Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
24


__ADS_3

"kemana leo dan kiara?"Kana yang sejak tadi asik berbincang dengan arya bertanya kepada Frans


Frans menggeleng tak tahu


"tadi sih mereka ada, tapi sekarang aku tak tau mereka kemana"ujara Anggun yang kebetulan mendengar pertanyaan Kana


Kana membulatkan mulutnya"haiss... aku tak tahu lagi mau bilang apa pada anak itu"gumam Kana tak habis fikir dengan sifat posesive Leo yang menurutnya sangat berlebihan


"iya mah! Leo memang seperti itu. dia selalu saja mengurung kiara di kamar tak di perbolehkan keluar, si Kiaranya juga gak nolak"sahut Rojer dengan sangat cepat


"santai saja kalau mau berbicara. jangan terlalu bersemangat"cibir Anggun yang masih ingat dengan kata kata Rojer tadi padanya


Rojer memutar bola matanya malas, tak ingin berdebat lebih jauh dengan Anggun


"kalian selalu saja bertengkar. setahu mama, perempuan yang lagi sama sama hamil kompak loh"ucap Erika yang duduk di samping kanan Dani


yang lainnya mengangguk membenarkan


"aku tak akan mau mengalah dengan wanita bermulut pedas ini!"desis Anggun kesal


"aku juga tak ingin akur dengan wanita cerewet sepertimu!"sarkas Rojer dengan tatapan andalannya yang ia layangkan kepada Anggun

__ADS_1


Renol selaku ayah Frans mengusap wajahnya kasar"coba kalian berdua berpelukan dulu, papa mau lihat kalian damai"ucapnya tegas


"gak mau!"tolak mereka berdua kompak


"semoga saja anaknya tak sama seperti ibunya"lirih Adi agar tak terdengar oleh siapapun namun sayang seribu sayang orang yang di katainya mendengar dengan jelas lirihan itu


Anggun dan Rojer kompak berdiri menghampiri Adi yang duduk di single sofa, lalu mereka berdua dengan cepat menjambak rambut kesayangan yang sering di bangga banggakan Adi kepada kedua orang bumil itu. mentang mentang rambutnya berwarna hitam lebat


"ya harus kayak mamanya lah! orang yang bawa kemana mana selama di kandungan kita kok!"seru mereka berdua menggebu gebu


Adi meringis menahan sakit yang kian menjalar sedangkan yang lainnya hanya mampu tertawa kesenangan di bawah penderitaan seorang Adi


°°°°


Kevin memasang wajah yang sesedih mungkin menggeleng lalu membereskan peralatannya memasukkan kembali ke dalam tas kerjanya


"katakan padaku!"seru Leo berdiri dari duduknya, menarik kuat kerah kemeja yang di kenakan oleh Kevin


"kapan kau membuatnya? mengapa secepat itu?"Kevin malah balik bertanya membuat Leo menggeram tertahan ingin sekali rasanya ia menonjok wajah menyebalkan yang berada di hadapannya ini


"katakan yang sebenarnya!"

__ADS_1


Kevin meneis pelan tangan Leo yang mencengkram kerah kemejanya


"kurasa kau masih belum pantas untuk menjadi seorang ayah, kau terlalu emosional"ujar Kevin menusuk


"aku hanya akan cepat emosi hanya ketika berhadapan denganmu dan juga wanita ular itu"Leo tersenyum miring menatap rendah Kevin


Kevin mendengus jengkel lalu menghembuskan nafasnya teratur agar emosinya bisa redah walau hanya sedikit saja


"selamat tuan! anda akan menjadi seorang ayah"Kevin memeluk Leo secara tiba tiba


Leo bergeming masih mencerna perkataan Kevin yang sangat tiba tiba itu


"H-Hah!?"


Leo mendadak bodoh


Kevin tak memperdulikannya, ia mengambil tas kerjanya lalu melangkah menuju pintu kamar


"aku pulang dulu"ujarnya santai. namun ia kembali menghentikan langkahnya"ngomong ngomong kau sangat hebat ya! bisa membuat anak secepat itu. padahal kalian baru saja 9 hari menikah tapi istrimu sudah berisi saja"Kevin cepat cepat melarikan diri sebelum terkena amukan macan yang mendadak linglung itu


"a-ku jadi a-yah?"tanyanya tak percaya, bahkan matnya sudah mulai berkaca kaca, bukan. bukan berkaca kaca lagi melainkan air matanya sudah menetes begitu saja

__ADS_1


"kenapa kau menagis?"


__ADS_2