Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Berkunjung


__ADS_3

"Sepertinya ada tamu penting Bell?" Ucap salah satu rekan kerja Bella. Mereka sedang mengawasi tamu yang turun dari mobil bermerk terkenal dan sangat mahal. Terlihat dari bentuk mobilnya yang elegan dan berkilauan hingga mata siapapun yang memandangnya menjadi takjub.


"Siapa ya? Sepertinya dia bukan tamu sembarangan. Tapi mengapa tak ada sambutan?" Ucap Bella kepada temannya.


"Herman???"


"Herman??"


"Herman?"


Para karyawan restauran sungguh terkejut karena rupanya Hermanlah yang sedang turun dari mobil mewah tersebut.


"Apakah dia sudah jadi koki terkenal?"


"Apakah dia sudah menjadi kaya?"


Semua karyawan menghentikan aktivitasnya melihat kedatangan tamu yang merupakan Herman di kaca restauran.


Ya ampun, ternyata kau benar-benar datang. Aku kira kau hanya bercanda. Bagaimana seseorang sesibuk kau, menyempatkan waktu untuk kami orang kalangan kelas bawah.


Semua karyawan langsung menghampiri Herman. Sedangkan Bella terdiam di tempat. Bahkan ia tak tau harus melakukan apa dengan kedatangan Herman yang jelas- jelas Bella lah yang mengundangnya.


"Her, gimana kabarmu sobat?" Salah satu rekan kerja pria memeluk Adipati.


"Kau semakin tampan?" Ucap rekan wanita.


" Apa kau telah menjadi jutawan sekarang?Lihatlah, aku rasa mobil itu hanya bisa di beli oleh konglomerat." Ucap rekan kerja lainnya.


"Baik, Hahaha...itu hanya mobil sahabatku." Ucap Adipati menyambut kawan kerjanya dengan hangat.


"Herman???" Meneger Prada terkejut dengan mulut di buka lebar-lebar. Sudah lama koki kesayangannya itu menghilang entah kemana. Namun kedatangannya hari membuat Prada sungguh terkejut.


"Her, kau..w..o...w..Apakah kau lari dari restauran kita karena kau ingin mengubah hidupmu seperti sekarang?" Ucap meneger Prada langsung memeluk Herman. Sedangkan Herman hampir kehabisan nafas karena pelukan Prada.

__ADS_1


"Uhuk..uhuk.Ibu Prada yang terhormat, saya tidak bisa bernafas." Ucap Adipati.


Gila, Aku di peluk sama gajah.


"Bell?" Ucap Herman melihat Bella tidak menyambutnya seperti kawan kerjanya yang lain.


"E..mas Adi, kau benar-benar datang? apa kau tidak sibuk. Ternyata pembicaraanku kamarin kau anggap sangat serius." Ucap Bella merasa lebih canggung berbicara dengan Adipati.


"Tentu, Sejak kapan Adipati pernah bermain-main, bukankah kau juga ingin aku benar- benar datang." Ucap Adipati berbicara asal yang tentu membuat Bella menjadi bertambah canggung


"Apa? Aku? Benar, bukankah aku juga salah satu kawan kerjamu. Aku sangat merindukan kamu seperti dulu. Aku ingin melihat kelihaianmu dalam memasak." Ucap Bella tersenyum manis. Yang membuat jantung Adipati berdetak sangat kencang.


Kenapa, dia begitu manis jika tersenyum.


What? kenapa denganku???


"Baiklah, aku akan menunjukkan keahlianku, aku akan memasak untuk kalian semua. Gratis!!! Hari ini kalian boleh beristirahat. Kita akan berpesta. Ibu Prada, aku booking restauran satu hari ini. " Teriak Adipati yang terdengar ke seluruh ruangan yang terisi oleh para karyawan.


Ha? yang benar saja. Apakah kau sanggup? Tapi seandainya dia tidak bisa membayarnya. Biarkan mobilnya saja jadi taruhannya.


" Hore....Herman hebat, Herman my best friend, Hebat..." Ucap sorak para karyawan. Akhirnya kerja keras mereka terbayarkan juga. Entah dari mana datangnya Adipati yang bagaikan malaikat penolong bagi mereka. Sedangkan Adipati memasak dan Bella yang melihat dan juga sedikit membantu. Bella semakin terkagum-kagum melihat Adipati. Entah mengapa hari ini hatinya tidak bisa di ajak kompromi. Bella terus menatap Adipati yang sangat serius.


" Apa kau sudah selesai menatapku?" Ucap Adipati yang menyadari jika dirinya ditatap oleh Bella.


"e...ti..dak..jangan besar kepala, aku hanya melihat dirimu mengiris." Ucap Bella mengelak, jelas-jelas dirinya tidak berkutik memandang Adipati.


"Yang kau lihat bukan tanganku, tapi semenjak tadi kau menatap wajahku." Jelas Adipati sambil tersenyum tipis.


"E..ti..dak..tidak...Aku hanya, baiklah kau butuh apalagi, aku akan membantumu." Ucap Bella menjadi salah tingkah karena tertangkap sedang memperhatikan Adipati. Menambah rona di pipinya yang terlihat semakin manis.


Setelah hidangan selesai, mereka pun makan bersama. Adipati benar- benar membooking restauran tersebut. Para karyawan hari ini sangat bahagia karena bisa beristirahat dan juga dapat makanan gratis dari Adipati.


"Sebentar, di bibirmu ada sisa saos." Ucap Adipati menyentuh ujung bibir Bella yang membuat hati Bella semakin kencang berdetak.

__ADS_1


" E..a_pa?" Bella semakin menjadi salah tingkah. Sedangkan Adipati tersenyum melihat sikap Bella yang salah tingkah terhadapnya.


"Bukankah sekarang kau yang sedang memperhatikanku, makanlah..nanti makanannya menjadi basi karena kau kelamaan menatap wajahku." Ucap Bella menyadari jika Adipati semenjak tadi diam- diam memperhatikan dirinya.


"Haha, mungkin aku sudah jatuh hati kepadamu." Ucap Adipati tertawa singkat.


Apa? barusan dia mengatakan apa? apa aku tidak salah mendengarnya? Ah, mungkin dia hanya asal berbicara!


Bella pun tidak menggubrisnya lagi melainkan terus melahap makanan yang di buat Adipati, walaupun perkataan Adipati yang baru saja meluncur membuat hatinya bertanya-tanya dan lebih berharap jika itu sebuah kebenaran.


Selepas itu, akhirnya Adipati harus meninggalkan restauran. Sudah cukup satu hari ia buang percuma. Padahal jadwalnya hari ini cukup padat. Entah mengapa ajakan Bella membuat dirinya datang.


Adipati langsung membayar semua biaya yang baru saja ia habiskan untuk mentraktir dan memboking restauran tersebut dengan kartu Atm dengan nama Adipati. Yang membuat meneger Prada semakin terkejut mengapa Herman menggunakan atm Adipati. Meneger Prada berfikir, ada hubungan apa Herman dan Adipati?


"Apa kau pekerja dari keluarga Pati? atau kau mempunyai hubungan dengan Adipati?" Jelas meneger Prada.


"Bukan buk, itu merupakan nama asli Herman." Timpal Bella.


"Maksudmu?" Ucap meneger Prada dengan dahi mengkerut.


" Yang berada di depan ibuk itu adalah Adipati." Jelasnya lagi.


" Apa?jangan mengada-ngada kau tau kan akibat mengaku menjadi keluarga kaya dan terhormat akan di tuntut. Jangan cari masalah apalagi dengan keluarga Pati." Jelas meneger Prada. Lalu tampa basa-basi Adipati menyerahkan ktpnya. Yang terdapat foto dan namanya di dalamnya. Meneger Prada semakin terkejut dengan kebenarannya.


"Oh my good..tuan Adipati! maafkan kesalahanku karena meragukanmu tuan." Ucap meneger Prada langsung membungkuk meminta maaf. Ia masih mengingat bagaimana dulu Gardapati pernah menutup restaurannya karena hal sepele dan juga menyebabkan salah satu karyawannya juga menjadi istrinya yaitu Hanna.


"Tuan, maafkan saya. Maafkan saya telah lancang." Ucap meneger Prada.


Kenapa jika anda kaya, harus menyamar menjadi koki?


"Haha, tak perlu seperti itu buk Prada. Baiklah aku akan pulang dulu Bell. Akan aku sempatkan waktu luangku untuk bertemu denganmu lagi." Ucap Adipati berpamitan.


Apa? apa kau berusaha menjatuhkanku ke dalam cinta palsu? aku yakin kau hanya main-main. Aku mohon jangan membuat aku lebih melayang. Aku tidak siap jatuh.

__ADS_1


"Baiklah, hati-hati..." Ucap Bella tersenyum dengan kepergian Adipati. Hari ini Adipati berhasil membuat lubuk di hati Bella. Entah lubuk itu akan ia tempati atau hanya memberi harapan palsu kepada Bella. Hanya waktulah yang bisa menjawabnya. Bella sadar diri jika ia, adalah perempuan yang sangat tidak pantas bersanding atau bahkan menyukai Adipati. Nasibnya tidak akan sama dengan sahabatnya yaitu Hanna yang mendapat keberuntungan di dalam hidupnya.


Kalau author sudah up banyak, berarti author libur kerja. kalau author hanya up sedikit berarti author kerja dari pagi sampai malam😂 tolong paham penggemar yang aku cintai❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2