
"mah?! mainan El kemana?"
"apa apaan itu? tak jelas sekali!"
kiara tersentak saat seorang wanita serta anak kecil yang kira kira umurnya yang masih menginjak 4 tahun tiba tiba muncul mengagetkan dirinya
"kalian sangat keterlaluan! datang datang mengagetkanku saja!"kiara mengomeli kedua orang itu dengan tidak santainya
wanita itu tak memperdulikan kiara ia mengalihkan pandangannya membaca apa saja yang di ketik kiara mulai dari awal hingga akhir sementara kiara sedang sibuk dengan rengekan anak lelaki itu
"kenapa kau membuatku seperti orang gila di cerita ini?!"protes wanita itu tak terima karena kiara membuat karakter dirinya yang seperti sangat bergantung pada kiara
kiara tersenyum mengejek menatap rendah wanita itu"bukannya kau seperti itu? memang kenyataan kan?"
wanita itu berdecak melanjutkan kembali untuk membaca apa saja yang telah di masukkan kiara kedalam cerita itu
"sejak kapan kau berbicara sopan padaku?! pencitraan sekali! biasanya juga langsung manggil nama"cibir wanita itu begitu menyadari ada yang tak nyambung dari jalan cerita sebenarnya
kiara memanyunkan bibirnya"bilang iya apa susahnya sih Nai!"kesal kiara ia berjalan kearah Naila setelah urusannya dengan anak kecil itu selesai
"mah! El main lagi ya?!"
__ADS_1
"iya! jangan jauh jauh mainnya!"kiara berteriak ketika melihat anaknya yang telah berlari menjauh dari mereka
saat ini mereka berdua tengah duduk santai menghirup udara segar hutan yang sangat menyejukan pikiran serta perasaan yang tengah di landa panas selama lima tahun ini
"bukannya jalan cerita sebenarnya kau banyak menagis ya?!"Naila bertanya ketika ia telah membaca semua cerita yang di karang oleh kiara
"banyak cerita yang menyedihkan yang kau lewatkan"Naila meletakkan laptop milik kiara yang sedari tadi di pangkunya"bahkan di cerita itu banyak sekali adegan adegan yang di potong potong"
kiara tersenyum getir mencoba untuk terlihat baik baik saja"aku hanya tidak ingin orang lain mengetahui lebih banyak tentang kesedihanku. nanti mereka menjuluki ku dengan nama wanita yang malang"kiara berujar setengah bercanda mencoba untuk mencairkan suasana yang tiba tiba saja berubah menjadi tegang ketika mereka membahas kisah tentang lima tahun yang lalu, lebih tepatnya kisah kelam kiara di masa lalu
Naila mengangguk membenarkan dengan wajah yang sangat menyebalkan menurut kiara"ya! kau memang wanita yang menyedihkan"
"jangan mengataiku sperti itu"seru kiara jengkel
Naila memutar bola matanya malas"memang kenyataannya kan?"
"kau-"
"apa?!"Naila memotong ucapan kiara dengan cepat
"ak-"
__ADS_1
"kau orang yang sangat baperan! sudah ku katakan berapa kali, Leo begitu sangat mencintiamu dengan tulus! tapi kau apa?! kau malah termakan oleh hasutan orang orang, tak mempercayainya sedikitpun"akhirnya Naila mengeluarkan uneg unegnya yang ia tahan selama lima tahun ini
kiara terdiam, ia begitu tertohok mendengar ucapan Naila yang begitu pedas itu
"dan sekarang?! kau pergi jauh darinya, memisahkan ayah dan anaknya! kau seperti penjahat"
benarkah kiara sejahat itu?
kiara tak bermaksud seperti itu, kiara hanya butuh waktu untuk menenangkan pikirannya
"aku hanya tidak ingin betemu lagi dengan pak Arya, dia sangat jahat! dia begitu gila harta"lirih kiara mencoba untuk mengelak
andai kau tahu ra..
°°°°°
"mama! kak El selalu saja mengganguku ketika bermain"adu seorang bocah perempuan yang seumuran dengan bocah laki laki di sebelahnya
bocah laki laki itu berdecak kesal"bukan mengganggu, lebih tepatnya El hanya ingin mengajak adek Nana belajar"bantah bocah laki laki itu
sebenarnya sih awal mula ceritanya dari sini, tapi aku nanti bingung sendiri gimana ceritain masalalunya
__ADS_1