
Setelah itu Keisya memilih bergegas masuk ke toilet wanita. Masih dengan memegang pergelangan Meimei yang hanya menunduk takut. Mereka terlihat sama, dengan kaca mata tebal dan juga rambut di kepang. Bedanya tinggi badan yang tentu lebih tinggi Keisya dan juga tompel di pipi Keisya.
" Apa kau membawa baju ganti?" Ucap Keisya melihat Meimei hanya menunduk dengan seragam kotor dan basah.
" Kenapa kau peduli padaku? Kau dalam bahaya jika dekat denganku. Lebih baik kau menjauh. Jika tidak kau sendiri yang akan menjadi giliran mereka." Jelas Meimei.
" Jika kau hanya diam, mereka akan semakin menindasmu. Tenang saja, kau harus mengganti pakaianmu. Ini! Untung saja aku membawa pakaian lain." Jelas Kesya membuka tasnya. Sebelumnya, ia ke kelas dulu untuk mengambil tas sekolahnya.
" Lalu bagaimana denganmu? kau juga basah." Ucap Meimei sungkan.
" Tak masalah. Bukankah sebentar lagi kelas akan usai. Hanya tinggal satu pelajaran lagi kan. Sebentar lagi akan kering kok kena ac." Ucap Kesya tersenyum.
" Kau sangat baik. Perkenalkan namaku Meimei." Ucap Meimei tersenyum dan merasa senang mendapakatkan teman baru.
" Keisya." Singkat Keisya menerima uluran tangan Meimei.
" Apakah kau mau berteman denganku?" Lanjut Meimei.
" Tentu!" Jawab Keisya.
" Apakah dia selalu mengganggumu?" Ucap Keisya sambil menunggu Mei-mei yang sedang berganti seragam di dalam toilet.
" Benar! Dia adalah anak pengusaha terbesar. Dia cantik dan juga terkenal. Bahkan banyak wanita lain yang ingin masuk ke dalam gengnya. Gengnya merupakan cheerleaders pendukung pemain basket sekolah ini. Dan leader pemain basket juga merupakan pacarnya. Bukankah dia sempurna. Tidak seperti diriku. Siapa yang ingin berteman denganku. Bukankah aku sangat buruk?" Ucap Meimei keluar dari toilet.
" Oh, tidak juga. Aku mau menjadi temanmu." Ucap Keisya.
__ADS_1
" Apa kau tidak takut jika dia mengganggumu?" Ucap Meimei cemas.
" Tidak! Aku tidak takut dengan siapapun." Ucap Keisya santai.
Yang aku takutkan adalah penyamaranku terbongkar atau ketahuan mama dan papa. Itu saja sih!
***
Setelah pelajaran usai. Keisya langsung berjalan tiga kilometer dari sekolahnya. Menghampiri Roby yang sedang menunggu nona mudanya.
Ketika mobil tersebut sudah terlihat. Keisya langsung masuk ke dalam mobil. Sebelumnya Keisya mengawasi jalanan tersebut. Ia takut jika sampai teman sekolahnya mengetahui dirinya menaiki mobil mewah.
Lalu mobil mewah yang dinaiki Keisya melaju. Di dalam mobil Keisya langsung merubah penampilannya secepat kilat. Membuka kepangan rambutnya, lalu kacamatanya serta tompelnya. Membuka rompi seragamnya yang masih basah menggantinya dengan jacket.
Sekarang Keisya benar-benar berubah menjadi dirinya sendiri. Sedangkan Roby hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap majikan mudanya tersebut.
" Paman, Tante??" Ucap Keisya terlihat sangat gembira sambil memeluk Adipati dan juga Bella bergantian.
" Bagaimana kabarmu sayang. Kau semakin cantik!" Ucap Bella tersenyum melihat perkembangan Keisya yang semakin lama menjelma menjadi sesosok gadis cantik.
" Owh..aku ingin menggendong Atar..Hy Atar,aku sangat merindukanmu." Ucap Keisya kepada keponakannya yang berumur 6 tahun itu. Adipati dan juga Bella dikaruniai seorang anak laki-laki.
" Bagaimana sayang, apa hari pertamamu sekolah mendapatkan teman baik?" Ucap Hanna.
" Baik ma..Uch..lucunya." Ucap Keisya dengan Atar yang berada di pangkuannya.
__ADS_1
" Tentu dia akan mendapatkan teman yang banyak Han, kau tidak perlu khawatir. Mungkin kebanyakan teman pria yang mendekatinya. Ia kan Kei?" Ucap Adipati.
" Aku tidak mengizinkannya. Berteman boleh, usia Kei masih terlalu muda. Kau harus serius belajar. Kau akan menjadi penerus papa." Jelas Gardapati.
" Okey pa..Andai Keisya memiliki adik seperti Atar." Ucap Keisya tidak menyadari perkataannya yang meluncur begitu saja.
" Kei.." Ucap Gardapati melihat Hanna langsung menghindar mendengar perkataan Keisya.
" Aku akan menyiapkan kopi Arabica kesukaanmu pa." Jelas Hanna. Mendadak wajahnya langsung berubah. Seakan-akan perkataan Keisya mengandung arti yang mencengkam hatinya.
" Ya ampun, ma..Keisya tidak bermaksud.." Ucap Keisya memberi baby Atar kepada Bella lalu menghampiri Hanna.
Disisi lain Hanna menyangga tangannya di atas meja dapur. Mencoba menahan hatinya yang runtuh. Sampai saat ini dirinya masih berharap bisa hamil. Sampai saat ini dirinya masih merasa tidak sempurna. Perkataan putrinya sungguh sangat menusuk. Dimana ia merasa bahwa putrinya menginginkan seorang adik. Menginginkan kehadiran anak di tengah- tengah keluarga mereka. Namun Hanna tidak mampu mengabulkan permintaannya.
Tak terasa air matanya menetes begitu saja. Tiba- tiba ada tangan lembut yang menyekanya. Hanna menoleh,menatap pemilik tangan yang masih berada di pipinya.
" Ma, maafkan Kei..Kei tidak bermaksud menyakiti hati mama." Ucap Keisya meminta maaf karena salah bicara.
" Tidak, maafkan mama Kei. Mama tidak bisa memberikan adik untukmu." Ucap Hanna.
" Tidak ma. Maksud Kei tidak seperti itu. Ma, mama adalah mama terhebat bagi Kei.. Jangan bersedih. Kei tarik ucapan Kei barusan. Jika Kei memiliki adik, pasti mama akan sayang adik Kei dari pada Kei." Ucap Keisya berusaha membenarkan hati mamanya yang sedang gundah tersebut.
" Tidak sayang, Mama sangat sayang padamu. Kei adalah putri mama satu-satunya. Kei sangat berharga bagi mama. Maafkan mama juga sayang." Ucap Hanna langsung memeluk putrinya.
Hanya untuk mengobati rasa perih Hanna, Keisya sebenarnya juga ingin kehadiran seorang adik. Rumah besarnya terasa begitu sangat sepi. Selain itu, Keisya juga ingin sekali melihat Hanna dan Gardapati bahagia dengan kehadiran anak kandungnya. Keisya tidak pernah melupakan jika dirinya hanya anak tiri. Namun tidak bisa di pungkiri jika kasih sayang Hanna kepada dirinya melibihi anak kandungnya sendiri. Keisya sangat bersyukur mendapatkan ibu seperti Hanna. Bahkan Keisya merasa jika dirinya adalah putri terbahagia di dunia karena mendapatkan seorang mama sehebat Hanna.
__ADS_1
" Baiklah sayang. Antarkan kopi ini ke paman Adi dan juga papa." Ucap Hanna, hatinya menjadi membaik karena pelukan hangat sang putri.
" Baik ma." Ucap Keisya.