Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Terjatuh


__ADS_3

Hanna berlari sambil menangis melewati tangga hingga terjatuh.


"Tidak....."


"Hanna...."


"Nona.."


Sebelumnya Hanna mendengar perbincangan antara Gardapati dan Khatijah yang mengungkit masalah jenis kelamin bayi yang di kandungnya. Kenyataan tentang jenis kelamin bayinya mengejutkan Hanna. Yang menyatakan bahwa jenis kelamin bayinya adalah seorang perempuan. Hanna benar-benar kecewa dan pada akhirnya Hanna lari sambil menangis hingga terjatuh dari lantai atas. Darah bercucuran dari arah bawah. Air ketubannya pecah bersamaan darah yang terus mengalir. Gardapati menjadi syok. Bahkan Khatijah dan para pelayan yang melihat Hanna terjatuh.


Suara sirine ambulance sudah menggema di kediaman Gardapati. Gardapati pun menangis terisak.


"Sayang maafkan aku...Maafkan aku." Ucap Gardapati tidak ada henti-hentinya mengucapkan kalimat yang sama. Gardapati terus memegang tangan Hanna di sepanjang perjalanan ke rumah sakit. Gardapati sungguh tidak tega melihat istrinya yang terbaring dengan penuh darah. Khatijah pun ikut menangis terisak dengan apa yang menimpa putrinya. Setelah sampai di rumah sakit, para perawat dan dokter langsung membawa Hanna ke ruang Icu. Gardapati yang ingin masuk ke dalam tidak di perbolehkan.


"Sayang, kau harus bertahan. Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua." Ucap Gardapati menangis.


"Maaf tuan, silahkan anda tunggu di luar." Ucap Dokter. Sedangkan Gardapati menutup wajahnya dengan kasar. Sedangkan Khatijah hanya bisa diam.


"Maafkan kesalahan ibu nak!" Ucap Khatijah karena salah berucap.


Sedangkan Gardapati tidak mampu berucap, Gardapati sangat frustasi dengan apa yang terjadi.


Dasar bodoh, kenapa aku harus berbohong! Aku hanya ingin dia tidak kecewa, aku hanya ingin dia bahagia. Kenapa jadinya seperti ini! oh..tuhan..selamatkan istri dan anakku. Aku akan gila jika sampai kehilangan Hanna.


Beberapa menit kemudian, Bella dan Adipati datang dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan Hanna?" Ucap Bella merasa cemas.


"Ini kesalahan ibuk Bell, ibuk keceplosan mengatakan yang sebenarnya. " Ucap Khatijah menangis. Bella menarik nafasnya dalam-dalam. Bukan kesalahan mereka, pada akhirnya Hanna akan tau juga. Namun seharusnya Gardapati jujur, mengatakan kepada Hanna tentang kebenarannya, walaupun niat Gardapati ingin menyenangkan hati istrinya. Adipati pun menahan amarahnya, percuma jika saat ini Adipati marah kepada Gardapati. Keadaannya tidak memungkinkan untuk mereka bertengkar. Sudah terjadi dan percuma. Tiada guna. Mereka semua menunggu di ruang tunggu sambil berharap keadaan Hanna dan bayinya baik-baik saja.


Sekitar empat jam mereka menunggu di luar, hingga pada akhirnya dokter keluar ruangan Icu dengan wajah mencemaskan. Gardapati yang duduk terperanjat dan bergegas menghampiri dokter.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?" Ucap Gardapati berharap mendapat kabar baik dari dokter.


"Apakah anda suaminya? Baiklah ikut saya ke ruangan saya." Ucap dokter.


Gardapati pun mengikuti langkah dokter menuju ruangannya. Setelah sampai di ruangannya dokter menjelaskan secara rinci keadaan pasien yang baru saja di tanganinya.


"Begini tuan, bayi anda tidak bisa kami selamatkan. benturan yang mengenai perutnya mengakibatkan bayi anda mengalami patah tulang dan otak bayi anda rusak." Jelas dokter.


"Istri anda masih belum sadarkan diri. E..karena benturan tersebut istri anda mengalami pendarahan hebat, dan rahimnya rusak. Dan memungkinkan anda dan istri anda tidak akan memiliki buah hati kembali." Jelas dokter.


"Apa yang anda katakan dok, jangan main-main." Ucap Gardapati frustasi memegang kerah dokter dengan sangat marah.


"Tuan tenang, Tapi rahim istri anda masih utuh. Hanya saja untuk kemungkinan hamil lagi itu di luar dugaan." Ucap dokter yang membuat Gardapati duduk lemas.


" Ya tuhan, apa yang harus aku katakan kepada mereka, kepada istriku!" Ucap Gardapati.


Gardapati pun dengan lemas berjalan dari ruangan dokter.


Ini salahku! aku tidak tau jika ini akan sampai terjadi kepadamu sayang. Aku harus mengatakan apa kepadamu! Aku telah membunuh bayiku sendiri. Apakah aku juga akan membunuh istriku? Pasti Hanna akan lebih syok jika tau dirinya tidak bisa hamil lagi. Ya tuhan, kenapa kau memberi beban seberat ini kepada kami? Sayang maafkan suamimu.

__ADS_1


"Bagaimana nak?"


"Bagaimana mas?"


Khatijah, Bella dan Adipati beranjak berdiri dari tempat duduknya melihat Gardapati datang.


"Bayiku tidak bisa di selamatkan dan istriku.." Gardapati tidak bisa melanjutkan perkataannya. Dia tidak sanggup mengatakan hal yang sebenarnya.


"Kenapa dengan Hanna? Katakan nak?" Ucap Khatijah semakin cemas.


"Dokter mengatakan kemungkinan kecil untuk istriku hamil lagi." Jelas Gardapati.


"Apa?"


"Apa?"


Mereka serentak terkejut mendengar pernyataan Gardapati.


"Ya ampun, tidak mungkin!" Khatijah menutup mulutnya terkejut.


"Bagaimana kita akan menjelaskan kepada Hanna?" Ucap Bella.


"Itu yang aku fikirkan!" Ucap Gardapati.


Mereka pun terdiam memikirkan apa selanjutnya yang akan mereka katakan. Tidak mungkin mereka berbohong lagi. Mereka telah di beri pelajaran tentang ketidakjujuran. Mereka sungguh menyesal telah membohongi Hanna. Terutama Gardapati yang mencengkram wajahnya beberapa kali. Ia begitu sangat syok.

__ADS_1


__ADS_2