Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Kelebihan lain


__ADS_3

Pertandingan basket antar sekolah telah di gelar hari ini. Meimei dan Keisya juga ikut melihat pertandingan karena Meimei ingin mendukung Carlos bertanding dan kalau Keisya karena mengikuti ajakan Meimei.


"Carlos..Carlos..Carlos..."


Para murid dari sekolah Keisya berteriak mendukung sekolahnya apalagi kaptennya adalah Carlos.


"Babak pertama di pimpin oleh sekolah A( sekolah Keisya) dengan skor 3-0." Ucap juri.


" Hore...Carlos..." Ucap Meimei. Sedangkan Keisya hanya memperhatikan permainan yang cukup membosankan baginya.


" Kei, Carlos menang..." Ucap Meimei sangat senang.


Disisi lain Geisha dan juga teamnya mengisi arena pertandingan yang tengah istirahat dengan tarian cheerleadears sehingga penonton pria menyorakinya karena team Geisha adalah wanita-wanita populer dan juga cantik.


" Ih, bosan..lebih baik lihat Carlos dari pada kuman ****** itu." Ucap Meimei.


" Apakah kau tidak bosan Mei melihat dia." Ucap Keisya merasa heran. Menurut Keisya, Meimei terlalu berlebihan mengagumi Carlos.


" Bagaimana aku bisa bosan. Lihatlah, dia berkeringat saja, masih tampan gitu." Ucap Meimei terkagum-kagum melihat Carlos yang tengah membalut keringatnya dengan handuk.


Tiba-tiba penonton ricuh karena Geisha terjatuh saat atraksi dengan memanjat ke atas. Carlos pun langsung menghampiri kekasihnya.


" Hahaha..rasain loh. Pakai atraksi segala sih." Ucap Meimei merasa bersyukur dengan kecelakaan yang di alami oleh Geisha.


" Ya ampun Mei. Gak boleh di ketawain, kan dia lagi kecelakaan Mei." Ucap Keisya.


" Biarin Kei. Dia memang pantas mendapatkan itu. Anggap saja dia mendapatkan karma sudah jahat sama aku." Ucap Meimei.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian pertandingan akan di mulai. Namun team cheerleaders kebingungan karena tidak bisa melanjutkan tariannya. performanya menjadi berantakan karena Geisha terjatuh yang merupakan pemimpin teamnya.


Guru dari sekolah Keisya pun menjadi resah. Keisya yang melihat itu langsung turun dari kursi duduk penonton ke arena pertandingan.


" Apa aku bisa membantu kalian?" Ucap Keisya yang membuat team cheerleaders menatap heran.


" Tidak ada. Apa yang bisa kau bantu. Apa kau bisa menari seperti kapten kami? Hahaha..sungguh mustahil." Ucap salah satu team cheerleaders tertawa nyaring.


" Kau serius? apakah kau bisa Kei?" Tanya guru olahraga wanita yang melatih team cheerleaders itu.


" Bisa buk. Apa kau meremehkanku karena penampilanku?" Ucap Keisya.


" Baiklah Kei, aku akan memberi kesempatanmu." Ucap guru tersebut.


" Tapi buk, masak si cupu sih. Gak ada yang lain apa?" Rengek mereka team cheerleaders.


" Kei, kau mau apa kesini? ayo pergi...Maafkan temanku ya guys." Ucap Meimei menarik tangan Keisya.


" Wah sombong. Baiklah, jangan sampai kau mempermalukan sekolah kami." Ucap mereka.


" Kita lihat saja." Ucap Keisya langsung mengganti pakaiannya menggunakan baju cheerleaders.


Saat Keisya selesai menggunakan baju cheerleaders. Team cheerleaders lainnya tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Keisya yang begitu buruk. Mereka merasa tidak pantas. Menurut mereka team cheerleaders cantik-cantik. Sedangkan Keisya hanya perempuan cupu dengan tompel besar.


Semua orang tertawa dan menyorakin Keisya. Keisya tidak menghiraukannya. melainkan memulai gerakannya.


Keisya berada di barisan terdepan, memulai gerakan yang sudah tertangkap sekejap mata saat duduk di kursi penonton tadi. Bahkan gerakan yang team cheerleaders gunakan sebelumnya, Keisya melakukan gerakan yang sama dengan sempurna. Menambah gerakan lainnya yang membuat mereka membuka mulutnya lebar-lebar. Membuat team cheerleaders yang lainnya kagum dan tidak percaya bahwa Keisya bisa melakukannya dengan mudah.

__ADS_1


" Keisya..Keisya..Keisya..." Teriak Meimei yang sebelumnya juga tidak menyangka bahwa sahabatnya memiliki kelebihan lainnya. Yang membuat penonton beralih melihat Meimei dan mengikuti sorakan Meimei. Begitu pun dengan Carlos yang bersiap bertanding kembali. Begitu terkejut melihat gerakan Keisya yang lebih ahli dari kekasihnya.


Acara berjalan sangat lancar. Pertandingan di menangkan oleh Carlos. Begitu pun dengan team cheerleaders yang mendapatkan penghargaan menjadi penyorak terbaik dari sekolah lain berkat Keisya yang mengisi tempat Geisha.


Para team cheerleaders yang lain pun berterima kasih dengan Keisya.


" Kei, maafkan kami ya. Aku gak nyangka ternyata kamu juga pintar nari. Dan gerakanmu tadi luar biasa." Ucap mereka.


" Benar Kei, bagaimana jika kau menjadi ganti Geisha jadi leaders kami. Pasti gerakan kita berbeda. Kita sudah bosan dengan gerakan yang itu-itu saja. Buk Dini juga setuju kok." Ucap team cheerleaders.


" Tidak- tidak, aku hanya membantu kalian saja karena tak ada Geisha." Ucap Keisya.


Haha, bahkan aku pemain handal di team basket di sekolah dulu. Aku hanya menunjukkan salah satu bakatku.


" Kei. Aku harap kau fikir-fikir lagi. Kau bisa menjadi murid populer jika masuk team kami. Kami juga bisa merubah penampilanmu." Ucap mereka merayu Keisya.


"Tidak, aku lebih senang menjadi diriku sendiri." Ucap Keisya.


" Kalian tidak mendengar. Jika sahabatku ini tidak mau. Kalian jangan memaksanya dong. " Ucap Meimei.


" Tadi aja kalian remehin, Sekarang malah maksa." Ucap Meimei lalu menarik tangan Keisya.


***


" Wah aku bangga punya sahabat kayak kamu Kei. sudah pintar merias orang, pintar dance." Jelas Meimei.


" Aku juga bangga punya sahabat secantik kamu Mei. " Ucap Keisya.

__ADS_1


" Duh kejutan apalagi yang kau miliki Kei?" Ucap Meimei.


" E..hahaha tidak ada Mei. Hanya itu saja." Ucap Keisya.


__ADS_2