Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Menghukum


__ADS_3

"Bagaimana Ram dengan istriku?" Tanya Gardapati sangat panik dan cukup gelisah takut terjadi yang tidak di inginkan kepada istrinya.


"Apa kau sudah kehilangan akal Gar, kandungannya sudah membesar. Kau bisa saja membahayakan kandungannya. Oleskan krim ini di bagian kulitnya yang membiru, dasar kau seperti predator saja yang kelaparan." Jelas dokter Ram tak habis fikir dengan perbuatan temannya ini.


"Aku mabok berat Ram. Semalam kita habis bertengkar, jadi aku minum banyak alkohol. Aku tidak menyangka bisa seperti ini. Tapi bayiku dan istriku baik-baik saja kan Ram?" Ucap Gardapati sambil memegang tangan istrinya.


"Ia Hanna dan bayimu baik-baik saja. Sebentar lagi dia akan sadar. Dia harus minum susu ibu hamil setiap pagi agar kandungannya kuat. Dan olahraga seperti renang. Dan juga, jangan melakukan hubungan intim terlalu sering dan lakukan dengan lembut. Jika kau tidak bisa mengontrolnya lagi, jangan harap dia akan baik-baik saja." Jelas dokter Ram.


"Ia, aku mengerti. Aku hanya dikuasai oleh alkohol. Aku sebaiknya harus menjauhi minuman alkohol." Jelas Gardapati.


Akhirnya dokter Ram pulang dan Gardapati senang tiasa menunggu istrinya sadar. Dan menyesali perbuatannya.


***


"Sayang kau sudah bangun!" Ucap Gardapati tersenyum melihat Hanna yang telah membuka matanya.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud sekasar itu terhadapmu. Maafkan suamimu yang bodoh ini." Ucap Gardapati langsung meminta maaf kepada Hanna.


Hanna hanya terdiam meresapi permohonan maaf Gardapati, lalu berusaha mengingat kejadian semalam. Dimana dirinya sangat tersiksa karenanya. Seketika itu Hanna tidak ingin mendengar permintaam maaf dari Gardapati.

__ADS_1


Bagaimana dirinya bisa memaafkan suaminya yang telah membahayakan kandungannya, Hanna masih perlu menyendiri. Membiarkan suaminya untuk intropeksi diri dan sedikit menghukumnya agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.


Kau tidak tau kan bagaimana aku menahan rasa sakit karena kekasaranmu? lalu kau seenaknya bilang maaf. Dulu pun begitu. Lebih baik aku menghukum suamiku tersayang, biar bisa mengontrol emosinya dan menjauhi minuman alkohol itu.


"Sayang kenapa kau diam? apa kau masih marah? atau kau masih merasakan sakit?" Ucap Gardapati melihat Hanna hanya terdiam saja.


"Aku tidak ingin di ganggu, Biarkan aku sendiri. Kepalaku masih pening, semua badanku remuk semua." Ucap Hanna tanpa melihat Gardapati yang memelas.


"Sayang, jangan seperti ini. Aku akan pijat. "Ucap Gardapati.


"Tidak, aku tidak ingin melihatmu hari ini. Pergi mas." Ucap Hanna masih saja membuang muka tidak ingin melihat wajah susah Gardapati. Sekali melihatnya mungkin Hanna akan langsung memaafkannya.


Sebenarnya kasian sih, tapi apa dia gak kasian sama aku semalam berjuang menahan sakit sendirian. Dia enak mah menikmati, lah aku!


Gardapati pun langsung bergegas ke ruangan kerjanya. Bukan makin berkurang frustasi,makin bertambah karena Hanna tidak ingin berbicara dengannya bahkan melihatnya.


****


Beberapa hari ini, Hanna mengurung dirinya di kamar. Bahkan Gardapati dua malam ini tidak diperbolehkan tidur bersama istrinya. Disisi lain Hanna selesai mandi dengan memakai handuk kimononya dan juga handuk di kepalanya yang masih basah.

__ADS_1


Tok..tok..tok...


Tiba-tiba suara ketukan di luar pintu, Hanna segera membuka. Ternyata Gardapati dengan membawa segelas susu untuk Hanna. Sebelum bekerja Gardapati menyempatkan diri membuat minuman susu sendiri untuk sang istri.


"Ada apa?" Ucap Hanna begitu cuek dengan suaminya sendiri.


"Sayang, aku hanya ingin mengantarkan segelas susu untukmu. Jangan lupa di minum. Ini baik untuk kandunganmu." Jelas Gardapati sambil menatap istrinya yang begitu menggoda pagi ini. Niat Gardapati hanya ingin mengantarkan susu untuk Hanna. Namun dirinya disuguhkan dengan pemandangan indah. Apalagi Gardapati sudah puasa dua hari. Bahkan hanya menatap istrinya sehari satu kali. Hukuman yang sangat berat bagi Gardapati.


Hanna pun langsung mengambil gelas susunya.


"Sudah?" Ucap Hanna melihat Garda yang masih saja berdiri di tempat.


"E..e..bolehkah aku mengelus perutmu, Aku ingin menyapa anakku." Ucap Gardapati. Gardapati sangat berharap jika istrinya ini sudah tidak marah lagi. Dirinya sudah tidak kuasa dengan hukuman ini, Gardapati ingin melihat istrinya dan terus berada di sampingnya, ingin memeluknya, bahkan bisa tidur bersama lagi.


"Em..." Ucap Hanna mengangguk cuek tampa menatap sang suami.


"Morning sayang, jaga mama baik-baik ya sayang. Ayah pergi kerja dulu." Ucap Gardapati. Hanna pun langsung menutup pintu kamar, padahal Gardapati bersiap ingim mencium kening Hanna. Namun Hanna masih menghukum sang suami.


Bahkan Gardapati setiap pagi harus menyiapkan semua keperluan bekerjanya sendiri. Biasanya Hanna lah yang menyiapkan keperluan sang suami dari setelan baju kerja, dasy, sepatu, jam tangan dan juga menemani makan. Namun dua hari ini Hanna membiarkan suaminya sendiri melakukannya sebagai hukuman.

__ADS_1


__ADS_2