
Akhirnya, Hanna merasakan kebahagian luar biasa. Program bayi tabungnya positif.
" Dok, apakah anda serius? Apakah saya tidak salah mendengar?" Ucap Hanna begitu terkejut dengan keberhasilannya.
" Benar nyonya. Karena nyonya Hanna pintar menjaga pola makan dan menjauhi fikiran stres, sekarang akhirnya yang di nanti-nanti berhasil bukan." Jelas dokter ahli kandungan terkenal di dunia tersebut.
" Dok, sungguh aku tidak percaya ini. Ya tuhan, terima kasih. Akhirnya.. Akhirnya aku akan menjadi wanita sempurna. Aku akan jadi seorang ibu. Dok, terima kasih..terima kasih telah berusaha membantuku.Hiks.." Ucap Hanna menangis haru karena terlalu bahagia.
Sudah sekian lama ia berjuang untuk mendapatkan seorang bayi. Bahkan ia tidak menyangka di umurnya yang sudah tidak muda lagi ia bisa hamil. Hanna menangis bahagia. Ia benar-benar sulit percaya dengan kebahagiaan yang baru saja di dengarnya. Sulit percaya hingga ia tidak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya.
Gardapati yang saat itu tidak berada di ruangan tiba-tiba masuk menampakkan dirinya. Hanna langsung mengubah ekspresinya dan berkedip ke sang dokter.
" Bagaimana hasilnya sayang? kenapa kau menangis?" Ucap Gardapati melihat Hanna sudah meneteskan air mata.
" Pa, Hiks..." Ucap Hanna pura- pura menangis sedih. Padahal tadinya menangis bahagia. Hanna hanya ingin mengerjai Gardapati yang sebelumnya mendadak keluar karena menerima panggilan dari ponselnya.
" Apa hasilnya negatif?" Ucap Gardapati langsung memeluk Hanna.
" Tak masalah sayang. Jangan sedih, kita masih ada Keisya. Itu sudah cukup untukku. Sayang aku tetap mencintaimu. Jangan menangis. Aku tidak bisa melihatmu menangis. "Ucap Gardapati memeluk erat istrinya. Ia benar-benar tidak bisa melihat sang istri yang sangat ia cintai bersedih.
" Hiks..pa.. Aku positif hamil. Program bayi tabung kita berhasil pa." Ucap Hanna akhirnya jujur. Sang dokter hanya geleng-geleng kepala melihat pasangan tersebut yang begitu bahagia dan romantis.
__ADS_1
" Apa? Maaf sayang, coba kau ulangi lagi." Ucap Gardapati takut jika dirinya salah mendengar. Padahal Hanna cukup jelas mengucapkannya.
" Aku hamil pa." Ucap Hanna tersenyum namun air matanya masih menggenang.
" Benarkah? apa aku tidak salah mendengar? Dok apa kah benar?" Ucap Gardapati. Wajahnya langsung terlihat bahagia.
" Benar tuan. Selamat, usia kandungannya sudah 2 bulan." Ucap dokter.
" Apa? terima kasih dok..terima kasih..." Ucap Gardapati langsung menyalami dokter karena telalu bahagia.
" Sayang, akhirnya aku akan menjadi ayah. Kau akan menjadi ibu... pasti Keisya akan bahagia." Ucap Gardapati memeluk Hanna kembali.
" Apaaaaaaaaa???" Ucap Gardapati langsung berdiri dari tempat duduknya. Baru saja Gardapati merasa begitu bahagia pada akhirnya bisa memiliki anak dengan Hanna. Namun, nasehat dokter yang baru saja di dengarnya membuat Gardapati tidak bisa habis fikir. Bagaimana dirinya tidak menjenguk si dedek bayi, pasti dia akan uring-uringan karena tidak ada jatah. Apalagi Gardapati harus menunggu selama 7 bulan lagi. Itu waktu tidak sedikit bukan.
" Tapi dok, kalau seminggu satu kali gimana?" Tanya Gardapati menawar. Sedangkan Hanna tersenyum geli melihat sikap suaminya yang panik karena tidak bisa berhubungan intim lagi.
" Tidak bisa tuan!" Ucap Dokter geleng-geleng kepala.
" 1 bulan sekali dok?" Tawarnya lagi. Bisa-bisa Gardapati akan mabuk kepalang jika tidak menyentuh sang istri.
" Tidak bisa tuan." Ucap dokter tetap menggeleng kepalanya.
__ADS_1
" Sudah pa. Kamu mau jika aku keguguran lagi?" Ucap Hanna langsung cemburut.
" Bukan gitu sayang, tapi kau tau kan aku tidak bisa tanpa belain kamu. Bahkan aku selalu memaksamu berhubungan 3 kali sehari." Bisik Gardapati di telinga Hanna yang membuat Hanna tidak habis fikir dengan suaminya yang berbicara mesum.
" Ih, pa..Ayo kita pulang. Aku sudah tidak sabar mau memberi tau kabar baik ini dengan Keisya dan juga Bella." Jelas Hanna langsung bergegas keluar ruangan dan berterima kasih ke dokter.
" Dok, apa tidak ada obat penguat kandungan?" Ucap Gardapati.
" Tidak ada tuan." Ucap dokter merasa kesal dengan Gardapati.
Dokter ini seperti gak tau jadi seorang pria. Bagaimana aku bisa menahannya selama 7 bulan. Puasa saja paling lama 1 bulan. Bunuh saja saya dok..bunuh..aku tidak sanggup!
" Dok, please dok." Rengek Gardapati.
" Baiklah, jika kandungan istri anda benar-benar baik dan kuat. Aku akan izinkan anda untuk berhubungan intim. Sekitar kandungannya berusia 5 bulan. Embrionya makin berkembang. Mungkin trimester kedua kandungan istri anda akan kuat." Jelas dokter yang membuat Gardapati berubah bahagia luar biasa.
" Nah, gitu dong dok...Kau sangat mengangumkan dok. Aku yakin anda pria sejati dok." Jelas Gardapati menjadi girang.
" Pa..." Teriak Hanna dari luar ruangan karena Gardapati juga tak muncul-muncul.
" Ia sayang...Aku datang." Ucap Gardapati bergegas keluar ruangan dengan girang. Yah, walaupun Gardapati harus menunggu kandungan sang istri 5 bulan, tapi nasib baik Gardapati masih bisa berhubungan intim.
__ADS_1