Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Berpenampilan baru


__ADS_3

Semua para siswa menghentikan semua aktivitasnya melihat kedatangan wanita cantik. Meimei, yang semalam menggegerkan para temannya satu sekolah di ulang tahun Geisha. Dengan penampilan baru Meimei berjalan melewati lorong sekolah dengan penuh percaya diri.


Saat ini Meimei bagaikan ulat yang berubah menjadi kupu-kupu bersayap cantik. Dari rambut yang dibiarkan tergerai saja, mata tanpa kaca mata tebalnya, lalu polesan make up pada wajahnya.


" Itu Meimei.."


" Ia dia cantik ya. Apalagi di pesta ulang tahun Geisha."


" Wah cantik.."


Ungkapan tersebut sudah menjadi sebuah kicauan merdu di telinganya. Yang menambah rasa percaya dirinya. Lalu dia memasuki kelasnya. Dan duduk di sebelah Keisya.


" Mei, boleh mintak nomer whastappnya gak?"


" Mei, kencan yuk?


" Mei, nanti makan ke kantin bareng gue ya?"


" Mei, aku kagum dengan gaun rancangan Louis!"


Ucap para murid di kelasnya. Meimei tersenyum dan seakan telah terbang ke langit tertinggi mendengar pujian-pujian dari temannya. Lalu Meimei duduk di sebelah Keisya. Keisya hanya menggeleng-geleng kepala melihat perubahan sikap mereka kepada Meimei.


Apakah mereka secepat itu berubah? Ternyata mereka hanya melihat cover saja dan berwajah dua. Ternyata selama ini aku di kelilingi oleh manusia bertopeng. Ah, jika aku tidak berpenampilan seperti ini, bagaimana aku bisa mengenali jati diri mereka yang sebenarnya.


" Hei Kei.. Terima kasih ya berkat kamu, aku bisa secantik ini." Ucap Meimei berterima kasih kepada Keisya yang di balas senyuman dan anggukan oleh Keisya.


" Kei, semalam adalah hari terbahagia aku. Kau tau bagaimana Carlos menolongku saat aku terjatuh. Ah, maksudku aku pura-pura terjatuh." Bisik Meimei kepada Keisya.


" Memangnya bagaimana?" Ucap Keisya melihat Meimei yang tersenyum seakan sedang membayangkan sesuatu.


Apakah seperti itu rasanya jatuh cinta? Lucu sekali.


" Dia menangkapku, sehingga kita bertatapan mata. Saling bertukar sapa lewat tatapan. Senyumnya menaburkan sari bunga yang tumbuh di lubuk hatiku yang terdalam." Jelas Meimei tersenyum.


Ah, Apakah aku akan merasakan hal sama jika jatuh cinta? Bukan seorang pangeran yang aku inginkan, melainkan sesosok yang mampu membuatku tertarik dengan sikapnya.


" Hahaha benarkah?" Ucap Keisya tertawa garing.

__ADS_1


" Tapi, baju kamu ketumpahan minuman milik Geisha. Kei, apakah baju itu mahal?" Ucap Meimei ekspresi wajahnya langsung berubah sedih.


" Kau hanya perlu mencucinya Mei. Dan itu bukan bajuku. Kau pakai saja, baju, sepatu, make up. Kau ambil saja. " Ucap Keisya santai.


" Benarkah? Kau memberikanku semua itu? Walaupun tiruan, aku rasa itu sangat mahal. Kau mendapatkan uang dari mana Kei?" Tanya Meimei heran.


" E..a..ku.."


Duh Mei..kenapa kamu pakai tanya segala sih.


" Itu semua aku beli pakai uang tabunganku kok, gak mahal. Murah aja. Kan kw." Jelas Keisya berbohong.


" Aku tetap berterima kasih Kei. Aku sayang kamu Keisya. Tanpa kamu, Mereka pasti tetap memandangku dengan remeh. Kau tau, bagaimana mereka menatapku hari ini bukan. Bahkan saat di pesta, mereka begitu kagum dengan penampilanku. Dan mereka beranggapan bahwa gaunku asli. Bahkan mereka mengira jika aku ke perias handal."Jelas Meimei mengungkapkan hatinya yang bahagia.


" Benarkah, apakah kau sekarang akan rajin ke sekolah, aku sudah membantumu, aku harap kau tidak meninggalkanku lagi?" Ucap Keisya.


" Baiklah Kei..Aku berjanji akan selalu menemanimu. Kau sahabat terbaikku." Jelas Meimei lalu mereka berpelukan.


"Dan ya, Kei jika kau bisa merubah penampilanku secantik ini. Lalu kenapa kau memilih berpenampilan seperti ini?" Tanya Meimei.


" E..." Ucap Keisya tak mampu memberikan alasan.


Begitupun dengan Keisya dan Meimei yang berhenti berbincang.


Untung saja, kau cepat datang. Jika tidak, Meimei terus menanyakanku. Duh, aku harus mencari alasan yang tepat nih. Meimei pasti akan tanya lagi soal ini.


***


Para murid berhamburan keluar kelas untuk istirahat. Meimei dan Keisya selalu berdua berada di meja kantin. Keisya selalu membawa bekal dari sang mama kesayanganyannya. Bahkan Meimei sangat menyukai isi bekal milik Keisya.


" Wah, mamamu sangat kreatif Kei. Aku sudah tidak sabar mau menyicipi bekalmu." Ucap Meimei melihat kotak makan milik Keisya.


" Benar. Silahkan Mei." Ucap Keisya.


Tiba-tiba seorang siswa perempuan menyodorkan bekal ke Meimei. Membuat Meimei terkejut.


" Untukku?" Tanya Meimei kepada temannya itu.

__ADS_1


" Benar, dari kakak kelas." Ucap wanita itu.


" Siapa?" Tanya Meimei terkejut. Lalu Meimei melihat ke arah yang di tunjuk oleh temannya itu.


" Siapa Mei?" Tanya Keisya yang ikut penasaran.


" Apa ini dari kak Nico?" Tanya Meimei mengetahui pria yang tersenyum duduk di meja yang tidak jauh darinya.


" Ia benar, aku disuruh memberikan bekal darinya untukmu Mei." Jelas teman sekolahnya.


" Kakak kelas!" Ucap Meimei kepada Keisya.


" Oh, penggemar barumu!" Ucap Keisya santai.


" Dia adalah playboy di sekolah ini. Kenapa bekal ini dari dia sih. Tuhan, mengapa bukan Carlos saja." Ucap Meimei tidak begitu senang.


" Hahaha, Itulah resiko menjadi cantik Mei. Tenang, nanti Carlos nyusul." Ucap Keisya.


Itu resiko menjadi cantik, bahkan di sekolahku dulu, banyak pria yang berkelahi karena aku. Ah sungguh itu konyol. Aku merasa seperti barang saat itu. Harus di perebutkan.


***


" Bagaimana? Apakah makanan buatan ibuku enak?" Ucap pria yang bernama Nico. Pria tinggi, bermata sipit dan putih. Keahlian jago break dance.


" E, Mei..aku masuk ke kelas dulu ya." Ucap Keisya yang sedang bersama Meimei berjalan menuju ke kelas selesai makan di kantin.


" Tidak Kei, tunggu aku. Kau mau aku di makan hidup-hidup dengan buaya darat ini?" Bisik Meimei.


" Haha, oke baiklah Mei." Ucap Keisya tertawa di tahan.


" Maaf kak, karena kita membawa bekal sendiri, jadi bekal yang di beri kakak saya bagi siswa lain. Apakah kak Nico tidak keberatan?" Jelas Meimei. Rasanya Meimei sengaja memberikan kotak makanan itu kepada orang lain. Meimei tidak menyukai pria di hadapannya. Meimei hanya menginginkan seorang Carlos saja.


"Yah, benarkah? Apakah aku boleh meminta nomer whatshapmu, jika kau tidak keberatan sih?" Ucap Nico sangat berharap.


" Kei, bantu aku.." Bisik Meimei.


" Ah, Mei..perutku sakit." Ucap Keisya langsung mengerti dan berusaha membantu Meimei.

__ADS_1


" Apa? perutmu sakit? Apakah kau ingin ke toilet? atau kau lagi datang bulan?" Ucap Meimei langsung berpura-pura cemas.


" Kak, sudah dulu ya. Aku akan mengantar sahabatku ini ke kelas. Bye kak." Ucap Meimei yang akhirnya terlepas dari jeratan buaya darat di sekolahnya. Meimei dan Keisya akhirnya pergi meninggalkan Nico yang penuh rasa kecewa.


__ADS_2