
kalian masih ingatkan dengan kana? ibu kandung dari seorang Leonidas, istri dari seorang Arya. pendiri dari perusahaan properti terbesar di dunia
semenjak kejadian perginya Kiara dari mansion kelurga Angleo, Kana banyak mendiamkan Arya suaminya, menurutnya. suaminya itu terlalu jahat, jika berbicara tidak pernah di saring dulu. mulutnya terlalu pedas, apakah Arya sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan orang lain? ya walaupun Kana tidak tahu apa yang di katakan Arya kepada Kiara tapi satu hal yang Kana yakini, pasti suaminya itu telah memberitahukan pasal keluarga Kiara, juga posisinya saat itu
maka dengan itu, Kana sekarang memiliki kewajiban yang harus di tekuni setiap harinya, datang kemakan Ayah dan ibu kandung dari seorang Kiara. membersihkan kuburan kedua orang tersebut, dan juga sesekali meminta maaf. karena telah mempersulit hidup anaknya
"Aku minta maaf, kami tidak memenuhi janji kami dulu. untuk selalu menjaga dan melindungi Kiara... kami justru mempersulit hidupnya"Kana mencabuti satu persatu rumput yang mulai bertumbuhan di makam Ayah dari Kiara, karena sudah dua minggu ini Kana tak datang untuk menjenguk teman lamanya itu, karena kesibukan yang dimilikinya. serta tugasnya sebagai seorang istri dan juga tugas seorang ibu bagi Leo, walaupun Leo jarang pulang ke mansion. palingan pulangnya sebulan sekali atau lebih parah lagi. Leo pernah tidak pulang selama satu tahun ful dan itu sangat membuat Kana marah. hingga saat itu ia berisiatif untuk datang kekantor anaknya itu dan menggeret anaknya pulang tak perduli dengan alasan Leo yang katanya masih banyak yang harus Leo selesaikan
"walaupun aku tidak tahu apa saja yang dikatakan suamiku pada anakmu, tapi aku yakin. kata kata suami ku pasti sangat menyakitkan sehingga membuat Kiara lebih memilih pergi dari kediaman keluarga ku"entah mengapa, setiap kali Kana datang ke pemakaman ini, Kana merasa sedih yang begitu mendalam. mungkin karena sikapnya dulu yang sangat keterlaluan kepada istri teman lamanya itu
dulu Kana sempat berniat igin merebut Hariandes dari Clara karena Kana merasa iri dengan kehidupan Clara yang sangat bahagia di banding dirinya yang harus berjuang menemani suaminya untuk mendirikan perusahaan impian mereka
"aku juga minta maaf, dengan sikapku dulu sama kamu"ucap Kana begitu ia sudah berpindah tempat ke sebelah kuburan Hariandes yaitu kuburan sang istri Clara
"dulu aku sangat kasar padamu, kata kataku juga sepertinya terus menyakitimu"Kana berujar penuh sesal dengan air mata yang menitik dari ujung matanya
"kamu tahu Clara? wanita yang menghancurkan keluarga kalian telah mendapatkan ganjarannya"Kana tersenyum samar begitu mengingat bagaimana Leo yang membalas perlakuan orang itu dengan sangat kejam"begitu juga anaknya, yaaa... walaupun Leo sangat kejam, memasukkan orang yang waras kedalam RSJ"curhatnya terkikik
°°°°°°
__ADS_1
"Om Leo!"Keyara berseru senang berlari sembari melompat lompat kecil dengan Agam yang berjalan di belakangnya mengikuti setiap langkah Keyara, menyambut kedatangan Leo
"om kok gak pulang pulang. katanya Nenek Kana rindu sama om"Agam bertanya dengan kesal kepada Leo, sebab tak jarang Agam melihat Neneknya itu menangis sembari menyebut nama omnya itu
"om lagi banyak kerjaan di kantor"ucap Leo yang dengan sigap menangkap tubuh Keyara yang melompat meminta di gendong, keyara memang sangat manja kemada Leo
"om bawa oleh oleh gak?"Keyara mengalungkan kedua tangannya di leher Leo
"gak usah mengada ngada kamu. orang pulang dari kantor di tanyain oleh oleh, ada ada saja"cibir Anggun yang kebetulan mendengar percakapan mereka, sebenarnya sih Anggun tadi penggennya keluar buat nyiram bunga
"mami kok terus marah marah sama Key?!"keyara bertanya dengan wajah cemberutnya
"tapikan, Key cuma bercanda sama papi"jawab Keyara polos
"Kenapasih tante sama Key, kerjaanya berantem terus!"sungut Agam kesal, kan Agam sudah pernah bilang ia tak menyukai orang yang teriak teriak apalagi ribut gini tiap hari
"udah udah, awas jangan ngalangin jalan!"Kana menggeser sedikit tubuh Leo yang memang berdiri di tengah pintu utama mansion
"tumben kamu pulang?"Kana berucap kaget, karena ternyata orang yang di pegangnya tadi ternta anaknya sendiri
__ADS_1
"kenapa emangnya? mama gak mau aku pulang? yaudah aku balik lagi aja ke kantor"ucap Leo pura pura memasang wajah ngambeknya kepada sang ibu
"gak gitu, kan biasanya kamu pulangnya cuma satu kali sebulan"sindir Kana
Leo terkekeh begitu mendengar sindiran pedas dari sang ibu"hehe. kan Leo sibuk ma.."
"sibuk! sibuk! se enggaknya kalau sibuk itu, luangin waktu kek untuk orang tua sama keluarga"Frans menyahut dari belakang tubuh Leo, dengan Adi yang setia berdiri di sebelahnya
"jangan ikut campur!"desis Leo kesal
"suka suka kamilah, mau ikut campur kek, mau apa kek, mulut mulut kita juga"sambar Adi
"kemana saja kalian?! bukannya kalian yang duluan pulang tadi?"
"kepo!"Adi mengambil alih Keyara dari gendongan Leo"kalau mau gendong anak, jemput sana!"ejek Adi melangkah santai memasuki mansion dengan Keyara yang berada dalam gendongannya dan juga tangannya yang ikut menggeret Anggun masuk, sehingga mengakibatkan Anggun menunda kegiatannya dulu
"tautuh, malah di anggurin lagi"Frans ikut ikutan menyudutkan Leo, lalu berjalan masuk sembari menggandeng tangan Agam yang sedari tadi terdiam menyimak percakapan para orang tua
"maksudnya apa?"Kana yang sedari tadi diam, akhirnya membuka suara, setelah Adi dan yang lain telah hilang dari pandangannya. tinggalah mereka berdua
__ADS_1