
"mengapa kau memaksa ku untuk meminum itu?! tak biasanya"kiara berucap kesal
Leo meletakkan gelas itu di atas meja lalu mengangkat tubuh kiara di pangkuannya mengambil kembali gelas berisikan susu ibu hamil itu dan menempelkan ujung gelas itu kebobir kiara agar kiara meminumnya
dengan sangat terpaksa kiara meminum susu itu, hidungnya ia apit memakai jari jempol dan telunjuknya
"ugh.."
Leo meletakkan kembali gelas susu itu dan mengambil sepiring bubur ayam yang telah di siapkannya
"aaa..."Leo menyendokkan bubur ayam itu kemulut kiara dan dengan senang hati di terima oleh kiara
"enak?"tanya Leo
kiara mengangguk antusias karena bubur ayam adalah salah satu makanan kesukaannya
°°°°
kiara berjalan dengan sangat pelan serta hati hati, ia menelusuri setiap sisi mansion. di bukanya satu persatu pintu besar yang berad di mansion itu
dimana ruangannya?
kiara membatin kesal karena sedari tadi ia tak menemukan apa yang ia cari
"sedang apa kau?!"
suara yang terkesan dingin dan dengan nada tak suka itu menyapanya
ketemu juga akhirnya
"aku ingin bertanya"jawab kiara sekenanya
orang itu menaikkan sebelah alisnya"mengapa kau tak menanyakan saja lansung pada suamimu itu"
kiara mengatur nafasnya menetralisir rasa gugupnya, ia nekat mencari ayah mertuanya hanya untuk menanyakan kebenaran di saat Leo sedang pergi bekerja ke kantor
__ADS_1
"kau ingin mengetahui alasan menagapa kau terus di kurung di sini dan masalalu keluargamu? benar begitu?"
kiara mengangguk kaku
apakah ia siap untuk mendengar kebenaran?semoga saja
"pertanyaan yang pertama mudah saja, karena Leo takut kau mengetahui kalau kau hanyalah seorang istri kedua"jawab arya gamblang tak menghiraukan raut wajah terkejut dari kiara
kiara speceleesh, wajahnya berubah pias kakinya melemas. jadi selama ini ia hanya seperti orang bodoh yang di kurung di sangkar emas dengan limpahan perhatian yang membuat teralihkan dengan beberapa kecurigaan kecurigaan yang pernah ia rasakan
"s-iapa?"
"Laura. perempuan yang menumpahkan semua hasil kue hias buatanmu"
"mengapa?"
seolah mengerti arya menjawab"karena aku menyesal telah menjodohkanmu dengan putraku"
"kau benci padaku?"
Arya mengangguk mantap"ya! aku membencimu. karena kau hanya orang biasa di mataku tak berarti apa apa"
Arya tertawa sinis"karena kau dulu berasal dari keluarga yang berada. dulu keluargamu hampir saja menyaingi kekayaanku, karena itulah aku menjodohkanmu dengan anak ku"
"kenapa kau tak menghentikan pernikahan itu?!"kiara berteriak lantang
jika saja dulu pernikahan itu tak terjadi kiara masih bisa terima kalau bukan dirinya yang akan mendampingi Leo semasa hidupnya. tapi sekarang? semuanya telah di ambil oleh Leo
"putra ku sudah sangat tergila gila denganmu"Arya berucap tak suka
"kau!?"kiara menunjuk wajah Arya yang hanya menatapnya datar
"kau mau tahu masa lalu keluargamu tidak?"Arya bertanya santai
kiara mengangguk cepat. bagaimana pun tujuan utamanya menuruti semua jalan cerita ini hanya karea itu
__ADS_1
"dulu keluargamu keluaraga yang sangat harmonis, kalian hidup berkecukupan dengan anggota keluarga yang lengkap. saat itu kau masih berumur 3 bulan"Arya menjeda kalimatnya menatap raut wajah kiara
"sampai saat itu ibumu meninggal. karena serangan jantung-"
"apa?!"kiara memotong ucapan Arya dengan lantang
Arya mengangguk"ada orang yang memanipulasi foto ayahmu dan memfitnah ayahmu selingkuh dan mengirimkan foto itu ke ibumu. jadi begitulah dia meninggal"
kiara diam menyimak
"ketika ayahmu mendengar kabar bahwa ibumu meninggal ia menjadi gila, gila wanita hahaha... dia sering keluar masuk club tak memperdulikan perusahaannya yang sedang krisis, sampai seorang wanita datang berpura pura baik di hadapan ayahmu dan yah! ayahmu termakan oleh jebakannya, setelah ayahmu dan dia menikah wanita itu langsung saja memindah alihkan kekuasaan perusahaan ayahmu ketangannya, tapi ketika wanita itu melihatmu dia merasa kau ancaman baginya, dia berkali kali mencoba membunuhmu, tapi selalu di gagalkan oleh nenek serta kakakmu"Arya menjeda kalimatnya mengamati reaksi kiara baik baik dan juga merekamnya dengan baik
"akhirnya nenekmu membawamu lari dia merawatmu serta kakakmu dari jangkauan wanita itu, walupun kakakmu tak diincar oleh wanita itu, saat ayahmu mengetahui segalanya ayahmu marah besar ia hampir saja membunuh wanita itu"Arya diam menatap tembok berwarna emas di hadapannya
"dimana ayahku sekarang?"tanya kiara dengan raut wajah datar tak tahu harus berekspresi seperti apa
"sudah meninggal"
"kenapa?"
"kau tahu jawabannya"
kiara mengangguk mengerti, salah satu penyebabnya adalah wanita itu
"apakah kecelakaan nenek dan kakak-"
"ya! itu adalah ulah wanita itu"
"siapa wanita itu?"
"ibu dari istri pertama Leo"jawab Arya santai ia berjalan meninggalkan kiara yang mematung di lorong lorong mansion itu
bagai tersambar petir kiara berucap lirih",apa yang harus aku lakukan?"
°°°°°
__ADS_1
"mah?! mainan El kemana?"
"apa apaan itu? tak jelas sekali!"