
Pagi harinya Sella dan suami sudah berada di tempat syuting, banyak artis yang membicarakan mereka berdua karena seenaknya mengambil cuti, apa lagi janji 3 hari bahkan lebih dari 3 hari.
"Enak banget baru juga menjadi artis baru sudah seenaknya."
"Iya, baru juga menjadi artis baru sudah sombong."
"Aku heran kenapa pak Samsul mempekerjakan mereka, apa lagi sampai menjadi pemain utama."
"Menjadi pemain utama, tapi tidak bertanggung jawab."
Masih banyak lagi ucapan-ucapan lainnya yang membuat Sella geram, rasanya Sella ingin sekali mencakar-cakar mulut mereka yang seenaknya mengatai ia dan suami.
Adnan yang tau istrinya marah karena mendengar ucapan mereka, ia mengecup kening istrinya sekilas sambil tersenyum lebar.
"Tahan emosimu Jamila, lebih baik beristighfar."
"Mereka itu seenaknya mas, tidak tau apa kalau Jamila ini istri dari pemilik Alfero Grup, rasanya Jamila ingin mencincang mereka hidup-hidup."
"Astagfirullah Jamila."
Adnan beristighfar sambil mengelus dada sendiri, ucapan istrinya itu selalu membuatnya beristighfar dari awal menikah.
"Ih mas, Jamila bukan setan, kenapa mas beristighfar?"
Adnan langsung menarik tangan istrinya untuk duduk di pangkuannya, lalu langsung mengecup pipi istrinya sekilas.
"Yang mengatai Jamila setan siapa hamm? Mana ada setan secantik Jamila, kalau setan secantik Jamila, nanti para manusia pada jatuh cinta pada setan."
Kemesraan mereka tidak lepas dari pandangan Kalisa dan Intan, mereka berdua menujukan wajah tidak suka saat Adnan sangat mesra pada istrinya.
"Ih mas, ada-ada saja, jangan lupa ingat tempat mas."
Sella merasa sangat malu saat suaminya menarik ia dalam pangkuannya sambil mencium pipinya, walau pun terlihat mesra, tapi ia malu, apa lagi di sana bukan hanya para artis, pak Samsul saja sedang duduk tidak jauh dari sana.
"Malu mas sama Pak Samsul."
"Ngapain harus malu? Biasanya juga Jamila nyosor duluan."
Sella langsung menggigit lengan suaminya, walau pun pertanyaan suaminya sangat pelan, ia yakin kalau Reyhan mendengarnya.
"Kak Adnan romantisnya jangan di tempat umur aku jadi ngiri."
Setelah mengatakan itu Reyhan menutup mulutnya, ia lupa kalau Kaka sepupunya belum menceritakan identitasnya pada Sella. Adnan tersenyum lebar saat melihat Reyhan yang menutup mulutnya.
"Jamila sudah tau siapa Kaka Rey, kamu bisa memanggilku dengan panggilan Kaka."
__ADS_1
"Sukurlah kalau sudah tau, setidaknya Sella tidak akan cemburu kalau ada netizen mencocok-cocokan Kak Adnan bersama Jamilah."
Gosip itu memang masih panas di internet tentang Adnan yang lebih cocok bersama Jamilah dari pada bersama Sella. Adnan dan Jamila memang memiliki wajah yang sangat mirip, tutur kata yang sama-sama lembut, tentu saja mereka selalu mengatakan kalau Adnan lebih cocok bersama Jamilah.
"Iya karena perkara netizen istriku cemburu."
Adnan berbicara sambil tertawa kecil saat mengingat kejadian di mana istrinya cemburu karena ucapan netizen saat itu.
"Rey, wajarkan kalau aku cemburu sama suamiku? Apa lagi suamiku ini sempurna luar dalam, jelas lah aku cemburu dan takut suamiku mendengar ucapan netizen, apa lagi para bayak artis yang sudah berkeluarga, tapi saat di jodohkan dengan netizen rumah tangga mereka berantakan lalu menjalin hubungan dengan yang di jodohkan netizen."
"Iya jelas dong itu wajar Sel, eh Kak Jamila nama panggilanmu Jamila dari Kak Adnan."
Walau pun Reyhan lebih tua 1 tahun dari Sella, ia tetap memanggil Kaka, karena ia juga memanggil Kak Adnan pada Kaka sepupunya.
"Berasa tua aku di panggil Kaka, tapi memang aku tua."
Reyhan hanya menanggapi ucapan Sella dengan senyuman, Sella selalu banyak bicara, tapi ia tidak menyangka kalau Kaka sepupunya betah.
"Kaka habis ini ke kantor Kakek?"
"Iya, Kaka hari ini ke kantor Kakek, sekalian mau menginap di rumah mertua soalnya Bunda juga memiliki pekerjaan dan tadi pagi pergi ke luar negri, terus Kaka juga sudah lama tidak datang ke rumah mertua."
"Kaka sudah bertemu dengan Bunda Anisa?"
Reyhan memang selalu memanggil Bunda Anisa pada Anisa, kata Anisa agar lebih dekat dari pada memanggilnya dengan panggilan Tante.
"Iya, maaf Kak, Bunda belum siap bertemu Kaka, Bunda takut Kaka membenci Bunda, walau pun Kakek dan Nenek berkali-kali membujuk Bunda untuk menemui Kaka, tapi Bunda selalu saja takut."
"Tidak apa-apa, yang jelas sekarang Kaka senang sudah bisa bertemu Bunda."
Tidak lama Onli datang membawa makanan untuk Adnan dan istrinya.
"Ini makanan kalian."
"Onli, kamu temani istriku makan, saya akan ke pak Samsul, ada pekerjaan yang harus aku bicarakan."
"Baik."
"Rey Kaka tinggal dulu."
"Iya Kak, aku juga mau pergi makan."
Setelah mengatakan itu Reyhan langsung pergi dari sana. Adnan mengecup kening istrinya yang masih dalam pangkuannya.
"Mas mau keruangan mas bersama Pak Samsul, Jamila makan saja sama Onli tidak apa-apa'kan?"
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa mas."
Sella langsung turun dari pangkuan suaminya, ia duduk di samping Onli sambil menatap ke pergian suaminya yang mendekati pak Samsul, lalu pergi bersama pak Samsul.
"Ayo makan Sel."
"Iya."
Mereka langsung makan. Onli penasaran ada keperluan apa Adnan menemui pak Samsul, apa lagi sekarang terlihat jelas kalau pak Samsul seperti sangat menghormati Adnan.
"Sel, sebenarnya Adnan ada keperluan apa sama pak Samsul?"
"Mana aku tau mungkin mau minta maaf karena mas Adnan mengambil cuti lebih dari batas waktu yang di berikan."
"Tapi aku merasa Pak Samsul sangat menghormati Adnan."
Sella tersenyum lebar di sela-sela kunyahannya, ia menengok ke kanan dan ke kiri yang memang sudah sepi.
"Ketahuan banget iya kalau pak Samsul sangat menghormati mas Adnan?"
"Iya lah Sel, aku bisa melihat dari jalannya di belakang Adnan sambil membungkuk."
"Sepertinya aku tidak perlu menyembunyikan identitas mas Adnan padamu, mas Adnan pemilik Alfero Grup."
"Apa?!"
Onli berteriak tidak percaya saat mendengar ucapan dari Sella.
"Jangan kencang-kencang, nanti ada yang dengar, bisa-bisa sainganku banyak, tau mas Adnan sebagai pengacara saja banyak yang naksir, apa lagi sampai tau kalau mas Adnan pemilik Alfero Grup, bisa-bisa banyak yang ganjen."
"Benaran Sel?"
"Iya, aku melihat sendiri nama lengkap mas Adnan dari KTP mas Adnan, lalu mas Adnan jujur kalau Alfero Grup dan Apartement Alfero adalah miliknya."
"Gila, tidak heran kalau Adnan bisa membelikan kamu mobil sport, eh ternyata Adnan sultan, memangnya Bundanya bekerja di bidang apa?"
Kalau tentang Ayah dari Adnan Onli sudah tau kalau Ayah Adnan memiliki Kesuma Grup.
"Bunda memiliki perusahaan kosmetik, yang memiliki nama Kanaya Putri, dia mengganti identitasnya semenjak bercerai sama Om Kenan, hari ini juga mas Adnan akan di angkat menjadi CEO baru di perusahaan Neneknya yang di pegang Kakeknya dengan nama Alfero Isabel Grup."
Onli menatap Sella tidak percaya, ia tidak menyangka kalau Sella ternyata di nikahi oleh lelaki kaya segalanya, Adnan bukan hanya kaya ahlak dan iman, ternyata Adnan juga kaya harta.
"Nasib kamu beruntung banget Sel, di buang sama batu kerikil, tapi di ambil berlian."
"Aku juga sempat tidak menyangka kalau suamiku itu kaya, apa lagi mas Adnan tidak sombong."
__ADS_1
"Iya jelas Adnan tidak sombong Sel, Adnan memiliki kaya iman."
"Benar banget!"