
Roby menurunkan Kesya tepat 3 meter dari sekolahnya. Kesya menyusuri sekolahnya. Tepat di depan gerbang sekolahnya yang elit dan terkenal tersebut sekarang ia berdiri. Berjalan dengan pelan melihat suasana sekolah barunya. Dimana para siswa lainnya memilih mengendarai mobil sendiri atau di antar langsung oleh supir pribadinya. Sekolah baru yang terdiri dari murid kalangan atas semua.
" Hy, Kelas Sembilan A dimana ya? saya murid baru disini! " Ucap Kesya menanyakan letak kelasnya. Lawan bicaranya yang merupakan seorang pria itu memandang Kesya dengan pandangan meremehkan.
" Owh, murid baru..Noh, lurus aja, belok kanan. Mentok aja." Jelas pria tersebut sambil tertawa dengan beberapa temannya.
Apakah ada yang lucu? kalian aneh sekali. Apa penampilanku membuat kalian memandang remeh?
" Terima kasih!" Ucap Kesya bergegas sesuai arah yang ditunjukkan.
Beberapa menit kemudian Kesya mengikuti petunjuk yang di berikan murid laki-laki tersebut. Dimana petunjuknya adalah tidak benar. Bukannya Kesya sampai di kelasnya, melainkan gudang sekolah. Membuat Kesya geram karena berhasil di kerjain oleh beberapa pria tadi.
" Pak, tau letak kelas sembilan A? " Tanya Kesya kepada pria tua yang sepertinya tukang kebun di sekolah tersebut.
" Oh, di gedung sebelah sana non. Kalau disini gudang dan toilet sekolah. " Ucap pria tua itu.
__ADS_1
" Oh, begitu ya pak. Terima kasih pak!" Ucap Kesya memutar balik arah.
Kurang ajar banget sih, berani ngerjain aku. Jika kalian tau siapa diriku? Ah..sabar Keysa. Aku juga ingin memiliki sahabat yang tulus. Dimana dia selalu ada saat aku susah dan senang. Bukan karena keberadaanku sebagai putri papa! Aku juga memiliki talenta dan bakat tanpa nama belakang Pati.
Kesya pun berjalan dengan berdecak kesal dan geram menuju gedung sebelahnya. Beberapa menit kemudian ia melihat tulisan kelas sembilan A. Ia memasuki kelas tersebut dimana guru telah sampai terlebih dahulu. Dimana Keysa terlambat karena mencari kelasnya sendiri.
" Selamat pagi.." Ucap Keysa yang membuat semua murid langsung menatap Keysa yang berada di ambang pintu.
" Apakah kau murid baru? Kenapa hari pertama sekolah kau sudah terlambat?" Ucap guru perempuan tersebut.
" Wah, anak baru sudah pinter cari alasan tuh buk." Ucap pria yang merupakan pria yang baru saja memberi petunjuk salah.
What? Apakah dia teman sekelasku? Dasar!! Gara-gara kamu aku menjadi terlambat!
" Sudah jangan brisik. Akan saya maafkan karena keterlambatanmu hari ini. Jadi jangan harap saya akan memberi sekuensi lagi. Saya tidak suka murid yang malas atau terlambat. Waktu bagi saya adalah sangat penting!" Ucap guru wanita yang masih muda tersebut.
__ADS_1
" Baik buk!" Ucap Keysa sambil membenarkan kacamata yang super tebal dan besar tersebut.
" Perkenalkan dirimu!" Ucap guru wanita yang bernama Prianka. Terlihat dari nama yang tertera di baju dinasnya.
" Selamat pagi! Perkenalkan nama saya Kesya. Panggil saya Kesya." Jelas Kesya. Kesya sengaja tidak menyebutkan nama belakangnya. Bisa jadi penyamarannya akan sia-sia jika mereka tau jika Kesya adalah anak pengusaha tambang terbesar.
" Singkat banget!"
" Namanya kecantikan man!"
" Itu tahi lalat apa kotoran hewan.Hahahahha"
Para siswa yang berada di kelas tersebut langsung membuka suara mendengar singkatnya nama Keysa menjadi ruangan kelas brisik dengan beberapa kata cemooh lainnya.
" Sudah. Jangan berisik. Kau boleh duduk!" Ucap bu Prianka.
__ADS_1
Akhirnya Keysa duduk di kursi kosong paling belakang. Semua para siswa memandang Kesya dengan tatapan meremehkan. Namun Keysa tidak ambil pusing. Memang Kesya ingin menguji dirinya tanpa bantuan nama belakangnya yang membuat dirinya selalu di puja-puja.