
5 tahun kemudian...
Diumur 23 tahun, Keisya sudah menyelesaikan studynya di Tokyo. Bahkan Keisya di haruskan meneruskan usaha papanya yang berada di beberapa negara. Mengharuskan Keisya berkeliling dunia. Sampai ia sendiri tidak mempunyai waktu untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan adik kembarnya yang berhasil Hanna lahirkan.
Lima tahun yang lalu, Hanna melahirkan bersamaan dengan meninggalnya mediang Elapati. Membuat antara sedih bercampur bahagia. Hanna cukup tertekan mendengar Elapati meninggal, di umur kandungannya yang memang usianya memasuki bulan untuk melahirkan. Bersamaan dengan meninggalkan Elapati, setelah pemakaman selesai. Gardapati harus mengantar sang istri ke rumah sakit karena mengalami ketuban pecah. Di saat itulah lahir si kembar yang dinamakan Axel dan Alexa. Bahkan rupa mereka cukup tampan dan juga cantik.
Sedangkan Keisya memilih universitas di Tokyo. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya sebagai perempuan juga mampu mengambangkan usaha papanya lebih pesat lagi. Ia juga ingin membanggakan kedua orang tuanya karena mampu mendidik dirinya sebagai anak yang baik. Mampu menyayangi dirinya walaupun Hanna bukan ibu kandungnya. Sedikit pun Keisya tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Dengan sungguh-sungguh Keisya mendapatkan posisi papanya karena kemampuannya sendiri. Bukan karena dia adalah putri Pati.
Gardapati pun cukup bangga dengan Keisya. Karena Keisya mampu mengembangkan bisnisnya. Ia pun mengakui bahwa putrinya tersebut mirip dirinya yang sangat intelektual dalam bekerja. Walaupun Gardapati dan Hanna sangat berat berjauhan dengan putri kesayangannya tersebut. Namun karena permintaan sang putri mereka pun tak bisa memaksakan dirinya. Gardapati pun tentu tidak melupakan keamanan sang putri dan mengirim Roby bersamanya. Mengirim orang kepercayaannya untuk menjaga sang putri.
Dengan atasan Blouse berwarna biru dan juga skinny pants berwarna putih membuat tubuh Keisya yang ramping dan tinggi begitu indah di pandang. Rambut kriting gantung, make up natural dan juga higheel membuat Keisya tetap tampil stylist. Sebagai perempuan karier tentu dia tidak melupakan penampilannya. Keisya baru selesai meeting di ikuti oleh sekretarisnya bernama Nada.
" Nona, jangan lupa pukul 3 kita akan bertemu klien kembali dari Amerika." Ucap Nada mengingatkan Keisya. Usia mereka cukup jauh. Nada sang sekretaris sudah berumur 30 tahun. Namun sampai saat ini Nada masih single. Keisya cukup tertarik dengan sekretaris barunya yang beberapa bulan sudah bekerja di kantornya tersebut. Pekerjaan Nada cukup memuaskan hati Keisya, namun Keisya masih menggali lebih dalam lagi tentang Nada karena ia akan berencana mencalonkan ia dengan Roby yang sampai saat ini juga belum menemukan jodohnya.
__ADS_1
" Baiklah, Aku akan istirahat sejenak! Persiapkan proposal pentingnya!" Ucap Keisya lalu bergegas masuk dalam ruangannya. Ruangan yang begitu mewah. Bahkan jendela yang besar terawang tersebut langsung tertuju dengan keramain kota di bawahnya. Ia sering menikmati minuman hangatnya sambil memandang ibukota. Melihat morak-marik keramaian kota. Melihat aktivitas sambil menjernihkan pikirannya yang kalut akan kerinduan kepada orang tua dan juga adik kembarnya.
Lalu Keisya bergegas mengambil laptopnya. Menghubungi keluarganya. Rasa rindunya tak tertahankan. Ingin rasanya Keisya segera bertemu dengan adik kembarnya yang lucu tersebut. Namun, karena kesibukannya dia hanya mampu menghubunginya lewat laptopnya yang kini berada di depannya.
" Hallo ma,pa...maaf Keisya baru bisa menghubungi kalian hari ini. Uh...adikku, Axel dan Alexa. Apakah kalian tidak merindukan kakak?" Ucap Keisya melihat Adik kembarnya dan juga kedua orang tuanya di layar laptop.
" Baik sayang. Tentu kalian rindu dengan kakakmu bukan!" Ucap Hanna. Hanna masih terlihat begitu cantik dan awet muda walaupun usianya sudah tidak muda lagi.
" Ah, putriku. Kau terlihat begitu menawan hari ini." Ucap Gardapati yang tetap gagah.
" Ia sayang, aku sangat merindukan kalian. Kak Kei janji nanti kita akan bermain bersama dan juga membelikan kalian ice cream." Ucap Keisya melihat adik kembarnya yang telah berumur 5 tahun tersebut.
" Benalkah kak Kei?" Ucap Axel.
__ADS_1
" Holee...makan et clim..." Ucap Alexa.
" Benar sayang." Ucap Keisya tertawa melihat begitu lucunya adik kembarnya tersebut.
" Sayang, apakah kau sudah makan?" Ucap Hanna.
" E..sudah ma. Mama jangan khawatir. Bagaimana dengan kalian, Apakah kalian sudah makan?" Ucap Keisya. Padahal Keisya belum makan. Ia sering melupakan jadwal makannya. Ia begitu sangat serius dengan pekerjaan. Sampai-sampai dirinya mengidap maag ringan oleh dokter. Tentu tanpa sepengetahuan orang tuanya. Roby pun yang sebenarnya tau harus bungkam karena permitaan majikan mudanya tersebut. Roby lebih perhatian kepada Keisya menyangkut jadwal makannya. Namun sang majikan tetap tidak mendengarkan perkataan Roby.
" Sudah sayang. Kapan kau akan pulang?" Ucap Gardapati.
" Maaf, sampai saat ini Kei masih tidak menemukan waktu luang." Ucap Keisya terlihat kecewa melihat kalender dan padatnya jadwal pekerjaannya.
" Tak masalah sayang. Jaga kesehatannmu, jika tidak papa tidak akan mengizinkanmu menjalankan bisnis papa di sana." Ucap Gardapati mengancam. Gardapati dan Hanna sebenarnya cukup khawatir dengan Keisya yang terlalu serius dalam bekerja. Dan sebenarnya Gardapati dan Hanna bersama anak kembarnya akan datang mengunjungi sang putri. Saat ulang tahun Keisya tiba, dia akan memberikan suprise dengan kedatangannya.
__ADS_1
" Baik pa, ma.. I love you.. " Ucap Keisya memandang keluarganya dengan air mata menggenang. Keisya begitu sedih tidak bisa mengatur jadwalnya agar bisa pulang. Pekerjaannya begitu padat dan Keisya tidak bisa mundur. Dia begitu ambisius seperti layaknya Gardapati.