Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
28


__ADS_3

"bagaimana keputusanmu?"seorang lelaki berjas putih bertanya dengan harap harap cemas


Kiara menunduk menatap jari jemarinya yang sedari tadi di remasnya"aku tidak tahu harus bagaiman. aku malu, malu dengan seifatku yang kekanak kanakan"kiara berucap lirih dengan mata yang mulai memanas


Naila yang sedari tadi hanya memperhatikan, memberi kode kapada lelaki itu, suaminya. agar tak terlalu memaksa kiara


"apakah kau akan terus seperti ini? anak anak itu juga butuh sosok ayah"tegas lelaki itu. tak memperdulikan Naila yang sudah melotot padanya


baginya sahabatnyalah yang lebih tersakiti disini, bukan kiara. jadi menurutnya dia harus bersikap tegas kali ini


"aku juga pengennya gitu... tapi... tapi aku ragu, apakah dia akan menerimaku kembali? setelah apa yang kulakukan padanya? aku meninggalkannya di masa masa sulitnya"ucap Kiara dengan nafas yang tercekat, menahan air mata yang sedari tadi ingin merembes keluar


"kalau kau terus begini! dia akan semakin tersakiti!"lelaki itu meninggikan suaranya, kesabarannya sudah habis


sahabat mana yang tega melihat sahabat baiknya terpuruk hanya karena masalah rumah tangganya yang tak jelas dan juga di tambah lagi istrinya yang sangat di sanyanginya pergi jauh darinya


sementara dirinya mengetahui dimana ke beradaan istri sahabatnya itu tapi ia tak punya hak untuk memberitahukan itu


"Kevin!"tegur Naila

__ADS_1


lihat saja apa yang dilakukan suaminya itu, Kiara jadi menagiskan karena suami emosiannya itu


Kiara terisak, ya! memang benar yang paling tersakiti disini tak lain dan tak bukan adalah Leo suami sekaligus ayah dari anak anaknya


Kiara masih ingat, saat itu ayah mertuanya memintanya untuk menemuinya di ruang kerja ayah mertuanya itu, dan ternyata ayah mertuanya ingin memberitahu fakta tentang keluraganya serta posisinya saat itu. bukan kiara yang dengan suka rela mencari ayah mertuanya, bukan! bahkan saat itu. kiara terkesan cuek dengan apapun, mana mungkin Kiara dengan suka relanya datang untuk mencari ayah mertuanya itu


Kiara yang terkesan tak perdulian itu. mungkin membuat ayah mertuanya jengkel maka dengan itu ayah mertuanya itu menyuruhnya untuk menemuinya dan memperingatkan tentang posisi Kiara di keluarga itu


dan juga Laura, wanita itu terus saja menghasut Kiara agar pergi meninggalkan kediaman itu, saat itu Kiara tak mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung dan dengan bodohnya Kiara menuruti hasutan wanita gila itu


Kiara termakan tipuan Laura ketika wanita itu mengirimkan sebuah foto yang dimana suami serta Laura yang tanpa memakai buasana apapun di dalam sebuah kamar hotel maka saat itu juga Kiara menghubungi Naila dengan menggunakan telepon rumah, Kiara menyuruh Naila untuk membawanya pergi jauh, sejauh jauhnya. walaupun kepergiannya itu sempat tertunda karena Kevin yang dulu berstatus sebagai tunangan Naila saat itu tak terima tapi ketika mendengar bujuk rayu dari Naila Kevin akhirnya setuju


"raa.."


Kiara tersadar ketika merasakan sebuah tepukan di pundaknya


di edarkannya pandangannya, ternyata kafe tempat mereka bertemu masih sepi. tapi hari sudah mulai gelap, pasti anaknya sudah menunggu di rumah


"aku akan memikirkannya lagi"ujar kiara mengakhiri percakapan mereka hari itu dan berjalan keluar kafe dengan tergesa gesah

__ADS_1


Naila dan Kevin saling bertatapan lalu menghembuskan nafas kesal


°°°°


kiara memarkirkan mobilnya di garasi rumah minimalis bercat pitih tulang itu dan meangkah masuk kadalam rumah


"ternyata anak mama sudah tidur ruapanya"ucapnya sembari tersenyum, mengayunkan kakinya mendekati ranjang kedua anaknya yang sudah pulas itu


kiara mengelus surai anaknya secara bergantian memberi kenyamanan untuk kedua buah hatinya itu


"Nana punya papa..."


Kiara terkejut saat mendengar putri kecilnya itu mengigau, seperti menegaskan bahwa putrinya itu punya ayah memang benar mereka punya ayah


apakah ia harus mendengarkan ucapan Kevin dan Naila?


hatinya bimbang harus memilih jalan yang mana, disisi lain Kiara begitu sakit melihat anaknya yang tak pernah mau menanyakan dimana keberadaan ayahnya justru kedua anaknya itu terkesan menutup diri hanya untuk menjaga perasaannya, disisi lain juga kiara masih ragu, apakah Leo masih mau menerima dirinya serta anak anaknya?


"maafkan mama nak, mama terlalu egois..."lirihnya mengecup kening kedua buah hatinya lalu beranjak meninggalkan kamar si kecil tak lupa untuk menutup pintu

__ADS_1


__ADS_2