
"mamah! kok El ****** main kecini lagi ya?"
Naila tersenyum ketika mendapati anak sulungnya itu berdiri di sebelahnya yang tengah menata makanan
"mungkin tante kianya sibuk"balas Naila dengan segera ia membantu bocah kecil itu duduk di kursi meja maka
bocah kecil itu tampak cemberut dengan pipi yang di gembungkan
"anak mama kenapa hmm?"Naila membungkuk mencium sekilas pipi anak pertamanya itu
"putla kecepian ma.."bocah itu memberengut dengan tangan yang di lipat di depan dada serta pipinya yang semakin di gembungkannya
gemasnya.Naila mencubitu pipi tembem anaknya
"catit mah.."rengek bocah kecil itu manja
"hayoo.. ada apa ini pagi pagi udah ribut aja"Kevin datang dari arah tangga menghempiri istrinya lalu mencium kening Naila sekilas lalu mengecup pipi tembem putranya dengan gemas
"iihh.. papa! udah"bocah kecil itu menjauhkan wajah Kevin dari Wajahnya
"beneran nih? putra gak mau di cium papa lagi?"Kevin bertanya jahil menggoda anak sulungnya itu,yang bernama putra mahardika
putra menggeleng cepat"putla aja yang cium papa"ujarnya dengan segera ia berdiri di atas kursi untuk menyamakan tingginya dengan Kevin yang terbilang sangat jauh walaupun kevin sudah nerdiri di atas kursi
putra menarik jas putih Kevin agar Kevin membungkukkan badannya
Kevin menurut ia membungkukkan badannya memberi akses untuk Putra agar leluasa melakukan keinginanya
*cup
cup*
__ADS_1
"udah"ujar Putra dan kembali duduk lagi
Naila dan Kevin terkekeh gemas melihat tingkah pitra mereka
"adek ala mana pah?"putra kembali bertanya dengan cedelnya
"masih bobok"Kevin menjawab seraya mendudukkan bokongnya di kursi sebelah putra yang diikuti oleh Naila
Naila duduk di sebelah Kevin
"jangan banyak banyak"ucap Kevin ketika melihat Naila yang menyendokkan begitu banyak nasi kepiring miliknya
"banyak banyak aja mah! bial papa gendut"Putra yang sedang asik dengan makanannya yang sudah di buat oleh Naila sebelum Kevin datang menyahut, sepertinya sedari tadi putra memperhatikan interaksi mereka berdua
Naila dan Kevin dengan kompak menoleh"memangnya putra mau punya papa gendut?"Naila bertanya dengan kerlingan jahil di matanya
putra mengangguk girang"iya! putla mau! kan kalau papa gendut. prut papa juga ikutan gendut"ujarnya antusias
"memang kenapa kalau perut papa buncit?"Kevin bertanya penasaran
putra tersenyum penuh arti"bial bisa jadi bantalnya putla kalau tidul di badan papa"putra menjawab lempeng tanpa memperdulikan raut wajah Kevin yang sudah berubah menjadi masam
Naila terbahak keras di tempatnya, lucu sekali putranya ini
Kevin semakin menekuk wajahnya ketika mendengar tawa keras dari Naila
setelah selesai makan mereka memutuskan untuk duduk sebentar di ruang kelurga sebelum Kevin berangkat kerja jam sepuluh nanti
Drrt Drrt Drrt
Kevin dan Naila saling bertatapan berbeda dengan putra tang sudah asik dengan mainan robot robot miliknya yang di belikan Kevin dua minggu yang lalu
__ADS_1
"halo?"
"iya Raa.. ada apa?"
"aku cuma mau pamit aja"
Naila mengerutkan keningnya"pamit kemana?"
"aku mau kembali lagi kesana"
kiara membulatkan matanya, setelahnya Naila menoleh kebelakang menatap Kevin yang juga tengah menatapnya heran
Naila berjalan mendekati Kevin memencet tombol speaker agar Kevin juga dapat mendengar percakapan mereka
"aku gak mau egois lagi"
Kiara menyahut di sebrang sana dengan nada yang penuh sesal, seketika sebuah lengkungan terbit di bibir tipis Kevin
"gitu dong Ra.."ujar Naila senang
"udah ya Nai, waktu aku gak banyak lagi, sebentar lagi pesawat kami mau lepas landas"
Naila menganga tak percaya"apa?! kenapa kau baru mengatakannya pada ku!"seru Naila kesal, karena Kiara memberitahukan keberangkatannya di saat saat mepet begini
"biar jadi kejutan"
tut
Naila hampir saja membanting ponselnya kalau saja tangan Kevin tak menahannya
"hehe. kau harus sabar menghadapi anak itu"
__ADS_1