Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
34


__ADS_3

Adi membawa Keyara kedalam sebuah toko boneka yang kebetulan dekat dengan mansion keluarga Angleo


"memangnya boneka punya teman key yang kayak mana?"Adi berjongkok menyamakan tingginya dengan sang putri tercinta


Keyara mengangkat tangannya menunjuk sebuah boneka beruang berwarna pink berukuran sedang dengan pita berwarna merah yang melekat di leher beruang tersebut


"itu pih!"keyara berseru girang dengan senyum yang mengembang di bibir mungilnya, ternyata tidak susah untuk mencari boneka yang seperti yang di tunjukkan temannya tadi di sekolahan


tapi ketika Keyara melihat ada sebuah tangan yang mengambil bonekanya gadis kecil itu berubah menjadi murung senyum yang tadi ia pamerkan seketika hilang bagai di telan bumi


"yaaahhh... udah di ambil orang key"ucap Adi dengan suara yang di buat semenyesal mungkin


"memangnya harus boneka yang kayak gitu ya?"Adi berdiri dari posisi jongkoknya dan berjalan menggandeng tangan keyara


"iya, key maunya yang kayak gitu"aku key dengan raut wajah sedih


"mbak?"Adi memanggil seorang wanita yang kisaran berumur 30 tahunan


"iya pak ada apa?"wanita itu bertanya dengan sopan serta sebuah lengkungan yang terpatri di bibirnya


"boneka yang kayak gitu gak ada lagi ya mbak?"Adi menunjuk boneka yang sedang di genggam seorang gadis kecil yang kira kira seumuran dengan keyara


wanita itu tampak mengerutkan dahinya sejenak dan setelahnya ia tersenyum tak enak"kebetulan sekali stok boneka itu sedang habis disini, itu boneka yang terakhir"ucapnya penuh sesal


Keyara tak bisa menyembunyikan raut wajah kecewanya ketika mendengar deretan kata yang di lontarkan oleh pegawai toko itu


"kalau mau beli boneka kayak gitu sebenarnya ada sih, tapi di toko satu lagi"ujar wanita itu


Adi yang sedang memperhatikan Keyara seketika mengangkat pandangannya"oh ya dimana?!"


"di jalan xxx, salah satu cabang dari toko ini, cuma itu yang paling dekat dari sini. sealinnya jauh jauh"


"terimakasih"dengan segera Adi mengangkat Keyara kedalam gendongannya dan melangkah keluar dari toko


"kita pergi kesanakan pih?"tanya Keyara dengan harap harap cemas


Adi menoleh ke samping di kursi sebelah pengemudi dimana Adi mendudukkan keyara, lalu tersenyum"iya sayang.. kita kesana"

__ADS_1


Keyara bertepuk tangan dengan tawa kecil yang keluar dari bibir gadis kecil itu"yey! papi baik deh"ucapnya senang


selanjutnya salama perjalanan di jisai oleh celotehan celotehan gadis kecil itu, menceritakan hal apa saja yang tadi di alaminya di sekolah


Adi hanya menjadi pendengar yang baik dengan sesekali menimpali celotehan gadis kecil itu, lalu tertawa bersama jika ada hal lucu yang terlontar dari mulut Keyara


"udah sampai turun"ujar Adi membuka pintu kemudi, lalu membantu Keyara untuk turun dari mobil


"ih... papi key mau jalan aja"kesal keyara karena Adi langsung menggendongnya setelah Keyara turun dari mobil tadi


"papi gendong aja, nanti kamu hilang lagi"ucap Adi tegas, dan akhirnya Keyara lebih memilih mengalah saja


Adi berjalan memasuki toko, bertanya pada salah satu pegawai apakah ada boneka yang tengah di carinya di toko itu. setelah mengetahui ternyata masih ada stoknya Adi lantas saja mengikuti langkah pegawai itu yang membawanya menuju rak dimana boneka itu di pajang


"terimakasih"ucapanya sembari tersenyum tulus lalu menurunkan Keyara dari gendongannya, membiarkan gadis kecil itu mengambil sendiri boneka yang di inginkannya yang kebetulan boneka itu di taruh di rak paling bawah jadi keyara bisa mengambilnya dengan mudah


setelah membayar di kasir Adi kembali membawa keyara kedalam gendongannya, berjalan menuju parkiran dimana mobilnya terparkir


ketika Adi hendak menjalankan mobilnya ia melihat sesuatu yang membuatnya amat sangat terkejut, benarkah itu dia?


Adi langsung saja mengeluarkan ponselnya memotret pemandangan yang membuat jantungnya tiba tiba saja berpacu sangat cepat, mengambil benerapa gambar dengan tangan yang gemetar, setelah selesai Adi menyimpan ponselnya


Adi menoleh lalu memberikan senyuman khasnya"papi enggak papa"ucapnya mencoba untuk tenang, merilekskan otot otot tubuhnya yang tiba tiba saja kaku


semoga ini membantumu


°°°°°°


"bawa nona muda kedalam, saya ada urusan sebentar"Adi memberikan Keyara kepada beby sister yang memang di pekerjakan untuk menjaga cucu cucu dari keluarga angleo baik itu di sekolah maupun di mansion


"papi mau kemana?"


"papi ada urusan sebentar, tunggu di dalam aja. papi pulang kok nanti"ucap Adi meyakinkan Keyara yang sepertinya tidak mau papinya pergi untuk meninggalkannya walau sebentar saja


"tapi janji, papi pulang ya?"Keyara mengacungkan jari kelingkingnya kehadapan Adi dan dengan cepat di sambar Adi, menautkan kedua kelingking itu


"iya"Adi mengusap puncuk kepala putrinya setelah tautan kelingking mereka lepas

__ADS_1


"dadah papi!"Keyara melambaikan tangannya begitu melihat mobil papinya berjalan menjauh


Adi tak sempat membalsnya, karena masih ada hal yang lebih penting yang haris segera di selesaikannya, menyangkut sepupu menyedihkannya itu


setelah sampai di temoat yang di tujunya Adi memarkirkan mobilnya secara asal asalan dan bergegas keluar mobil, berlari memasuki gedungbpencakar langit itu


"apakah Leo ada di dalam?"Adi bertanya dengan tak sabaran


"iya pak"


lansung saja Adi berjalan masuk dengan langkah lebarnya, menaiki lift


Braakk


Leo yang tengah sibuk dengan berkas berkas yang berada di tangannya sontak saja menjatuhkan berkas berkas itu sehingga berserakan di atas meja


"aku heran, di situ sudah terpampang jelas. KETUK DULU SEBELUM MASUK!"Leo berteriak kesal sambil menunjuk papan peringatan yang berada di daun pintu tersebut


"itu tidak penting sekarang, yang lebih penting aku membawa hadiah untukmu"ucap Adi dengan sangat antusias


Leo menatap malas Adi, ada ada saja perilakunya


"kalau kau ingin menjodohkanku dengan wanita wanita seksimu itu aku tak mau!"sarkas Leo, yang sudah sangat menghafal sifat sepupunya yang satu ini


"jangan berfikir Negatif dulu"ucap Adi kesal, lalu setelahnya melempar poselnya yang dengan cepat di tangkap Leo


"apa ini"Leo meletakkan ponsel Adi di atas meja secara kasar


"lihat galerinya"ucap Adi mencoba sabar ketika melihat ponsel kesayangannya di perlakukan sekasar itu oleh Leo


Leo tersenyum miring menatap remeh Adi"apa lagi? wanita penggoda lagi!"


"ck! kenapa kau susah sekali sih di kasih taunya"ujarnya jengkel berjalan mendekat dan mengambil ponselnya, mengotak atik ponselnya lalu menunjukkannya di depan wajah Leo


Leo tak ingin melihatnya, ia menundukkan wajahnya membereskan berkas berkas yang berserakan akibat ulah Adi yang bar bar tadi


Adi berdecak kesal, meraih dagu Leo mengangkat kepala Leo agar mau melihat apa yang hendak di tunjukkannya

__ADS_1


Mata Leo membulat sempuran, darahnya berdesir, matanya memanas jantungnya berpacu dua kali lebih cepat tangannya yang memgang dokumen melemas meletakkan kembali dokumen itu, meraih ponsel Adi mengotak atiknya melihat dengan mata kepalnya sendiri, ini nyata!


"tadi aja sok soan nolak"cibir Adi kesal


__ADS_2