Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
22


__ADS_3

malam ini kiara tampak cantik dengan balutan dress selutut berwarna hitam yang memiliki pinggang dress berwarna putih, warna dress yang kontraks dengan warna kulit kiara yang putih bersih menambah kecantikan dari kiara


"ini cuma acara kelurga saja kan? untuk apa repot repot memakai baju seperti ini"protses kiara


leo mengehela nafasnya, ia juga tak tau bagaimana jalan fikiran para orang tua itu. bisa bisanya cuma mengadakan acara keluarga harus berdandan seperti akan ke acara besar saja


"tak usah banyak berkomentar. lebih baik kita cepat turun"


kiara menurut, ia membuka pintu kamar dan berjalan kebawah diikuti leo yang berjalan di belakangnya


"waaahhh.... benarkah ini hanya acara keluarga?"


kiara bertanya dengan mata berbinar binar menatap setiap desain ruang keluarga yang di dekor sedemikian rupa, dengan beraneka ragam bunga yang di taruh di setiap sudut juga yang di lilitkan di pilar pilar besar yang ada di ruang keluarga itu


"berlebihan sekali"dengus leo, padahalkan ini untuknya juga dasar anak tak tau terimakasih


"kiara, leo akhirnya kalian turun. aku kira kalian tidak akan turun karena asik bermesraan"anggun tiba tiba saja datang dari arah belakang mereka

__ADS_1


leo berdecak kesal"apa urusannya denganmu"ketusnya seraya menarik tangan kiara menjauh dari anggun


anggun mencibir leo dan mengumpati lelaki itu, yang selalu saja menjadi penghalang ketika ia dan rojer ingin lebih dekat dengan kiara


"lihatlah sepupumu itu! selalu saja membuatku kesal"desis anggun kepada adi, seadangkan adi hanya merotasikan matanya mengapa harus dirinya yang selalu menjadi pelampiasan anggun ketika kesal dengan leo


"kau mendengarku tidak"decak anggun memukul lengan kiri adi yang tepat berada di sebelahnya


adi meringis memegangi lengannya yang di pukul lumayan keras oleh anggun"dia memang seperti itu. kau saja yang berlebihan"sahut Rojer yang sepertinya baru turun dari kamarnya


Rojer menaikkan sebelah alisnya"benarkah? jadi. kejadian tiga hari yang lalu tak berlebihan? ketika kau melihat ulat bulu yang berada di taman belakang kau lansung saja berteriak seperti orang gila. padahal ulat bulu itu hanya diam menempel di salah satu dahan bunga"ejek Rojer memandang remeh Anggun


Anggun lansung saja mencak mencak tak jelas di tempatnya,adi yang melihatnya berusaha untuk menenangkannya tapi malah adi yang kena imbas, Anggun terus saja mengomeli Adi yang katanya tak pernah membelanya jika berdebat dengan siapapun yang berada di mansion ini. ketika adi meminta maaf justru Anggun pergi meninggalkan Adi karena ia ingin mengadu pada mertuanya, dasar bumil:)


"lihatlah. kau membuatnya semakin kesal"ucap Adi pada Rojer lalu memutuskan untuk mengejar Anggun sebelum bumil itu mengatakan yang tidak tidak pada orang tuanya


Rojer terkekeh melihat Anggun yang berjalan menjauh dengan mulut yang terus saja komat kamit tak jelas

__ADS_1


"lain kali kau jangan membuatnya kesal teris menerus tak baik untuk kandungannya"Frans datang mendekat dan memeluk posesive pinggang Rojer


Rojer menoleh menatap geli pada Frans, ia sama sekali tak cemburu ketika Frans memberikan sedikit perhatian pada Anggun karena ia tahu di kelurga ini yang namanya saling peduli itu penting tapi terkecuali untuk Laura wanita itu tak pantas di perhatikan


"entah kenapa aku sangat senang melihat Anggun marah marah seperti tadi"Rojer mengusap perutnya yang sudah membuncit


Frans mengarahkan pandangannya ke arah perut Rojer lalu berjongkok di hadapan perit buncit Rojer mengelusnya lalu mengecupnya singkat


"oh. jadi keinginan baby nya ya?"


Rojer bersemu pipinya memerah, entah mengapa setiap kali Frans melakukan hal itu wajahnya mendadak panas dan juga jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya


"ck.dasar pasangan tak tau tempat"umpat Leo yang melihat seluruh adegan itu dari sofa


Kiara menoleh menatap aneh Leo bukannya dia juga seperti itu? bahkan Leo pernah mencium bibir Kiara di depan seluruh anggota keluarga mereka dan saat di protes Leo hanya mengacuhkannya


"semoga saja hasil kerja ku tadi tak sia sia"ujar Leo seraya mengelus perut rata Kiara

__ADS_1


__ADS_2