Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Sadar


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Bodyguard Carlos datang membawa seorang dokter. Keisya langsung berdiri dan berharap agar tidak terjadi sesuatu pada Carlos. Perasaanya masih tidak bisa tenang sebelum dokter mengatakan jika Carlos tidak cidera serius.


" Kenapa kalian begitu lama?" Ucap Keisya menatap kedua bodyguard Carlos dengan tatapan penuh tanya dan kesal.


" Maafkan kami nona, jalanan sangat padat dan kami terjebak macet saat menjemput dokter!" Ucap kedua bodyguard tersebut dengan perasaan gugup dan menunduk.


" Dok, silahkan!" Ucap Keisya mempersilahkan dokter gadungan yang di sewa oleh kedua bodyguard Carlos untuk menyamar. Namun Keisya begitu cemas dan fikirannya tidak tenang. Dan dia terus berdoa untuk keselamatan Carlos.


" Bagaimana keadaan dia dok?" Ucap Keisya dengan dahi mengkerut berharap mendengar kabar baik.


" Nona, tuan Carlos baik-baik saja dan mengalami luka lebam di bahunya. Sebaiknya anda mengompresnya dengan air hangat. Berlahan-lahan lebamnya akan hilang." Jelas dokter gadungan tersebut.


" Tapi, bagaimana dengan obatnya? apa hanya dengan mengompresnya saja dia akan sembuh?" Ucap Keisya.


" E.. nanti saya akan membuatkan resepnya. Dia tidak bisa beraktivitas banyak. Mungkin nanti dia akan baru sadar. Tolong anda menemaninya sampai luka memar di Bahunya hilang. Jika tidak, mungkin dia akan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya!" Jelas Dokter menjalani perannya dengan begitu lancar.


" Baik dok, terima kasih!" Ucap Keisya menatap dokter tersebut.


Apa hanya karena luka lebam, orang bisa lumpuh? Aku baru dengar! Tapi, kemungkinan bisa terjadi. Ah, ini semua karena kesalahanku!


" Nona kami keluar dulu mengantar dokter. Tolong jaga tuan kami. Jika terjadi sesuatu anda bisa hubungi kami nona!" Ucap bodyguard tersebut bergegas keluar ruangan meninggalkan Keisya dan juga Carlos.


Akhirnya Keisya melakukan apa yang di jelaskan oleh dokter. Yaitu mengambil air hangat untuk di kompreskan di bahu Carlos.


" Bagaimana aku mengompresnya?" Ucap Keisya terlihat bingung karena ia tidak bisa mengompres bahu Carlos yang masih memakai kemeja.


" Ya ampun, dimana bodyguard Carlos? Aku tidak mungkin membukanya sendiri!" Lanjut Keisya.

__ADS_1


" Tapi, luka lebamnya harus segera di kompres. Jika tidak, mungkin akan bertambah bengkak!" Keisya begitu khawatir.


" Baiklah.." Keisya menelan ludah ketika ia berhasil membuka kancing kemeja Carlos. Terlihat dadanya yang putih dan juga kekar, bagaikan seorang atletis kejuaraan internasional. Begitu sempurna, bahkan keisya tak mampu berhenti menatapnya dan hanya menelan ludah melihat keindahan tubuh ideal seorang pria. Keisya pun memejamkan matanya, dengan jari-jari yang masih berusaha membuka kancing di kemeja Carlos.


Keisya pun begitu kesulitan membuka kemeja Carlos dari tubuhnya. Hingga Keisya berlahan naik ke atas ranjang dan membukanya. Carlos yang merasakan Keisya berada di dekatnya langsung terbangun.


" Kei, apa yang kau lakukan?" Ucap Carlos yang baru sadar alias memang berpura-pura tidak sadarkan diri.


" Carl..Ah.." Keisya terkejut dan berteriak hingga terjatuh di atas dada bidang Carlos. Carlos pun menyembunyikan tawanya melihat sikap Keisya yang langsung terkejut.


Ya ampun? kenapa dia sadar di waktu yang tidak tepat sih!


" Apa yang terjadi? dimana aku? Kenapa aku telanjang dada? dimana pakaianku?" Ucap Carlos.


" E, kamu ada di penginapan. A..ku..yang membuka bajumu!" Ucap Keisya gelagapan menahan rasa malu dan bersalah.


Pertanyaan macam apa ini? Ya, Carlos benar-benar sangat pintar dalam memainkan peran. Membuat lawan bicaranya sudah tergugup untuk menjawab pertanyaan yang sangat tidak masuk akal tersebut.


" Apa? Aku? Aku mau melecehkanmu?" Ucap Keisya menatap Carlos tak percaya dengan pertanyaan Carlos yang begitu nyeleneh.


Lucu sekali, aku hanya ingin membantumu. Bisa-bisanya dia berfikir seperti itu. Apa aku wanita murahan!


" Kau gila, aku hanya ingin membantumu!" Ucap Keisya sangat kesal dengan tuduhan Carlos.


" Kau pasti mempunyai kesempatan besar untuk melakukan itu saat aku tidak sadarkan diri. Kau tidak perlu diam-diam. Katakan saja, aku bisa mengabulkan keinginanmu itu!" Ucap Carlos.


Apa? aku rasa kau lebih baik tidak sadarkan diri! Apa runtuhan tersebut mengenai kepalanya? Sehingga dia menjadi tidak waras sekarang!

__ADS_1


" Apa kau sudah gila? Aku rasa runtuhan tebing mengenai kepalamu! " Ucap Keisya merasa heran.


" Akh..Bahuku? Kenapa tidak bisa di gerakkan?" Ucap Carlos masih berakting.


" Bukan hanya bahumu yang sakit, tapi kepalamu! Diamlah, aku akan mengompresnya. Dokter bilang, memarmu berlahan hilang jika di kompres!" Ucap Keisya mulai memeras handuk yang terendam air hangat dan ia memperbaiki posisinya menghadap Carlos untuk mengomprenya.


Hahaha, dimana bodyguardku mendapatkan dokter gadungan itu? Lihatlah, Keisya begitu percaya!


Sedangkan Carlos menahan tawa melihat Keisya yang sangat percaya dengan dokter gadungan yang di bawa oleh kedua bodyguardnya.


Keisya pun mulai mengompres bahu Carlos. Mengusap berlahan-lahan luka memar di bahu Carlos.


"Aw..sakit!" Ucap Carlos berpura-pura kesakitan saat Keisya mengusap luka memarnya.


" Ma..af, aku akan lebih pelan lagi!" Ucap Keisya.


Carlos menyunggingkan senyum tipis, Ia begitu bahagia.


Carlos tidak berhenti menatapnya, kulit bening yang terpancar, rona merah muda di pipi tirusnya bahkan bulu mata yang melengkapi mata sipitnya tersebut membuat Carlos jatuh sedalam-dalamnya. Bahkan perkataan dingin dan angkuh dari bibir mungil itu tidak bisa menghilangkan betapa indahnya bibir tersebut. Bahkan Carlos ingin meraupnya walaupun hanya sedikit.


Keisya yang menyadari tatapan Carlos semenjak tadi, juga ikut menatap Carlos hingga tatapan mereka saling bertemu.


" E, sudah..sebaiknya kau istirahat dulu!" Ucap Keisya memalingkan wajahnya dari tatapan Carlos. Menutupi salah tingkahnya dengan bergegas menuju dapur untuk meletak mug yang berisikan air kompresan.


" Apa kau akan pergi?" Ucap Carlos menatap punggung Keisya berharap Keisya bisa menemaninya bersama di dalam kamar hotel.


" Tidak, aku akan menemanimu. Aku bisa tidur di sofa nanti!" Ucap Keisya.

__ADS_1


Bagaimana aku bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini! Kau seperti ini karenaku. Jika tampamu, mungkin saat ini aku berada di posisimu atau jauh lebih buruk darimu. Terima kasih karena kamu telah menolongku!


__ADS_2