Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
BAB. 50 Memberhentikan kerjasama


__ADS_3

Erik dan Kalisa menghela napas berat saat Adnan memutar awal pertengkaran Kalisa yang di mulai oleh Intan. Lagi-lagi Intan tidak menyangka kalau Adnan sangat teliti dalam hal apa pun, tapi ia juga ingat bagai mana pun juga Adnan pernah menjadi seorang pengacara, tentu saja setiap tindakan Adnan sangat teliti.


Namun Intan merasa sedikit menyesal saat tau permasalahannya akan sangat panjang, ia merasa kalau Adnan itu terlalu berlebihan, istrinya hanya di tampar, tapi permasalahan itu sampai panjang, bahkan mereka sanpai melihat Cctv awal pertengkaran mereka.


Adnan melihat ke arah Intan dan Kalisa sekilas setelah melihat Cctv pertengkaran istrinya, lalu langsung melihat ke arah Erik yang dari tadi diam tidak mengeluarkan suara.


"Menerutmu Kalisa wanita seperti apa? Bukan'kah tadi bilang kalau Kalisa bukan orang seperti itu? Kenapa di Cctv itu Kalisa menghina habis-habisan istri saya?!"


Adnan bertanya dengan mata yang sudah memerah, menandakan kalau ia sangat marah setelah melihat kejadian itu, ia sebagai suami jelas tidak terima saat ada orang yang menghina habis-habisan istrinya, entah siapa dalang yang sudah menjebak istrinya, hingga sampai sekarang belum menemukan dalang yang menjebak istrinya.


Erik yang di tanya oleh Adnan ia menghela napas kasar, ia juga tidak menyangka kalau Kalisa wanita seperti itu, apa lagi selama Kalisa menjadi artis, belum pernah Kalisa mencari masalah dengan teman seprofesinya.


"Aku benar-benar tidak tau kalau kejadiannya akan seperti ini, tapi istrimu juga salah karena telah menampar Kalisa duluan, dan yang kita ucapkan memang benar adanya kalau istrimu murahan, foto-foto itu tidak akan mungkin sampai beredar kalau istrimu tidak melakukannya, Apa lagi saat istrimu gagal menikah dengan Aska, kenapa istrimu menerimamu untuk menjadi suaminya kalau istrimu bukan wanita murahan, lalu wanita seperti apa dia?"


"Bahkan kalau Kalisa bukan seorang wanita, bukan tamparan dari istri saya saja yang akan Kalisa dapat, tapi pukulan dari saya juga! Saya sebagai seorang suami jelas tidak terima jika istri saya di hina oleh orang lain, saya sebagai suami berusaha menjaga hatinya mati-matian agar hatinya tidak terluka, tapi kalian bertiga dengan seenaknya menghina istri saya yang belum jelas kebenarannya!"


Adnan menarik napas dengan sangat kasar, ke dua tangannya terkepal kuat, hatinya terus saja beristighfar, mencoba untuk berlapang dada itu sulit menurutnya, apa lagi kalau sudah menyangkut orang-orang yang paling ia sayangi.


"Istri saya bukan wanita murahan seperti yang kalian ucapkan, istri saya masih suci saat saya sentuh, itu membuktikan kalau istri saya bukan orang seperti yang kalian ucapkan, dan suatu saat orang yang telah menjebak istri saya akan menerima akibatnya! Kalau masalah menerima saya, itu karena saya jodohnya, nama saya yang di tulis di Lahul mahfudz untuk Sella bukan Aska!"


Sebenarnya Adnan tidak ingin membuka masalah ranjang bersama istrinya pada orang lain, tapi hinaan mereka membuat ia mengatakan itu, walau pun bahasanya tidak prontal, tapi tetap saja itu adalah aib rumah tangga jika di katakan pada orang lain.


Intan menghela napas pelan saat mendengar ucapan panjang dari Adnan, dan menurut ia Adnan semakin mempesona saat marah, ia tidak menyangka kalau Adnan selalu bersikap dewasa membuat rasa iri terhadap Sella semakin besar.


"Apa yang di lihat dari wanita tua itu oleh Adnan, kenapa Adnan selalu saja memanjakan Sella?" batin Intan

__ADS_1


Kalisa sangat tidak percaya kalau ternyata Sella masih suci, apa lagi foto-foto Sella tidur bersama lelaki tersebar luas, tapi ia tetap tidak suka pada Sella karena ia yang dari dulu mencintai Adnan, tapi yang di nikahi oleh Adnan adalah Sella.


Erik tidak percaya kalau benar Sella masih suci, lalu kenapa foto-foto itu sampai beredar luas dan belum ada konfirmasi apa pun dari ke dua belah pihak.


"Kalisa, Erik dan kamu Intan, ini terakhir kali saya memperingatkan jangan pernah mencari masalah dengan istri saya atau karir kalian yang susah payah kalian dapat akan hancur dalam sekejab!"


Sebenarnya Adnan ingin sekali memecet mereka bertiga, tapi Kalisa dan Erik adalah artis senior, mereka sulit untuk mencapai itu, jadi tidak ada salahnya jika ia memberikan kesempatan untuk sekali lagi.


"Intan, bukan'kah saya sudah mengatakan kalau kamu mencari masalah dengan istri saya bukan hanya karirmu yang hancur, tapi keluargamu juga ikut hancur. Namun nyatanya kamu anggap ancaman saya seperti angin lalu!"


Adnan langsung merogoh ponsel di saku celananya, ia langsung menghubungi asisten pribadinya, setelah di angkat ia langsung berbicara lebih dulu.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam pak."


"Baik pak."


Intan menatap Adnan tidak percaya saat mendengar ucapan dari Adnan yang tidak main-main, entah siapa Adnan, kenapa Adnan bisa dengan mudah mengatakan itu, yang jelas ia akan tau identitas Adnan siapa saat tau siapa yang membatalkan kontrak dengan perusahaan Papanya.


Lagi-lagi Erik menelan ludahnya dengan kasar, sudah ia duga kalau Adnan bukan orang biasa, dan dugaannya benar kalau Adnan bukan orang biasa.


Romi tidak ingin bertanya permasalahannya apa, namun yang jelas ia bisa tau kalau Adnan sedang emosi dan bisa ia pastikan kalau permasalahnya ada dengan masalah Sella, ia sudah tau semenjak Sella gagal menikah dengan Aska, Sella dan Intan sering sekali bertengkar.


"Assalamualaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumsam."


Setelah memutuskan sambungan telpon Adnan langsung memasukan kembali ponselnya.


"Adnan, sebenarnya kamu siapa? Aku mohon maafkan aku."


Intan minta maaf dengan raut wajah menyesal, dan lebih menyesal lagi ia akan semakin tidak bisa mendekati Adnan.


"Anggap saja itu sebagai pelajaran, kamu tidak perlu kuatir kalau kamu masih tetap bisa bekerja di Alfero Grup, tapi jika sekali lagi kamu mencari masalah dengan istri saya, akan saya pastikan kalau kamu di pecat dari sini!"


Mereka yang sedang menonton perdebatan itu membuat bertanya-tanya siapa Adnan sebenarnya, apa lagi mereka semua tau kalau Adnan putra ke dua dari Kenan saat akan menikah, tapi mereka merasa kalau Adnan memiliki perusahaan di atas Kesuma Grup.


"Mas."


Sella berjalan bersama Onli menghampiri suaminya, ia tau kalau suaminya sangat marah, bisa ia dengar dari suara suaminya. Adnan langsung melihat ke arah istrinya sambil tersenyum lebar, walau pun sedang marah, ia tetap tersenyum saat melihat istrinya.


"Mas, sudah Jamila tidak apa-apa."


Bukan Sella tidak dendam, tapi ia kasihan saat melihat suaminya marah-marah karena membelanya, apa lagi ia tau kalau suaminya sangat ta'at agama, pasti sulit untuk menahan agar tidak emosi.


"Iya kamu memang wanita kuat ko."


Adnan sangat mengenal istrinya kalau istrinya memang wanita kuat dan sangat berani, satu yang ia juga tau kelemahan istrinya, jika ia sudah marah istrinya pasti menangis.


"Mas mau Jamila dan mereka bertiga saling minta maaf."

__ADS_1


"Mas bukan Jamila yang memulai, bagai mana bisa mas menyuruh Jamila untuk minta maaf? Kenapa tidak di pecat saja mereka?"


Sella bertanya dengan raut wajah kecewa, rasa kasihan tadi hilang seketika saat mendengar permintaan dari suaminya. Mereka semua melihat ke arah Sella saat mendengar ucapan dari Sella yang ingin memecat mereka bertiga.


__ADS_2