada keponakannya.


Di balik pintu Hanna mendengar semua pembicaraan Ande dan Gardapati. Hatinya semakin sakit mendengar harapan kecil untuk mendapatkan hak asuh Lala. Bahkan luka karena kehilangan bayi perempuannya masih sangat berbekas, di tambah masalah yang lebih besar kini yang menyerangnya kembali. Seakan-akan ribuan kerikil hujan jatuh tepat di atas kepalanya. Ia tak mampu menampung semua masalah yang terus mengguyurnya.


Hanna terdiam melihat Lala yang sedang bermain, lalu tersenyum. Apakah dirinya masih bisa menatap putri angkatnya ini bermain dengan tawa? Bahkan rumah sebesar milik Gardapati akan terasa sangat sepi tanpa tawa putrinya. Air mata Hanna menggenang menahan sakit.


"Hai, mama...ayo main sama Lala, lihatlah boneka berbie Lala cantik kan?" Ucap Sang putri yang sedang bermain boneka berbie.


"Ia sayang, Cantik sepertimu!" Jawab Hanna mengelus rambut panjang Lala.


"Apakah kau sayang dengan mama?" Tanya Hanna ingin mendengar tanggapan Lala mengenai dirinya.


"Sayang banget...Lala sayang banget sama mama." Ucap Lala tersenyum lalu mencium pipi Hanna.

__ADS_1


"Apakah Lala tidak rindu dengan mama Anisa?" Tanya Hanna.


"Lala tidak kenal dengan Anisa? siapa itu Anisa?" Ucap Lala. Bahkan putri sekecil itu sudah tidak menginginkan mama kandungnya sendiri. Bahkan ingatan Lala tentang Anisa yang tega meninggalkan dirinya masih sangat berbekas. Hanna langsung memeluknya dengan Hanna. Seakan-akan dirinya tidak ingin melepas Lala. Walaupun bukan anak kandung rasanya Hanna sangat menyayanginya, seperti anak sendiri yang lahir dari rahimnya.


__ADS_2