Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
BAB. 43 Lusi


__ADS_3

Sekarang Adnan bersama istri termasuk Bundanya sedang dalam perjalanan pulang ke apartement, sesuai permintaan Adnan kemarin kalau Bundanya harus tinggal di apartement.


Namun mereka bertiga di kejutkan oleh Lusi yang sudah mengomeli bi Yanti. Adnan langsung menggenggam erat tangan sang Bunda, saat Bundanya henghentikan langkah kakinya.


"Bunda jangan berbicara apa pun, lagian wajah Bunda juga sudah berbeda, apa lagi tertutup dengan cadar, jadi tidak perlu kuatir akan ketahuan oleh bu Lusi."


"Iya nak."


Mereka melanjutkan langkah kakinya lagi, dengan Adnan yang menggenggam tangan Bundanya, sedangkan Sella berjalan lebih dulu, wajahnya tersenyum ceriah saat melihat Lusi yang mengomel.


"Tidak tau malu! Selalu bikin kegaduhan, tidak anak, tidak suami dan sekarang bu Lusi juga ikut membuat kegaduhan dasar keluarga gila!"


Sella memaki Lusi sambil terus berjalan ke arah Lusi, ia lupa kalau bersama ibu mertuanya karena rasa ingin memaki Lusi menggebu-gebu. Dulu Lusi memaki ia saat Aska melempar foto-foto ke wajahnya, membuat ia memiliki dendam dan ingin memaki balik pada Lusi.


Sella menutup mulutnya sambil terus berjalan, ia sedikit malu pada ibu mertuanya yang memiliki suara merdu dan alim, tapi ia sebagai menantu, jangankan alim, kalau saja dulu suaminya tidak menyuruh memakai gamis, ia mana mau memakai gamis yang menurut ia sangat gerah.


Lusi langsung melihat ke arah sumber suara, beberapa saat ia mengerutkan kening saat melihat putra tirinya menggandeng wanita bercadar, sedangkan Sella yang ia tau istri dari putra tirinya berjalan lebih dulu dengan santainya saat suaminya menggenggam wanita lain.


"Kepalanya terbentur kali iya, suaminya menggenggam wanita lain tidak cemburu, atau itu anak dari pak kiai yang ingin di nikahi oleh Adnan, jadi Adnan menikahi Gadis itu?" batin Lusi


Bukan hanya Lusi yang berbicara di dalam hati, tapi bi Yanti juga sama saat melihat mereka.


"Apa jangan-jangan den Adnan pergi dari kemarin bilang mau ke rumah Neneknya itu menikah lagi kali iya? Masa den Adnan yang sangat ta'at agama menggenggam tangan wanita yang bukan makhromnya, tapi kenapa non Sella biasa-biasa saja? Bukan'kah kemarin-kemarin sering sekali cemburu, atau den Adnan memiliki do'a untuk membuat ke dua istrinya akur. Huh, masih kecil sudah memiliki istri dua, mentang-mentang kaya jadi bisa semena-mena." batin bi Yanti


Namun beberapa detik pikiran jeleknya bi Yanti tepis, ia yakin kalau Adnan bukan lelaki seperti itu, walau pun Ayah dari Adnan memiliki dua istri dulunya, tapi sifat Adnan 95% ikut seperti Bundanya. Mereka bertiga sampai di depan Lusi dan bi Yanti.


"Ini ada apa? Kenapa anda datang ke apartement saya?"


"Di mana suamiku?!"


Suaminya memang tidak pernah pulang sudah 1Minggu lebih setelah pertengkaran di tempo hari bersama Lusi.

__ADS_1


Adnan sudah bingung karena ibu tirinya datang kemari dan sekarang di buat lebih bingung saat mendengar pertanyaan dari ibu tirinya.


"Saya tidak tau, dan saya tidak ingin tau juga."


"Dasar ibu sama anak sama gilanya! Dulu Anisa merebut suamiku dan sekarang kamu juga merebut suamiku dengan data sialan yang kamu ubah! Kamu berharap agar suamiku menyayangi anak jallang seperti kamu?!"


Plak...!


Satu tamparan keras itu mendarat mulus di pipi Lusi saat Lusi mengatai ibu mertuanya jallang hingga membuat Sella sangat marah.


"Seharusnya anda bisa menjaga suami murahan anda, kalau suaminya bisa tidur dengan wanita lain atau menikahi wanita lain, itu artinya ada yang salah dalam diri anda, apa lagi kata-kata anda itu seperti sampah! Anda juga seorang perempuan, tentu anda tau sebrengsek apa suami anda hingga mau menghianati pernikahan kalian. Lagian juga saya baru datang, seharusnya anda cari suami anda di lain tempat, bisa saja suami anda sedang bercinta dengan wanita lain tanpa sepengetahuan anda. karena lelaki yang sudah berhianat, saya percaya suatu saat dia akan tetap berhianat!"


"Dasar kalian sama-sama jallang!"


Setelah mengatakan itu Lusi akan menampar Sella, tapi Sella dengan sigap menahan tangan Lusi.


"Jangan pernah berharap kalau tangan kotormu itu bisa menyentuh pipi saya yang berharga, karena bagi saya orang yang menikmati hasil nipu dari Bunda, itu sama saja uang haram!"


"Dasar wanita sialan! saya bersyukur karena putra saya tidak menikahimu!"


"Bahkan saya lebih bersyukur lagi karena tidak jadi menikah dengan Aska hingga saya di nikahi oleh mas Adnan."


"Ciuh! Apa yang bisa Adnan banggakan?"


"Mas Adnan sangat sempurna, tidak seperti putramu yang hanya mengandalkan uang keluarganya, tapi mas Adnan sangat mandiri! Lebih baik anda pergi, saya tidak sudi meledani keluarga tidak waras seperti kalian!"


Menerut Sella orang tua Aska dan Aska itu orang gila, saat itu Aska yang terus mengganggunya, lalu Kenan yang mengganggu suaminya, dan sekarang Lusi yang mengganggunya.


"Dasar wanita kurang ajar! Kamu pikir kamu waras mau di nikahi anak ingusan seperti Adnan?! Saya lupa satu hal kalau donatmu itu memang sudah basi, jadi kalau bukan anak ingusan seperti Adnan, mana mau donat basimu yang mungkin saja lelaki bukan merasakan nikmat, tapi merasakan bermain di lubang ember yang besar dan tidak ada rasa nikmat!"


Semua orang menggelengkan kepalanya saat mendengar Lusi mengatakan milik Sella donat basi.

__ADS_1


"Dasar Nenek-nenek tidak punya ahlak! Begitu kalau pikiranya butuh belaian dari suaminya, jadi tidak waras!"


Sebenarnya Sella ingin sekali mengatakan begitu kalau pikiranya butuh sodokan dari suami jadi tidak waras, tapi ia masih ingat kalau sekarang ia sedang bersama ibu mertuanya jadi ia tidak mau mengatakan hal yang sangat prontal, ia takut ibu mertuanya marah atau ibu mertuanya tidak menyukai ucapannya dan mulai menjauhinya, ia tidak mau sampai itu terjadi.


"Pak Toni..!!"


Adnan memanggil satpam untuk mengakhiri perdebatan istri dan ibu tirinya.


"Iya mas."


Pak satpam itu langsung berjalan ke arah mereka.


"Bawa wanita ini pergi, dan pastikan kalau wanita ini tidak bisa datang ke apartement Alfero lagi, kalau sampai wanita ini datang dan membuat kekacawan, siap-siap lepas baju satpammu!"


"Baik mas."


Pak satpam itu paham apa arti dari ucapan Adnan, jika ia membuat kesalahan lagi akan di pastikan kalau Adnan memecatnya.


Beberapa saat Lusi sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Adnan, ia tau arti dari ucapan Adnan yaitu di pecat, tapi bagai mana bisa Adnan memecat satpam di apartement Alfero, yang ia tau Adnan juga tinggal di apartement itu adalah pemberian dari Anisa.


Namun seolah-olah Adnan seperti pemilik seluruh apartement Alfero, membuat Lusi bingung, apa lagi yang ia tau kalau Anisa tidak meninggalkan barang berharga selain meninggalkan apartement untuk Adnan tinggali.


"Mari bu Lusi kita keluar atau bu Lusi mau saya seret keluar?"


"Dasar satpam gila! Dan kamu Adnan, kamu tidak perlu so berkuasa di sini!"


"Mau saya berkuasa atau tidak itu hak saya, mau saya melarang orang lain atau tidak, itu juga hak saya, anda tidak bisa ikut campur urusan saya."


"Memang kalau anak jallang itu tidak sopan!"


"Anda menikmati harta dari wanita jallang, sangat menjijikan!"

__ADS_1


__ADS_2