
" Kei kenapa dengan kakimu?" Ucap Hanna khawatir melihat kaki putri kesayangannya pincang sambil dipapah oleh Roby.
" Jangan khawatir ma. Tadi Kei hanya salah pijak hingga terjatuh." Ucap Keisya.
"Maafkan saya nyonya. Saya lalai menjaga nona Keisya." Ucap Roby merasa bersalah.
" Ih om Roby apaan sih. Lawongan Kei jatuh di sekolah." Ucap Keisya melihat Roby yang merasa bersalah atas kecelakaan yang dialaminya.
" Sudah-sudah! Rob tolong hubungi dokter Ram." Ucap Hanna yang cukup khawatir. Roby pun keluar dari kamar Keisya dan menghubungi dokter pribadi keluarga besar Pati.
" Sayang, kenapa kau tidak hati-hati." Ucap Hanna duduk di sebelah Keisya.
" Entahlah ma. Ini hanya terjatuh biasa. Mama jangan khawatir. Bagaimana kabarmu Axel dan Alexa? satu bulan lagi kakak akan segera melihat kalian berdua." Ucap Keisya meraba perut buncit Hanna. Hanna hanya tersenyum.
" Ma, jangan sampai papa tau jika Kei terjatuh. Bisa-bisa hanya masalah sepele, papa akan mengutus beberapa pengawalnya untuk menjaga Kei. Kei lebih senang bersama om Roby." Ucap Keisya.
" Tergantung dari hasil permeriksaan dokter bagaimana kakimu sayang. Jika parah, bagaimana bisa mama menyembunyikan ini dari papa." Ucap Hanna tersenyum melihat anak gadisnya.
" Aku rasa ini hanya terkelir ma." Ucap Keisya.
****
Atas obat dokter Ram yang manjur, hari ini Keisya dapat bersekolah seperti biasanya, dihantar oleh Roby.
__ADS_1
Ketika Keisya telah memasuki gerbang sekolah. Seseorang memanggil Keisya. Lalu Keisya mencari sumber suara. Dan tak lain Geisha memanggil Keisya dari arah berlawanan.
" Kau memanggilku?" Tanya Keisya memastikan.
" Benar. Aku tau sebenarnya dirimu Keisya Lalapati. Anak pengusaha tambang terkaya di seluruh pelosok. Bahkan penyumbang terbesar di sekolah ini. Pantas dari awal kau begitu angkuh dan berani denganku! Maaf jika selama ini aku telah meremehkanmu. Dan kau tau bukan hanya aku yang tau tentang jati diri kamu yang sebenarnya." Jelas Geisha. Dimana setiap kata di serap baik-baik oleh Keisya. Keisya begitu terkejut. Penyamarannya secepat ini terbongkar.
Apa? Kuman ini tau semua tentangku?
" Selain dirimu siapa lagi yang tau tentangku Geish?" Ucap Keisya menatap Geisha dengan tatapan tajam dan menyelidik. Keisya ingin tau sejauh apa Geisha mengetahui dirinya.
" Tentu, temanmu yang kau ajari cara terbang. Bahkan ketika menjadi kupu-kupu dia masih bersifat ulat." Ucap Geisha.
" Maksudmu? Jangan berbelit-belit. " Ucap Keisya cukup penasaran.
" Sebenarnya akulah yang membocorkan tentang jati dirimu! Awalnya aku berniat untuk memanfaatkan ulat ****** itu agar bisa menjauhkanmu dari Carlos. Pertemuanmu dengan Carlos di cafe A, aku melihatnya. Aku kira kau dan Carlos mempunyai hubungan lebih yang membuatnya memutuskanku. Tapi ternyata aku salah. Aku sudah tau alasan Carlos memutuskanku." Ucap Geisha.
" Jadi, bagaimana bisa Meimei mendapatkan barang-barang bermerk? jika tidak dari uangmu! Aku tau posisi Meimei dan keadaan keluarganya. Karena ayah Meimei sendiri adalah mantan pekerja perusahaan ayahku." Ucap Geisha meyakinkan Keisya.
***
Keisya tidak berhenti berfikir, mengetahui Meimei ternyata sudah tau tentang jati dirinya. Bahkan hati Keisya terhenyak sakit mendengar Geisha beranggapan jika Meimei hanya memanfaatkannya.
Tidak, tidak mungkin. Mei jangan rusak hubungan perteman kita. Baru saja aku menemukan sesosok teman yang baik. Tuhan semoga ini hanya jebakan Geisha. Meimei tidak seperti manusia bertopeng lainnya. Jika benar, penampilanku selama ini sia-sia.
__ADS_1
Dengan cepat Keisya melangkah menuju kelasnya. Dimana Meimei sudah duduk di kursinya. Keisya menatap Meimei dengan lekat-lekat. Keisya melihat beberapa barang bermerk yang melekat di tubuh Meimei. Jam tangan bermerk, anting, sabuk, tas. Semuanya terlihat baru. Keisya meletak tasnya dan berusaha bersikap seperti biasanya.
" Selamat pagi Mei.. Wah, baru ya?" Ucap Keisya melihat berbagai barang baru yang melekat di tubuh Meimei.
Apakah uangku untuk membeli itu semua? Bagaimana dengan nenekmu yang sedang sekarat Mei. Atau jangan-jangan nenek Meimei tidak sakit? Apa dia benar-benar menipuku?
" Tidak Kei, ini pemberian dari..e..dari Geisha." Ucap Meimei berbohong.
Apa? mana yang benar? Aku harus percaya Meimei atau Geisha!
" Sejak kapan kau sedekat itu dengan Geisha, Mei?" Tanya Keisya.
" Sejak kemarin! ini merupakan hadiah dari Geisha untuk permintaan maafnya karena selama ini Geisha sudah berbuat banyak salah denganku." Ucap Meimei.
" Owh...Bagaimana dengan keadaan nenekmu Mei?" Ucap Keisya.
" Operasinya gagal Kei. Harus operasi kembali. Apa aku menjual barang-barang dari Geisha ini ya? Kei apa kau ingin membelinya. Untuk operasi nenekku. Tapi ini hadiah dari Geisha." Ucap Meimei memasang wajah sedihnya.
Apa operasi lagi? Kau kira aku sebodoh itu Mei! Kau salah mencari lawan Mei.
" Tidak perlu Mei. Kau butuh uang berapa lagi?" Ucap Keisya.
" Biaya operasi yang kedua ini cukup mahal Kei. Dua kali lipat dari operasi pertama." Ucap Meimei.
__ADS_1
" Baiklah. Aku akan menyediakan uangnya besok." Ucap Keisya membuat Meimei senang dan memeluk Keisya.
Wah, pabrik uang! Tidak sia-sia aku berteman denganmu Kei. Dengan bermodalkan air mata saja, hatimu sudah meluluh. Aku harap baju bermerk itu masih ada. Aku akan menjadi ke empat orang yang memiliki gaun terbatas itu.