
Akhirnya Onli tidak merasa heran kenapa Adnan menggaji ia 10 juta perbulan, karena Adnan memang orang kaya, tapi sama sekali tidak sombong.
Onli merasa sangat bahagia saat tau tentang identitas Adnan, apa lagi melihat raut wajah bahagia dari Sella, jelas ia lebih bahagia lagi, ia sangat bahagia karena Sella jatuh pada tangan lelaki yang tepat.
"Sosoan berhijab, nyatanya ahlaknya buruk, cari sensasi sama Adnan iya? Miris banget nasib kamu Sel, setelah di buang oleh Aska, sekarang kamu melakukan banyak cara agar Adnan juga tidak membuangmu!"
Intan berbicara sambil bersidakep dada, senyuman mengejek Sella juga ia tunjukan. Sella dan Onli yang mendengar ucapan dari Intan mereka menghela napas kasar, mereka merasa kalau Intan itu selalu saja cari masalah. Kalisa yang baru saja datang juga ikut mengejek Sella.
"Namanya juga wanita murahan, jelas Sella tau bagai mana caranya mendapatkan lelaki, apa Adnan tidak merasa jijik menikahi wanita bekas lelaki lain."
"Jaga mulut kamu Kalisa!"
Onli berbicara sambil berdiri, ia sangat marah saat Kalisa menghina Sella.
"Emang benar'kan foto-foto itu tidak mungkin ada kalau Sella tidak menjual tubuhnya sendiri pada seorang lelaki! Tidak heran karirnya tidak pernah redup sebagai model, ternyata Sella memberikan tubuhnya hanya untuk sebuah karir, sangat menjijikan!"
Ucapan itu sudah lama Kalisa ingin ucapkan saat Sella baru saja memasuki dunia peran, baru kali ini ia bisa mengucapkan ucapan itu. Sella langsung berdiri dari duduknya saat mendengar ucapan dari Kalisa, ia langsung melayangkan tamparan pada Kalisa.
Plak...!
"Berani sekali kamu mengatakan aku wanita murahan!"
"Kurang ajar sekali kamu menamparku bodoh!"
Plak...!
Kalisa juga melayangkan tamparan pada Sella, ia tidak terima saat di tampar oleh Sella.
"Wow, pertujukan yang menarik."
Intan berbicara sambil tersenyum girang saat melihat mereka saling tampar.
"Dasar wanita gila! Berani sekali kamu menamparku?!"
Sella berteriak marah saat mendapat tamparan dari Kalisa.
"Seharusnya wanita kotor seperti kamu itu bukan hanya di tampar!"
Byur..!
__ADS_1
Kalisa berbicara sambil melempar jus ke wajah Sella. Sella mengusap wajanya pakai tisu, lalu mengambil sembal di mejanya, ia langsung melempar sambal itu ke arah Kalisa, tapi Erik menghadanginya hingga sambal itu mengenai tubuh erik.
Onli mengusap wajahnya tidak percaya, ia langsung lari ke arah ruangan Adnan karena ia tidak mau kalau mereka bertengkar semakin menjadi.
"Apa kamu tidak bisa tidak main kasar pada Kalisa?! Pakaian saja memakai gamis dan hijab, tapi nyatanya kamu itu sangat kasar!!"
Erik berteriak marah saat melihat kelakuan Sella.
"Jangan menghina hijabku! Kamu pikir kamu siapa marah-marah tidak jelas saat tidak tau permasalahannya?!"
Banyak artis lainnya yang melihat ke arah mereka, banyak juga yang tidak percaya saat melihat Sella mencari masalah dengan artis senior, apa lagi mereka tau selama ini tidak ada yang berani pada Kalisa, tapi kali ini ada orang yang berani pada Kalisa.
"Jelas aku tau, Kalisa tidak akan membuat keributan, aku sangat mengenal Kalisa karena kita sama-sama artis senior, sedangkan kamu artis pendatang baru saja seenaknya!"
Kalisa tersenyum mengejek pada Sella yang masih di belakang Erik.
"Artis senior, tapi ucapannya tidak memiliki ahlak! Harusnya seorang senior itu memberikan contoh yang baik, bukan mengatai orang lain wanita murahan!"
"Tutup mulutmu itu Sella! Aku tau Kalisa tidak akan mengatakan itu, lagi pula memang benar kalau kamu murahan, buktinya saja saat kamu gagal menikah dengan Aska kamu menerima Adnan yang menikahi kamu, kalau bukan wanita murahan, terus akan kami sebut apa wanita sepertimu?!"
"Berani sekali kamu menyuruhku untuk menutup mulutku berengsek!"
"Minta maaf dulu Sella! Apa suamimu tidak mengajari kesopanan?!"
"Aku tidak sudi minta maaf padanya!"
Sella berbicara sambil menghempaskan tangan Erik.
"Wanita gila! Kenapa pak Samsul menerima wanita gila sepertimu?!"
"Lebih baik wanita gila dari pada lelaki buta! Tidak tau apa-apa sudah langsung mengomentari masalah orang lain, menyuruh orang lain minta maaf, dasar lelaki aneh!"
"Sudah lah Erik, Sella memang tidak tau malu, kamu lebih baik jangan meladeni wanita seperti Sella."
Kalisa beebicara sambil menggenggam tangan Erik.
"Istri saya tidak akan membuat masalah jika bukan orang lain duluan yang membuat masalah!"
Adnan berbicara sambil terus saja berjalan di belakang Kalisa membuat Kalisa menutup mulutnya sendiri saat tau ada Adnan. Adnan langsung mengusap pipi istrinya yang di tampar oleh Kalisa, ia juga melihat gamis istrinya yang tersiram jus.
__ADS_1
"Apa ini sakit Jamila?"
"Tidak mas, hati Jamila jauh lebih sakit saat mendengar hinaan dari Kalisa."
"Kalau sakit, tenangkan diri Jamila dengan mengucap istighfar."
"Iya mas."
Intan dan Kalisa selalu di buat tidak suka oleh kemesraan mereka, terutama saat Sella berbicara lemah lembut pada suaminya, mereka ingin sekali menjambak-jambak rambut Sella yang selalu berkedok alim.
"Onli, tolong antar istri saya ke ruangan pak Samsul, dan minta gamis untuk mengganti baju istri saya."
"Baik Adnan."
"Nanti setelah ganti baju Jamila kesini lagi."
"Iya mas."
Onli langsung pergi bersama Sella ke ruangan pak Samsul. Adnan langsung melihat ke arah Kalisa sekilas, lalu langsung melihat ke arah Erik yang sedang menatapnya.
"Erik, istri saya tidak akan membuat masalah jika tidak kalian duluan yang membuat masalah."
Erik mendengus kesal saat teman seprofesinya itu memanggil kata saya.
"Aku sangat mengenal Kalisa, kalau Kalisa tidak mungkin mencari masalah duluan, lihat ini karena ulah istrimu bajuku di siram sambal."
"Lalu yang menampar dan menyiram gamis istri saya dengan jus siapa? Apa kamu Kalisa? Atau kamu Erik?"
Adnan bertanya sambil menatap tajam pada Erik, tatapan yang mampu membuat Erik menelan ludahnya dengan kasar. Adnan memang terlihat alim dan sopan, tapi kalau sudah menyangkut nama istrinya, ia paling tidak suka.
"Mungkin Kalisa, aku tidak merasa menyakiti istrimu, tadi hanya menggenggam pergelangan tangannya saja."
"Jadi menurut kamu apa Kalisa masih pantas di bilang wanita baik-baik?"
"Adnan aku bisa jelasin."
Kalisa berbicara dengan raut wajah sedikit sedih, ia pikir permasalahannya tidak akan panjang, ternyata permasalahannya menjadi panjang, dan kalau sudah begini ia akan sulit untuk mendekati Adnan.
"Tidak perlu penjelasan darimu, dan tidak perlu penjelasan dari istri saya, di seluruh tempat ada cctv termasuk di tas istri saya juga ada alat penyadap suara yang langsung tersambung dengan ponsel saya, jadi saya tidak akan mendengar ucapan dari siapa pun dan kamu Erik, ini peringatan terakir untuk kamu, jika sekali lagi kamu mencari masalah dengan istri saya, bisa saya pastikan kalau nasib kamu akan bernasib sama seperti 4 wanita yang membuli istri saya di dalam kamar mandi."
__ADS_1
Lagi-lagi Erik menelan ludahnya dengan kasar, ia tidak menyangka kalau Adnan akan mengancamnya, terlebih kejadian itu ia masih sangat ingat, saat pak Samsul memecat mereka hanya untuk membela Sella, entah memiliki kedudukan apa Adnan di Alfero Grup, yang jelas Adnan memang bukan orang biasa, walau pun ia tau kalau Adnan adalah putra yang tidak di inginkan oleh Kenan karena ia adalah sahabat dari Aska.