Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
BAB. 46 Gadis sepesial


__ADS_3

Tadi pagi saat Kenan berbicara panjang dengan Sella dan ibu mertua, suaminya sama sekali tidak keluar untuk menemui Kenan hingga Kenan pulang.


Malam ini Adnan sholat berjam'ah bukan hanya dengan istri, tapi juga bersama Bunda juga yang membuat hati ia semakin bahagia, terlebih saat Bundanya memuji setiap bacaan yang ia katakan setelah sholat, ia sangat senang.


Pujian itu mungkin sangat terbilang biasa untuk orang lain, tapi ini pertama kali untuk Adnan di puji oleh Bunda, setelah sekian lama ia tidak pernah mendengar pujian itu dari Bundanya.


Namun jika pujian di lingkungan pesantren, sekolah dan lingkungan sebagai pengacara, ia sering mendapatkan itu, tapi tidak senang seperti sekarang, ia merasa pujian dari Bunda sangat berarti.


Setelah menyelsaikan berkas kantor untuk besok pagi sebagai peresmian Adnan menjabat menjadi CEO baru di Alfero Isabel Grup, sekarang ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang bersama istrinya yang lebih dulu berbaring.


"Mas, besok mas menjadi CEO baru jangan tebar pesona."


"Tebar pesana bagai mana Jamila? Kalau tebar benih mas di kamu mas tau."


Adnan berbicara sambil tersenyum lebar dengan tangan yang mengusap kepala istrinya, ia merasa sangat senang saat istrinya cemburu sebelum ia melakukan sesuatu.


"Jamila serius mas, jangan tersenyum seperti itu saat di kantor, Jamila tidak mau kalau nanti banyak wanita yang tergoda pada mas."


"Mas juga ke kantor siang setelah kita syuting, bagai man kalau Jamila juga ikut mas ke kantor?"


"Tidak mau mas, Jamila malu ikut mas ke kantor."


"Mulai deh malu lagi, mulai perkara masalah umur lagi."


Setelah mengatakan itu Adnan menghela nafas berat saat mendengar ucapan dari istrinya, dan ia yakin umur menjadi perkara lagi.


"Tidak mas, bukan perkara umur, tapi Jamila malu karena takut orang beranggapan pantas saja Jamila mau sama mas saat itu, ternyata karena mas kaya, Jamila belum siap di hina, bahkan luka saat di hina di hari pernikahan saja masih membekas di hati Jamila."


Saat istrinya mengatakan tentang pernikahan, Adnan baru ingat ucapan kakeknya saat itu.


"Jamila, kakek ingin mengadakan resepsi pernikahan kita nanti, kamu keberatan tidak?"


"Berapa banyak orang yang di undang mas?"

__ADS_1


"Semua rekan bisnis kakek akan datang begitu pun rekan bisnis Bunda, termasuk akan ada banyak wartawan karena kakek juga ingin mengenalkan pada publik tentang identitas mas dan sekaligus mengenalkan mas yang akan menggantikan posisi kakek."


Sella menghrmbuskan napas kasar saat mendengar ucapan dari suaminya, bukan ia tidak suka mengadakan resepsi, tapi ia tidak mau kalau nanti banyak saingan yang akan berdatangan untuk mendapatkan hati suaminya.


Bukan Sella tidak percaya dengan cinta dari suaminya, bahkan saat orang lain tidak pecaya dengan ucapannya termasuk calon suaminya, tapi Adnan tetap percaya dan ingin menikahi ia, apa lagi suaminya memiliki iman, ia yakin kalau suaminya tidak akan tergoda, tapi ada dua yang ia takutan.


Keyakinan Sella tidak sepenuhnya yakin kalau suaminya tidak akan tergoda dengan wanita lain jika wanita lain terus menggodanya, mengingat banyak para kiai dan ustadz yang melakukan poligami.


Satu lagi yang membuat Sella takut, ia takut suaminya di jebak oleh sesaorang hingga malakukan yang tidak seharusnya di lakukan, belum lagi soal dunia bisnis, dunia bisnis itu kejam, banyak yang melakukan banyak cara agar menjatuhkan lawannya.


"Kenapa diam Jamila? Kalau Jamila tidak suka mas bisa bilang sama Kekek."


"Apa kakek tidak akan marah kalau Jamila menolak permintaan Kakek?"


"Tentu jawabannya tidak Jamila."


"Iya Jamila sangat keberatan kalau kita mengadakan respesi, Jamila juga keberatan kalau nama panjang mas di ungkap di publik."


"Kalau memang Jamila keberatan, mas tidak akan membuka identitas mas di publik."


"Mas itu kalau Jamila meminta apa pun mas selalu menurutinya, tapi giliran Jamila tidak mau sholat subuh sekali saja mas melarang Jamila."


Sella berbicara sambil membalas pelukan dari suaminya.


"Kalau permintaan itu tidak merugikan Jamila dan mas, tentu mas akan menuruti keinginanmu Jamila, tapi kalau permintaan itu menyangkut tentang agama, mas tidak mau mengabulkannya. Mas akan sangat berdoasa kalau mengabulkan permintaan istri yang salah."


"Mas, kenapa Om Kenan tidak tau malu sekali? Bagai mana bisa dia ingin menikahi Bunda lagi, setelah luka yang Om Kenan goreskan begitu dalam, kalau Jamila jadi Bunda, mungkin sudah Jamila buat burung Om Kenan jadi impoten, kurang ajar sekali Om Kenan ingin menikahi lagi, memang pria gila."


Setelah mengatakan itu Sella menutup mulutnya sendiri, walau pun suaminya benci pada Ayahnya sendiri, tapi suaminya tidak pernah mengatai seperti ia yang mengatakan Kenan gila.


"Jaga bicaramu Jamila, bukan mas membela dia, tapi kamu jaga bicaramu kesiapa pun itu, jangan suka ceplas-ceplos yang ada bukan hanya mendapat dosa, tapi juga mas takut ada orang yang tidak terima dengan ucapanmu, mas takut kalau orang itu berniat untuk mencelakaimu, mas tidak ingin kamu terjadi sesuatu."


"Iya mas, Jamila akan berusaha untuk lebih baik lagi menjaga lisan Jamila."

__ADS_1


"Mas tau kamu sangat sulit untuk beradaptasi dengan prinsip mas, tapi mas hanya berharap yang terbaik untuk kamu Jamila, mas seorang dewan santri mampu mendidik ratusan santri, tapi masa mas tidak mampu mendidikmu yang hanya satu."


Sella mendongkakan kepala untuk menatap mata suaminya yang sedang menatapnya.


"Mas kalau mengajar para santri bagai mana iya? Cerewet'kah?"


"Jamila bisa lihat di laptop mas, termasuk ada beberapa ceramah mas juga di sana, kata sandi laptopnya 120915 sama seperti kata sandi ponsel mas."


Adnan menjawab ucapan dari istrinya sambil mengelus rambut istrinya yang terurai. Sella mengerutkan kening saat mendengar jawaban dari suaminya.


"Apa tanggal itu sangat sepesial mas?"


"Iya, itu sangat sepesial untuk mas, karena ada Gadis kecil yang menolong mas, hingga mas sering kabur dari pesantren untuk menemui Gadis itu, tanggal itu adalah tanggal terakhir bertemu dengannya, mas sengaja menulis tanggal itu agar mas tidak pernah melupakanya dalam ingatan mas."


Sella menghela napas pelan saat tau kalau suaminya ternyata memiliki Gadis sepesial, bahkan suaminya sampai menggunakan tanggal itu untuk kata sandi, hati ia merasa sangat sakit.


Walau pun mungkin suaminya hanya menganggap Gadis itu sebagai sahabat, tapi Sella sakit hati karena suaminya tidak ingin melupakan Gadis itu, hingga mata ia memerah dan berkabut, itu menandakan kalau air matanya akan keluar.


"Lalu mas bertemu lagi dengan Gadis itu?"


"Iya mas bertemu lagi dengan Gadis itu, bahkan mas sangat mencintainya."


Sella mencoba menahan air mata agar tidak jatuh, kejujuran suaminya membuat ia merasakan sakit. Adnan mengerutkan keningnya saat istrinya akan menangis, ia tau bukan tangisan bahagia yang akan keluar dari mata istrinya, tapi tangisan sedih yang akan keluar dari mata istrinya.


"Apa Jamila melupakan mas?"


"Maksud mas apa?"


Sella bertanya dengan raut wajah bingung pada suaminya.


"Mas adalah lelaki yang kamu tolong dulu Jamila."


Tangan Adnan langsung menarik laci samping ranjang, ia mengambil kotak kecil, dan langsung membukanya.

__ADS_1


"Jamila ingat kalung ini? Kalung ini di berikan Jamila saat pertemuan terakhir kita dulu."


"Iya Jamila ingat."


__ADS_2