Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
apa?!


__ADS_3

krieett


kiara terkejut ia hanya bisa bergeming menatap heran pintu itu dan setelah tersadar kiara berjalan masuk tapi fokus kiara masih pada pintu tersebut tak menyadari tatapan orang orang yang sedang menunggu nya sedari tadi


kini pandangan kiara tertuju pada dua pria yang berdiri di kedua sisi pintu tersebut


"woaaah... kalian sangat tampan"ucap nya tanpa sadar dengan suara yang terbilang cukup keras sampai semua orang yang berada di satu ruangan dengan nya dapat mendengar nya


"hey! kemarilah"


suara itu mengalihkan pandangan kiara yang semula nya tertuju pada kedua pria yang berdiri kaku di kedua sisi pintu itu


melihat banyak nya orang yang berada satu ruangan dengan nya kiara menjadi canggung saat mengingat perkataan nya tadi'hais kau bodoh sekali kiara'gumam nya dalam hati meruntuki mulut nya sendiri


°


°


°


°


kini naila sedang berdiri di depan pintu rumah kiara di jam yang masih terbilang sangat pagi tujuan nya sih ingin mengajak kiara lari pagi supaya ia tak merana lagi, naila yakin kiara semalaman menangis terus


tok tok tok


dengan santai naila mengetuk pintu rumah naila tapi tak ada yang membukakan nya padahal ia sudah menunggu cukup lama


"aiss. mengapa kau begitu bodoh naila! seharus nya kau memencet bel! walupun rumah naila terbilang cukup minimalis tak memungkin kan juga suara ketukan terdengar sampai kedalam"ujar nya meruntuki kebodohan nya sendiri


lalu tangan naila bergerak untuk menekan bel rumah kiara


ting tong


cukup satu kali batin naila lalu menatap lagi pintu di depan nya


ceklek


pintu terbuka menampilkan wanita paru bayah yang sangat di kenali oleh naila"kiara ada bi?"tanya naila begitu pintu sudah terbuka cukup lebar


wanita yang di panggil kiara cukup terkejut ketika di serang naila dengan pertanyaan ketika pintunya baru saja terbuka dan belum ada beberapa detik


"maaf non. non kiara nya gak ada"ucap nya penuh sesal


"yah padahal kan aku mau mengajak nya lari pagi biar tidak galau galau karena sang pujaan hati nya hari ini akan official"gumam naila kecewa karena pengorbanan nya bangun pagi sia sia


naila menatap lagi wanita paruh baya itu"emang nya kiara pergi nya dari kapan ya bi?"


"dari tadi malam waktu bibi nhasih tau ada yang nyariin trus bibi pergi ke kamar bibi tapi pas bibi nge cek lagi kamar non kiara orang nya udah gak ada bibi pikir non kiara tidur di rumah non naila"jelas pelayan itu panjang lebar


naila melebarkan matanya"ciri ciri tamu nya seperti apa bi?"


pelayan itu tampak berfikir sejenak"berbadan kekar dan jumlah nya tiga orang"hawab pelyan itu ragu ragu


mendengar penuturan pelayan tersebut naila semakin syok ia menutup mulut nya yang menganga dengan satu tangan nya

__ADS_1


ia dengan segera mengeluarkan ponsel nya berusaha menghubungi kiara sambil mlberjalan masuk kedalam rumah kiara dan berjalan ke arah kamar kiara membuka pintu kamar itu dan...


drrt drrt drrt


naila mendesah keras"astaga! ceroboh! kok dia tidak membawa ponsel nya"


naila jadi semakin kalang kabut lalu ia menuruh seseorang untuk melacak keberadaan kiara


°


°


°


°


sementara itu di tempat lain kiara tengah tetduduk canggung sofa singel saat mendapati berbagai macam tatapan di layang kan kepada nya


"hmm... maaf boleh saya bertanya mengapa saya bisa di culik?"kiara langsung membekap mulut nya yang tak bisa di ajak kerja sama itu


kiara menuduk menggaruk belakang kepalanya kikuk"anu itu maksud nya aduh-"


"tak apa apa"ucapan nya langsung di potong oleh wanita paruh baya yang duduk di sofa panjang tepat nya sofa yang berada di hadapan nya jadi cerita nya kiara seperti di introgasi di sini


kiara hanya melempar senyum canggung pada wanita itu


"ekhem"dehem pria paruh baya yang duduk tepat di sebelah wanita paruh baya tadi dan mereka semua mengalihkan pandangan nya ke arah pria itu


"nama mu kiara kan?"tanya pria itu, lalu ia membuka berkas berlas coklat yang terletak di atas meja


pria itu mengangguk"jadi sebenar nya dulu saya dan ayah kamu membuat janji sebuah perjodohan"jelas nya lalu terdiam sesaat memperhatikan raut wajah kiara yang melongo dengan mulut yang terbuka sedikit dan mata membulat


kiara tersadar dan terkekeh kikuk"seperti nya anda salah orang pak"


"kenapa?"tanya perempuan berbadan dua yang sedari tadi terdiam menyimak


"kau meragukan kekuasaan keluarga angleo?"tanya pria paruh baya itu meremeh kan


kiar langsung menggeleng cepat lalu menunduk" aku tak mempunyai orang tua"lirih kiara sambil meremas kedua tangan nya yang berada di atas pangkuan nya


pria paruh baya itu tertawa keras mengabaikan tatapan aneh keluarga nya"siapa bilang? bahkan saya dan ayah mu dulu bersahabat sangat baik sebelum kami jarang bertemu karena wanita itu"


lagi lagi kiara terkejut menatap tak percaya pria paruh baya di hadapan nya dengan mata berkaca kaca"benarkah?"


"jangan menagis ayah mu pasti sangat sedih kalau dia mengetahui putri tercinta nya menangis"ujar pria paruh baya itu tapi kiara tak bisa mengendalikan diri nya air mata nya telah menetes tapi tak ada isakan


"apakah aku bertemu dengan nya? aku ingin melihat wajah nya"kiara menatap pria paruh baya itu penuh harap


pria paruh baya itu terdiam lalu mengalihkan pandangan nya pada putra satu satu nya"leo tenang kan calon istrimu itu"perintah nya sambil menunjuk kiara dengan dagu nya


kiara lagi dan lagi terkejut begitu banyak sekali hal yang tak terduga yang terjadi pada hari ini pikir nya


"apa?!"teriak nya cukup lantang


semua orang di sekitar nya terkejut terkecuali ayah dan anak itu yang hanya memandang dirinya dengan wajah datar"iya. memang nya kenapa? kau keberatan?"tanya pria barih baya itu beruntun

__ADS_1


kiara langsung ciut ketika mendapatkan tatapan datar dan menusuk itu wajahnya tiba tiba memucat di alihkan nya pandangan nya ke arah lain selain tatapan datar dan menusuk dari kedua orang itu


berebeda dengan orang orang di sekitar nya yang mendapati wajah ketakutan kiara mereka tersenyum


"leo cepat bawa calon istrimu itu! nanti kita bicarakan lagi"perintah pria paruh baya itu lagi


leo berdiri dari posisi duduk nya melangkah mendekat pada kiara lalu berhenti tepat di sebelah sofa singel yang di duduki kiara lalu menatap datar dan menusuk kiara yang menunduk tak berani menatap balik


"heh! jangan terlalu galak pada adek ipar ku"ucap wanita berbadan dua itu lalu di angguki wanita berbadan dua yang berada di samping nya


leo mendengus menatap sinis kedua wanita itu"mau sampai kapan kau duduk di situ"ucapanya sarkastik


cepat cepat kiara berdiri tapi ia menatap pria paruh baya tadi dengan pangan cemas"tapi... papah..."


pria paruh baya itu tersenyum"belum saat nya kau mengetahui nya"


lalu tangan nya dengan cepat di tarik leo keluar dari ruangan keluaga dan membawa nya ke kamar kiara kiara terbangun tadi


"istirahat"ujar nya begitu mereka berdua sampai di kamar leo sendiri


kiara bergeming lalu mengangkat wajah nya yang sedari tadi menunduk dengan takut takut"tapi tak mungkin aku menikah, secara aku masih bersekolah"cicit nya lalu menunduk lagi saat mendapati tatapan leo semakin bertambah tajam


leo tak menjawab ia berjalan menaiki ranjang nya setelah mersa nyaman dengan posisi nya leo menatap kiara lagi"sini"ucap nya sambil menepuk sisi yang kosong di sebelah nya


kiara masih bergeming mencerna segala hal yang terjadi sangat tiba tiba ini


leo berdecak mengacak rambut nya kesal"sini"pinta nya lagi


kiara tersadar ia menurut berbaring di sebelah leo sedetik kemudian kiara melotot saat ia merasakan kedua tangan kekar itu merengkuh nya dengan begitu erat


"kau tak terkejut?"tanya kiara takut takut


leo membalik kan tubuh kiara menghadap diri nya"tidak"balas leo santai sambil merapat kan tubuh mereka berdua dengan spontan kiara meletak kan kedua tangan nya di depan dada leo menahan supaya dada mereka tak bersentuhan


"mengapa?"tangan kiara yang berada di tengah mencengkram kaos hitam berlengan pendek yang di kenakan leo


leo terkekeh"kau tahu? keluarga kami selalu menjodoh kan anak anak mereka dan itu sudah turun temurun"


kiara sebenar nya telah mengetahui hal itu dan bukan itu maksud yang di tanya kan nya"bukan itu, maksud ku kau tak terkejut kalau aku..."kiara sengaja tak melanjut kan perkataan nya karena ia begitu malu untuk mengatakan nya


"aku telah mengetahui siapa calon istri ku saat aku masih menduduki kirsi sma"


"Hah?"


leo menunduk memperhatikan setiap lekuk wajah kiara"inti nya aku telah mengetahui siapa calon istri ku jadi untuk apa aku terkejut lagi?"


kiara menganga tak percaya jadi? sebelum kiara mengenal leo, leo telah mengenal nya terlebih dahulu? wah sungguh menakjub kan batin kiara berteriak kesenagan


"tapi kan aku masih sekolah jadi tak mung-akkh"kiara berteriak ketika ia merasakan pelukan leo yang semakin mengerat, seperti nya leo tak ingin membahas hal itu pikir nya


leo merenggangkan sedikit pelukan nya lalu menghela nafas nya kasar menunduk lagi menatap mata kiara yang juga menatap diri nya"kau tahu? para sepupu ku telah menikah semenjak mereka lulus sma, hanya diri ku yang belum menikah saat itu hanya karena calon istri yang di pilih kan ayah ku masih terlalu kecil"ya semua yang di katakan leo benar adanya dulu saat leo lulus sma kiara baru saja tamat smp jadi fak mungkin kan mereka menikah


kiara memutus kan kontak mata mereka menunduk semakin mencengkaram kaos hitam yang di kenakan leo"ini terlalu cepat. dan terlalu tiba tiba"


sebenar nya kiara sangat senag saat mengetahui ia lah calon istri pujaan hati nya tapi ini terlalu cepat dan tiba tiba lagian kiara belum ujian kelulusan sekolah nya masa mau langsung nikah

__ADS_1


__ADS_2