Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Rekan kerja


__ADS_3

Di sisi lain Adipati sudah menyelesaikan urusannya, sudah tidak ada lagi yang membuatnya berlama-lama di kediaman Gardapati. Adipati langsung bergegas keluar pintu rumah Gardapati, namun langkahnya terhalang oleh Bella.


"Sudah mau pulang mas?" Ucap Bella tersenyum kepada Adipati.


"Ia benar, urusanku disini sudah selesai bell. Oia Bell, kau masih bekerja di restauran pak Joko?" Tanya Adipati berbasa-basi dengan teman lamanya yang merupakan rekan kerjanya dulu dan juga teman dekat Hanna.


"Ya tentu masih mas. Kalau Bella gak kerja, orang tua Bella di kampung mau makan apa. Selain itu, Bella juga gak nyaman selalu numpang dengan Hanna mas." Jelas Bella.


"Bagaimana kabar kawan-kawan bel?" Ucap Adipati mengingat teman kerja dulunya sewaktu dirinya menyamar menjadi koki.


"Baik mas. Lain kali juga mas Adi harus datang berkunjung ke restauran pak Joko bertemu dengan kawan kerja." Jelas Bella dengan senyuman.


"Baiklah Bell, apakah kau sudah makan Bell?" Ucap Adipati.


Kenapa mas Adipati tanya aku sudah makan apa belum ya? Ya ampun, aku baru sadar jika mas Adipati ternyata setampan ini. Apa-apaan aku ini! apakah aku sudah gila menyukai mas Adipati yang ternyata dari keluarga terpandang seperti suami Hanna. Aku tidak mungkin seberuntung Hanna juga.


"Bell?" Ucap Adipati melihat Bella yang melamun dan tidak segera memberi jawaban.


"Maaf mas, ia..oh sebentar lagi saya akan makan mas." Jelas Bella gelagapan.


"Barusan aku masak. Kau boleh memakannya. Aku sudah buat cukup banyak makanan khusus kamu lagi." Ucap Adipati.


"Khusus aku mas?" Ucap Bella menekankan kalimat khusus.


"Ia,makan sama ibu lagi. Lain kali aku juga bakalan datang ke restauran. Aku harus pergi dulu Bell. Ada urusan penting." Ucap Adipati berpamitan.

__ADS_1


"Baiklah mas, Bella tunggu. Hati-hati mas" Ucap Bella kepada Adipati yang sudah bergegas ke mobilnya.


***


"Mama...Jangan tinggalkan Lala.Lala gak mau tidur sendirian." Ucap Lala ketika Hanna membaca dongeng untuknya.


"Kenapa sayang?" Ucap Hanna merasa heran.


"Lala mau tidur dengan mama. Please malam ini saja ma." Ucap Lala kepada Hanna memohon. Lala telah menganggap Hanna sebagai ibu kandungnya. Nyatanya Lala lebih senang jika Hanna lah yang menjadi ibunya saat ini. Lala benar-benar ingin melupakan ibu kandungnya yang tega meninggalkan dirinya sendiri. Saat ibunya meninggalkannya, berhasil membuat Lala tidak bisa melupakan kenangan buruk tersebut.


"Tentu boleh sayang. Mama juga ingin tidur dengan Lala." Ucap Hanna kepada Lala.


***


Gardapati mempercepat laju mobilnya, ia sudah sangat merindukan sang istri di rumah. Hari ini merupakan hari dimana dirinya sangat di sibukkan oleh beberapa klien yang keluar masuk kantornya. Bahkan untuk menghubungi sang istri ia tak sempat karena padatnya jadwal.


Lalu ia beranjak dari kamar Hanna dan berlanjut ke kamar putrinya. Mungkin saja Hanna berada di kamar Lala,fikirnya. Nyatanya Hanna dan Lala sudah terlelap. Pemandangan tersebut membuatnya sangat bahagia. Gardapati tidak menyangka jika Hanna bisa menyayangi Lala seperti putri kandungnya. Itulah mengapa dirinya sangat jatuh cinta kepada sang istri. Jika Lala saja bisa menyukai Hanna, bagaimana tidak dengan dirinya yang semakin jatuh hati kepada Hanna. Bahkan Hanna mampu membuat dirinya menjadi istri satu- satunya dan juga menjadi penunggu lubuk hati Gardapati.


***


Mata dengan bulu lentik dan lancip, bagaikan seseorang yang berasal dari cina. Telah menunjukkan pernik hitam pekat yang berkilauan. Hanna akhirnya bangun dari tidur panjangnya. Namun, entah tangan siapa yang sedang menahannya. Tangan sang suami yang telah memeluknya. Hanna sungguh terkejut, melihat sang suami berada di sampingnya sedang memeluk dirinya.


Sejak kapan mas Garda disini? sebentar...apa aku berada dikamarku?Tapi, semalam aku tidur bersama Lala!


Hanna sungguh heran dengan keberadaan dirinya yang berpindah tempat. Hanna sungguh begitu terlelap sehingga sang suami yang menggendongnya sampai ke kamar tidak dapat membangunkannya.

__ADS_1


"Mau kemana sayang?" Ucap Garda masih mempererat pelukannya di atas perut Hanna yang membuncit tentunya.


"Mas lepaskan, kau membuatku susah bernafas." Ucap Hanna berusaha melepaskan pelukan sang suami.


"Oh..o maaf sayang... Kenapa terburu-buru, bukankah sekarang hari minggu?" Ucap Gardapati masih memegang tangan Hanna.


"Benar, tapi hari minggu bukannya untuk bermalas- malasan kan." Jelas Hanna.


"Tapi sayang, layan junior dulu ya." Ucap Gardapati tersenyum mesum.


"Kalau gak mau gimana?" Ucap Hanna memutar bola matanya dengan lengah. Pasti sang suami itu tidak luput dengan urusan ranjang.


"Dosalah, nolak keinginan suami itu dosa. Toh, sudah lama kamu diemin aku. Satu pekan loh sayang. Keburu anakku keluar, aku harus puasa lagi satu bulan untuk gak sentuh-sentuh kamu." Jelas Gardapati.


"Emps..suamiku sangat pandai ya cari alasan." Ucap Hanna mencubit pipi suaminya dengan gemas.


"Bagaimana aku bisa tahan, kau selalu memancingku." Ucap gardapati langsung melakukan aksinya. Menanggalkan pakaian Hanna dengan cepat ,hingga pakaian tersebut entah terlempar ke arah mana saja. Mencium setiap sisi tubuh istrinya. Bahkan ciuman di perutnya yang membuncit membuat Hanna merasa geli tergelitik. Cengkraman di bahu, bahkan kepala Gardapati yang menambah tenaganya untuk membuat sang istri terlena dengan buaiannya. Kelembutan yang membuat mereka meresapi cinta. Bahkan penuh dengan kehati- hatian karena kandungan sang istri yang membesar. Hanna melenguh mendesah karena sensasi sentuhan sang suami. Pejaman mata yang memperlihatkan rasa nikmat yang tak berujung. Bahkan hembusan nafas yang saling bertukar membuat nafsu mereka berburu.


Diselingi oleh ucapan cinta yang membuat mereka semakin melayang. Bahkan ******* yang saling menyesap dan beradu.


Tak cukup berhenti disana, bahkan mereka berlanjut di kamar mandi. Saling menikmati hingga puas. Bahkan kucuran air membuat Hanna melampiaskan rasa nikmatnya tanpa lagi menahan desahannya.


Lalu diakhiri dengan mandi bersama.


"I love you..." Ucap Gardapati dengan mengecup kening Hanna.

__ADS_1


"I love you to sayang" Ucap Hanna tersenyum.


"Baik baik nak, maafkan ayah..yang sehat ya di rahim mama." Ucap Gardapati mengelus perut Hanna dengan sabun yang berbusa. Hanna pun hanya mampu tersenyum melihat sikap Gardapati.


__ADS_2