
Kiara berjalan kesana kemari menata baju bajunya dan juga baju baju kedua anaknya kedalam lemari pakaian
tak ada keluhan sedikitpun dari mama muda tersebut ia mengerjakan semuanya dengan wajah yang riang tak menyadari kedua anaknya yang sedari tadi tengah memperhatikannya
"kenapa mama begitu senang sekali kak?"Kanara Leona putri A. anak bungsu dari pasangan Kiara dan Leo tersebut bertanya dengan bingung
Elvano Leonidas A. anak sulung dari pasangan Kiara dan Leo tersebut mengangkat bahunya tak tahu, ia berjalan santai memasuki kamar mereka dan sang mama
Kiara sengaja membeli rumah yang hanya memiliki satu kamar agar mereka bisa lebih dekat satu sama lain, Rumahnya yang dulu telah di jual oleh Kiara lima tahun yang lalu, walupun disana masih banyak kenangan dirinya bersama kakak dan neneknya Kiara terpaksa menjualnya karena sedang terdesak
bukan berarti karena Kiara membeli rumah yang terkesan minimalis dan berlantai satu itu kalian menganggapnya telah jatuh miskin, butik milik Kiara sudah merembes kemana mana, ia memulai bisnis itu bermodalkan uang dari penjualan Rumahnya dulu, sedangkan uang yang telah ia simpan dari pekerjaan artisnya dulu sudah habis ia gunakan untuk kebutuhan sehari harinya dan juga membeli Rumah serta biaya persalinannya, selama hamil Kiara tak bisa bekerja apa apa oleh sebab itulah Kiara memutuskan untuk berdiam diri saja dirumah dari pada kandungannya nanti yang kenapa napa?
mau minta bantuan dari Naila Kiara merasa tak enak, karena saat itu Naila juga sedang berusaha untuk mengumpulkan pundi pundi uang untuk biaya pernikahannya dengan Kevin jadi Kiara hanya meminta Naila untuk mencarikan tempat yang tak dapat terjangkau oleh Leo serta orang orang suruhan Leo jika saja Leo mencari keberadaannya
"Mama? kenapa mama senyum senyum sendiri?"Kiara tersentak kaget, memegangi dadanya
"kamu mengagetkan mama!"Kiara berucap sambil mengulas senyum hangat untuk putranya itu
seolah merasa tak bersalah El menjawab"mama saja yang terlalu serius"ujarnya tenang, sangat tenang sehingga mampu memancing kekesalan Kiara
Kiara menggerutu tak jelas, memaki Leo dalam hati. karena gen dari leo anaknya jadi seperti ini, sifatnya sangat menyebalkan
"kau tak sopan kak!"Nana akhirnya masuk juga setelah lama termenung di depan pintu
Kiara dan El menoleh
"apanya yang tidak sopan? aku hanya mengatakan kenyataannya saja kan?"El kembali berujar dengan gaya khasnya, mirip sekali dengan Leo di saat masa masa kuliahnya dulu
Nana berdecak melipat kedua tangannya di depan dada, menatap tak suka kepada El"ya seharusnya kau tidak berkata seperti itu kepada mama! mama pasti sedih"ucap Nana keukeuh menyalahkan El atas sikapnya yang biasa biasa saja menurut Kiara
"terserah"
__ADS_1
El membaringkan tubuhnya di ranjang yang terbilang sangat besar itu"mah?"El bertanya dengan mata terpejam
Kiara yang sedang meletakan baju di lemari paling atas menoleh sekilas"apa?"kiara menatap gemas anak pertamanya itu, kenapa sih umur dan kelakuannya tak sejalan? mengapa anaknya itu bersikap seolah ia sudah cukup dewasa
"ini mah"Kiara menerima baju yang di sodorkan Nana padanya lalu menyusunnya kedalam lemari
"kapan El sama Nana sekolah?"
Kiara tersenyum, mengucapkan terimakasih kepada Nana karena telah membantunya lalu menutup pintu lemari itu karena Kiara telah selesai Menyusun pakaian mereka
ia menggendong tubuh Nana naik ke atas Ranjang"kenapa nanya begitu? kamu mau sekolah?"Kiara bertanya lembut sambil membelai rambut El putranya setelah ia membaringkan tubuh Nana di sebelah El yang tengah memejamkan matanya
El masih menutup matanya dengan tangan yang di lipat menyanggah belakang kepalanya"iya"singkat padat dan jelas
"tunggu umur kalian lima tahun dulu baru bisa sekolah"balas kiara dengan sabar ia mulai mengelus elus surai Nana yang juga ingin di manja oleh sang mama
"memangnya umur El berapa sekarang?"tanya El masih dengan posisinya tadi
El tampak mengerutkan keningnya keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisnya,sedangkan Nana sedang berusaha memejamkan matanya karena sekarang memang sudah saatnya untuk tidur
"kenapa? El mau nanya sesuatu sama mama?"Kiara sangat hapal dengan kelakuan anak anaknya karena itu ia langsung bertanya
"kenapa El gak pernah lihat papa?"El sudah membuka matanya kini ia memandang dengan cemas ke arah mamanya takut menyinggung perasaan mamanya lagi
dulu ketika umur El dan Nana masih menginjak umur 3 tahun mereka kerap sekali menanyai tentang keberadaan papanya
seperti menanyakan
apakah El punya papa?
kok papa gak pernah pulang?
__ADS_1
seperti apa wajah papa?
Nana mau ketemu papa!
masih banyak lagi hal hal yang ditanyakan mereka dulu tanpa mengetahui Kiara yang kerap sekali menangis di tengah malam menyesali perbuatan egoisnya
sampai saat itu Naila yang tak tega melihat keadaan Kiara yang sangat terpuruk ia berinisiatif untuk berbicara kepada kedua anak kecil itu, Naila mengatakan kepada mereka suapaya mereka berdua tidak menanyai keberadaan papanya terus terusan dengan alasan Kiara akan sedih nantinya
saat itu mereka berdua tak percaya kalau mamanya bersedih jika mereka menanyai tentang papanya, mereka tetap keukeuh untuk mengetahui dimana keberadaan papanya sebenarnya,sampai suatu malam Nana yang sedang kehausan ditengah malam berniat untuk mengambil air ke dapur tapi karena ia merasa takut dengan terpaksa Nana haris membangunkan El
Nana dan El hanya berjalan tanpa suara menuju dapur, tapi ketika mereka melewati kamar sang mama mereka mendengar suara tangisan, karena mereka yang takut mamanya kenapa napa dengan inisiatifnya mengintip melalui celah pintu yang kebetulan terbuka sedikit, disana mereka melihat mamanya menangis di depan jendela kamarnya yang terbuka lebar sambil menatap ke arah langit
"kak.. mama..."Nana berujar dengan mata yang mulai berkaca kaca
El meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, mengode Nana untuk diam. Nana menangis tanpa suara sedangkan tangannya sudah di tarik El menuju kamarnya Kembali,mengurungkan niat mereka untuk mengambil air minum ke dapur
"kak El mama kenapa nangis?"saat itu Nana bertanya dengan cedelnya
El hanya diam memeluk adiknya yang sedang menangis sesegukan, yang semakin mengencangkan tangisnya di dalam pelukan sang kakak
"jangan tanya tanya papa lagi"
"kenapa?"Nana melepaskan pelukan mereka memberikan tatapan menuntut kepada sang kakak
"nanti mama sedih lagi"
mulai saat itu mereka berjanji untuk tak menyinggung tentang papanya, tapi kali ini El benar benar sangat ingin bertemu dengan papanya itu, ia juga ingin merasakan kasih sayang seorang ayah
"kak!"Nana yang sedari tadi berusaha tidur membuka matanya ketika mendengar pertanyaan dari kakaknya
Kiara tersenyum haru, anak anaknya berbeda. berbeda dari anak anak berusia 4 tahun biasanya, gaya berfikir mereka sudah seperti orang dewasa. kiara bangga akan hal itu
__ADS_1
"papa kalian...."Kiara menggantung kalimatnya, memperhatikan wajah kedua anaknya yang tampak terkejut dengan dirinya yang kali ini mau membuka suara jika di tanyai tentang suaminya. karena biasanya kiara akan diam saja takbmenjawab pertanyaan anak anaknya kerena Kiara tak tahu harus berkata seperti apa