
Keisya ingin mengembalikan jaket kedua milik Carlos yang berada di dirinya. Mereka bertemu di restauran tempat biasanya. Keisya berharap ini pertemuan terakhir dengan Carlos sebagai Hanna. Keisya takut jika Carlos mempunyai harapan lebih terhadap dirinya. Keisya bisa menilai Carlos ketika beberapa kali ia menolak panggilan dari Carlos di ponselnya. Ya benar, Carlos sering menghubungi Keisya. Namun tidak satu pun panggilan dari Carlos yang Keisya terima. Keisya mengingat jika Carlos saat ini tidak sendiri, melainkan telah memiliki kekasih. Meimei mengakui jika Carlos saat ini adalah kekasihnya. Sekedar berteman memang tak masalah. Namun Keisya tidak ingin terjadi kesalahpahaman nantinya jika Meimei tau jati diri Keisya yang sebenarnya.
" Terima kasih Carl jaketmu." Ucap Keisya mengembalikan jaket Carlos.
" Kenapa kamu tidak pernah mengangkat panggilan dariku? apakah aku tidak pantas menjadi temanmu? atau karena kau orang kaya, kau memilih-milih teman!" Ucap Carlos kecewa karena panggilannya tak pernah di jawab oleh Keisya.
Bukan, karena kau adalah kekasih sahabatku. Bagaimana bisa kita menjadi teman. Aku takut Meimei salah paham atas kedekatan kita. Tentu aku memilih teman. Karena orang sekitarku adalah manusia bertopeng. Kau adalah teman yang baik Carl. Tapi kita tidak mungkin sedekat itu. Aku hanya ingin menjaga perasaan sahabatku. Aku tidak ingin kehilangannya.
" Aku sibuk Carl. Aku tidak mempunyai waktu untuk berteman. Aku hanya ingin mengembalikan jaketmu. Selamat malam. Terima kasih." Ucap Keisya beranjak pergi.
Namun Carlos berdiri dari tempat duduknya dan memeluk Keisya secara tiba-tiba membuat Keisya terhenyak.
" Baiklah, izinkan aku memelukmu! Aku sangat merindukanmu! Aku juga tidak tau mengapa!" Ucap Carlos memeluk Keisya dengan hangat.
Setiap hari kita bertemu Carl. Bagaimana kita bisa berteman? kau adalah kekasih Meimei.
" Carl lepaskan aku!" Ucap Keisya menolak tubuh bidang Carlos.
Carlos pun menghentikan pelukannya. Lalu Keisya bergegas beranjak pergi dari hadapan Carlos.
" Carl lepaskan aku!" Ucap Keisya merasa Carlos menahannya.
" Han, aku tidak menahanmu. Tapi gelangmu tersangkut di jaketku." Ucap Carlos membuat Keisya memutar tubuhnya dan ternyata benar jika gelang tangannya tersangkut di jaket Carlos yang ia pakai.
"Kenapa bisa begini?" Ucap Keisya berusaha melepaskan gelang tangannya yang tersangkut di jaket Carlos.
" Berarti kau di takdirkan untuk berlama-lama bersamaku Han." Ucap Carlos melihat Keisya berusaha melepaskan gelangnya.
Tidak baik jika kita bersama terus. Bagaimana perasaan Meimei jika kita berdua disini.
" Carl jangan diam saja. Bantuin aku melepaskan gelangku dari jaketmu." Ucap Keisya.
__ADS_1
Aku harap gelangmu tidak bisa dilepaskan. Bahkan bertemu denganmu seperti sebuah impian yang harus di capai. Begitu susah. Kau sangat dingin terhadapku.
" Duduk dulu Han. Bagaimana bisa kita melepaskan gelangmu dengan berdiri." Ucap Carlos.
Keisya pun duduk di meja yang telah di siapkan oleh Carlos sebelumnya. Carlos akhirnya membantu melepaskan gelang Keisya namun sebenarnya Carlos tidak benar-benar membantu melepaskan. melainkan menambah sangkutannya agar tidak mudah di lepas. Carlos masih ingin berlama- lama dengan Keisya.
" Han, ini sulit di lepaskan." Ucap Carlos. Sebenarnya Carlos bisa saja melepas gelang tersebut dengan mudah dari jaketnya sekali sentuh.
" Lalu, bagaimana ini?" Ucap Keisya berusaha melepaskan gelangnya.
" Biarkan saja Han, biarkan sampai ia terlepas sendiri." Ucap Carlos santai.
" Bagaimana jika kita makan dulu. Aku sangat lapar." Lanjut Carlos.
" Apa? bagaimana aku bisa makan jika tangan kananku tersangkut." Ucap Keisya.
" Aku akan menyuapimu." Jawab Carlos.
***
Beberapa menit kemudian makanan di hidangkan. Yang membuat Keisya melirik dengan menelan slavinanya karena mendengar aroma makanan lezat. Yang di pesan oleh Carlos adalah makanan kesukaannya yang tentu membuat perutnya melunjak ingin diminta isi.
Ah...pasti itu sangat lezat.Empss...tapi bagaimana caraku makan?
" Kau yakin tidak ingin makan? Ah..makanan ini enak banget loh." Ucap Carlos berusaha menggoda Keisya agar mau makan.
" Aku sudah bilang. Aku tidak lapar." Ucap Keisya tetap mengelak padahal perutnya mulai keroncongan.
" Baiklah. Aku akan menghabiskan makanan ini." Ucap Carlos.
Carlos sudah hampir setengah menghabiskan menu di atas meja. Tiba- tiba perut Keisya berbunyi. Yang membuat Carlos menghentikan makannya dan menawarkan sesuap makanan yang di sodorkan di dekat bibir Keisya.
__ADS_1
" Bukalah mulutmu. Jangan tahan lagi. Kau sangat lapar. Perutmu sudah berbunyi berkali-kali." Ucap Carlos tersenyum melihat Keisya tetap angkuh.
Keisyapun akhirnya membuka mulutnya dan melahap sesuap makanan yang di tawarkan Carlos. Keisya tidak mampu menahan laparnya lagi. Mengunyah dengan angkuh dan tatapan tajam kepada Carlos yang membuat Carlos tersenyum dengan sikapnya.
Carlos sudah beberapa kali menyuapi Keisya. Akhirnya mereka sama-sama kenyang.
" Carl. Gelangku? Gelangku sangat berharga. Ini pemberian dari mamaku." Ucap Keisya melihat gelangnya masih tersangkut di jaket Carlos.
" Tenang saja Han, kau baru saja selesai makan. Nikmati minumanmu dulu." Ucap Carlos. Lalu Keisya meminum minumannya. Keisya begitu sangat kesal. Kenapa harus gelangnya tersangkut.
Baiklah. Ini waktu terakhir kita bertemu Carl. Kau tidak bisa melihat Hanna lagi. Aku akan menjadi Keisya.
Lalu suara berdering dari ponsel Carlos. Carlos melihat ponselnya dan di matikan begitu saja.
" Dari siapa Carl. Kenapa kau tidak menerimanya?" Ucap Keisya dengan tatapan menyelidik.
Apakah itu dari Meimei?
" Aku tidak ingin ada yang mengganggu makan malam kita." Ucap Carlos menyeruput minumannya.
" Bagaimana kau bilang kekasihmu pengganggu?" Ucap Keisya.
" Hahaha, apa kekasih? Kau kira aku sudah punya kekasih? Aku sampai saat ini masih belum mempunyai kekasih. Siapa yang mau denganku. Bukankah menurutmu aku ini buruk? kau berteman saja denganku tidak mau kan?" Ucap Carlos tertawa.
Apa? Lalu Meimei kau anggap apa? Dasar pria brengsek semua!
" Carl aku harus pulang. Jika tidak papaku akan khawatir dan menyuruh para pengawalnya datang mencariku." Ucap Keisya begitu kesal karena Carlos tidak menganggap Meimei dan berpura-pura single.
" Kenapa kau terburu-buru Han? Aku akan mengantarmu ya?" Ucap Carlos.
" Tidak perlu. Jika gelangku tidak bisa di lepas.Biarkan aku membukanya." Ucap Keisya melepas gelangnya.
__ADS_1
" Baiklah. Tenang. Aku akan membukanya, ini kan barang berharga." Ucap Carlos dan membantu melepas sangkutannya dengan mudah. Lalu tanpa sekata patahpun Keisya bergegas pergi dari hadapan Carlos. Keisya begitu marah ketika Carlos tidak menganggap Meimei sahabatnya. Sedangkan Carlos begitu bingung mengapa Keisya langsung berubah dan begitu saja meninggalkan dirinya tanpa sekata katahpun.