Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Kediaman Elapati.


__ADS_3

Hanna diam- diam datang ke rumah besar Elapati. Tanpa sepengetahuan Gardapati, Hanna rela datang hanya berniat meminta dukungan kepada Elapati untuk memperebutkan hak asuh Lala.


Pengawalan rumah disana lebih ketat di bandingkan dengan rumahnya sendiri. Hanna telah memperkenalkan diri sebagai istri Gardapati. Namun para pengawal rumah Elapati tidak mengizinkannya untuk masuk.


"Apakah anda telah membuat janji dengan Nyonya Elapati?" Tanya pengawal yang berkumpul di gerbang rumah Elapati dengan tubuh berotot dan juga kekar.


"Tidak, tapi aku adalah istri dari Gardapati cucu Elapati." Jelas Hanna.


"Yang kita tau cucu nyonya hanya tuan Adipati! Anda tidak boleh masuk!" Jelas pengawal tersebut yang membuat Hanna merasa mendidih.


" Tapi aku adalah istri Gardapati!" Jelas Hanna berusaha untuk bisa masuk bagaimanapun caranya.


"Biarkan dia masuk!" Jelas seseorang yang baru saja keluar dari rumah Elapati.


"Tuan Adipati! e.. tapi tuan.." Ucap pengawal terkejut dengan kedatangan Adipati.


"Apa kalian ingin ku pecat sekarang juga?" Ucap Adipati mengancam.

__ADS_1


"Baik tuan, maaf!" Ucap pengawal berbadan kekar tersebut langsung membuka gerbang mempersilahkan Hanna masuk.


Adipati pun sungguh terkejut dengan kedatangan Hanna. Adipati pun langsung mempertanyakan kedatangan Hanna ke rumahnya. Hanna sendiri menjelaskan semua masalahnya.


" Baiklah, aku akan membantumu." Ucap Adipati.


Aku tidak yakin Han, kau bisa mempengaruhi nenekku. Aku sendiri sudah lama ingin menyatukan nenek dan kakak. Tapi aku tidak berhasil. Mereka sama- sama keras.


***


Akhirnya Hanna sekarang berada di hadapan Elapati. Wanita yang sedang duduk di kursi roda tersebut menatap Hanna dengan wajah datar.


"Hei nenek, bagaimana kabarmu?" Jelas Hanna berusaha membuka pembicaraan dengan senyuman.


"Aku tidak terlalu suka berbasa-basi. Untuk apa kedatanganmu ke rumahku?" Tanya Elapati. Awalnya Elapati menyukai Hanna, karena dulu waktu ulang tahunnya, Hanna pernah menolongnya. Namun karena Hanna telah menjadi istri Gardapati, mendadak Elapati tidak menyukai Hanna.


Sebegitunya kah kau membenci suamiku? Andai kau tau, jika suamiku yang sangat kucintai adalah pria yang terbaik untukku. Seharusnya dia lebih mengenalnya, Gardapati tidak jauh dari Adipati.

__ADS_1


"Baiklah, kedatanganku hanya ingin meminta dukungan anda untuk mendapatkan hak asuh putriku Lala. Aku telah menyayangi Lala seperti putriku sendiri. E... sebenarnya aku tidak tau harus meminta tolong kepada siapa. Hanya kamu nenek, yang bisa menyelamatkan hidupku." Ucap Hanna dengan mata menggenang.


"Bukankah kau tau, jika kalian ingin mendapatkan warisan Pati syaratnya adalah bayi laki-laki. Keputusanku tentang ini tidak akan pernah berubah!" Ucap Elapati singkat. Hatinya telah lama membatu. Dia tidak pernah melupakan ketika ibu Gardapati menjadi istri kedua dari putranya yang telah menikah dengan istri pertama yaitu menantu kesayangannya ibu Adipati. Elapati menganggap ibu Gardapati adalah wanita perusak rumah tangga orang.


"Nenek..." Ucap Adipati melihat Elapati yang begitu acuh dan tidak mau mendengar permintaan Hanna.


"Tapi aku tidak pernah bisa mengandung lagi. Hanya engkau nyonya satu- satunya yang bisa menolongku. Aku tidak ingin kehilangan Lala, walaupun dia bukan putri dari rahimku, tapi aku sangat menyayanginya. Aku mohon, kau hanya mendukungnya, aku tidak ingin hartamu. Aku hanya ingin merasakan menjadi seorang ibu." Jelas Hanna menangis terisak.


" Aku tidak bisa. Sebaiknya kau pergi!" Jelas Elapati langsung masuk ke dalam kamarnya dengan bantuan pelayan yang membantu mendorong kursi rodanya.


"Nenek..Nenek.." Ucap Adipati melihat Elapati yang pergi begitu saja.


"Nyonya aku mohon datang ke pengadilan hari Selasa..Hiks..." Ucap Hanna berteriak.


"Tenang Han, Aku akan merayu nenekku." Ucap Adipati.


" Aku rasa hatinya telah mengeras! mungkin ini takdirku menjadi wanita yang tak sempurna. Atau diriku tidak pantas menjadi mama Lala? Hiks.." Ucap Hanna menangis.

__ADS_1


" Han, kau adalah wanita yang paling hebat yang pernah aku temui. Bahkan aku melihatmu seperti seorang ibu yang hebat." Jelas Adipati menenangkan Hanna.


Pupus sudah harapanku satu-satunya. Tuhan, tidak bisakah kau mengabulkan satu harapanku ini. Aku hanya ingin merasakan menjadi seorang ibu. Aku sangat menyayanginya seperti darah dagingku sendiri. Jangan rebut kebahagianku lagi. Aku harap kau mencairkan hatinya yang beku. Nenek aku yakin kau adalah wanita yang baik. Aku harap kau datang memenuhi keinginanku.


__ADS_2