
Hari ini adalah hari pernikahan Adipati dan Bella. Kediaman Elapati di jadikan tempat di langsungkan pernikahan sang cucu. Tentu dengan dekorasi bernuangsa putih yang begitu mewah. Bahkan para pelayan begitu sangat sibuk mulai menghidangkan berbagai makanan untuk para tamu undangan yang datang dari kalangan atas, bahkan media.
Sedangkan, Hanna masih sibuk mengganti pakaian sang putri dan juga suaminya.
" Wah, putri mama sangat cantik!" Ucap Hanna meletak mahkota kecil di kepala Lala.
" Benarkah mama?" Ucap Lala begitu bahagia.
" Sayang, bagaimana denganku? Apa aku tampan dengan baju ini. Aku tidak pernah memakai kemeja berwarna lain, Aku lebih suka kemeja warna hitam." Ucap Gardapati yang selalu memakai kemeja hitam. Bahkan seluruh lemari besarnya hanya ada kemeja hitam.
" Ya sayang, kau sangat tampan dengan kemeja warna merah. Apa kau ingin membuat mataku sakit melihat dirimu memakai kemeja hitam terus. Kemejamu cocok dengan dressku dan gaun Lala." Ucap Hanna sambil memasang sepatu Lala.
" Sudah selesai sayang, kau tunggu di bawah ya dengan nenek." Ucap Hanna lalu menghampiri Gardapati dan memasang kancing kemejanya.
"Wah, ini sungguh terang.." Ucap Gardapati yang sangat tidak menyukai warna lain selain hitam.
" Wah, sayang..kau sangat tampan menggunakan ini." Ucap Hanna melihat sang suami begitu berbeda dengan kemeja berwarna merah.
" Benarkah, apakah itu akan menambah kadar cintamu terhadapku?" Jelas Gardapati menatap sang istri.
"Ah,..kau sungguh sangat percaya diri." Ucap Hanna tersenyum.
Cup...
" Bagaimana jika Lala datang melihatmu menciumku." Ucap Hanna dengan pipi merona sambil memukul ringan dada bidang suaminya.
" Haha, kau begitu takut terlihat oleh putri kita. Baiklah sayang giliranmu sekarang mengganti pakaianmu. Aku tunggu kau di bawah. Jangan lama-lama, kau begitu saja sudah cantik. Atau kau ingin ku bantu mengganti pakaianmu sayang..." Ucap Gardapati selesai dengan penampilannya.
"Sayang...." Ucap Hanna menatap tajam sang suami.
" Oke-oke baiklah...aku tunggu di bawah." Ucap Gardapati tersenyum dengan tatapan sang istri yang sedang marah dan bergegas ke luar kamar.
Beberapa menit kemudian Gardapati melihat jam mahalnya yang berada di pergelangan tangannya beberapa kali. Melihat waktu, karena sampai detik ini sang istri masih belum menampakkan dirinya.
__ADS_1
Ah, hanya kau yang berani membuatku menunggu. Dulu saja para mantan istriku yang menungguku. Ah lebih baik aku menghampirinya,bisa- bisa aku tertidur kelamaan menunggu...
Saat Gardapati memutar tubuhnya menoleh ke arah belakang, akhirnya sang istri menunjukkan dirinya. Gardapati terdiam menatap sang istri yang begitu cantik. Tubuh yang sudah langsing kembali namun tetap terbentuk dengan dres ketat berwarna merah yang memperlihatkan bahu terbuka. Rambut lurus yang tergerai rapi tersisir ke arah belakang. dengan bingkai anting panjang yang menghiasi telinganya. Bahkan kalung berlian pemberian sang suami itu telah bertengger kembali di lehernya. Lalu higheel yang berwana gold, make up natural dengan bibir berlisptik merah menyala. Membuat Gardapati meleleh melihat istrinya yang begitu sangat cantik.
" Mama, kau sangat cantik. seperti bintang sinetron." Ucap Lala tersenyum dengan gaun berwarna merah juga.
"Kau benar- benar putriku. Ah aku begitu pangling." Ucap Khatijah yang juga akan ikut ke pernikahan Bella.
" Apa kau sudah selesai menatapku sayang. Ayo kita semua waktunya berangkat!" Ucap Hanna menghampiri Gardapati yang tak lepas dari menatap dirinya. Dan mengajak keluarganya untuk bergegas menuju ke pernikahan Bella dan Adipati.
Istriku benar-benar cantik. Bisa- bisa aku tidak mengijinkanmu datang ke pernikahan. lebih baik kita habiskan malam di ranjang.
***
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di pernikahan. Gardapati turun mendampingi sang istri lalu Lala bersama Khatijah. Mereka bersama- sama melewati red karpet menuju ke dalam gedung. Sedangkan para media juga sibuk memotret para tamu termasuk Gardapati yang baru saja datang. Semua media menyorotnya.
" Nona kau sangat cantik. Apa dia pasangan anda tuan?"
" Bukankah tuan adalah cucu Nyonya Elapati juga."
" Baiklah, aku adalah cucu nenekku Elapati, dia bukan hanya sekedar pasanganku. Dia adalah istriku satu-satunya. Dan ini putriku, dan juga mertuaku." Ucap Gardapati mengenalkan satu persatu keluarganya.
" Wah, selamat tuan. Sepertinya pernikahan kalian sangat tertutup. Ini kabar yang sungguh mengejutkan. Dan putri kalian sangat cantik. Mungkin dia lebih mirip denganmu tuan." Ucap media.
Deg..
Hati Hanna sedikit nyeri mendengar pernyataan media yang mengatakan bahwa Lala lebih mirip sang ayah. Tentu dia hanya putri angkatnya. Hanna mencoba pasrah dengan sebuah kebenaran tersebut. Ia berusaha menyunggingkan senyumnya.
"Tidak, kulitnya lebih mirip mamanya." Ucap Gardapati mengetahui jika pernyataan media telah menusuk hati sang istri.
" Ah benar, Kulit mereka sama- sama indah." Ucap Wartawan.
Hanna langsung tersenyum merekah, mendengar jika kulitnya ternyata mirip dengan putri angkatnya. Paling tidak ada kemiripan walaupun hanya tentang kulit. Membuat hatinya langsung bahagia. Sedangkan Gardapati langsung memeluk pinggang sang istri sambil berjalan meninggalkan para media.
__ADS_1
Setelah itu mereka masuk menyapa para tamu undangan sedangkan Hanna memilih untuk menghampiri ruangan make up pengantin. Dimana disana Bella sedang di make up.
"Wah, kau sangat cantik Bell.." Ucap Hanna terkesan melihat penampilan Bella yang hampir selesai di make up.
"Wah Han, semenjak tadi aku menunggumu. Kau bisa saja memujiku. Kau harus mendampingiku di pelaminan. Semenjak tadi jantungku berdetak lebih kencang." Ucap Bella.
"Hahaha..Baik, aku akan berusaha membuatmu tenang di sampingku." Ucap Hanna.
" Kau tidak kalah cantik denganku. Kau begitu berbeda." Tutur Bella yang melihat Hanna di depan cermin yang berada di hadapannya.
" Ah kau bisa saja." Ucap Hanna tersenyum.
Wah kau sangat bahagia sahabatku, tidak sepertiku. Dulu aku menikah dengan seseorang yang tidak kunginkan dan terpaksa. Namun sekarang tidak sedikitpun aku menyesal. Pernikahan tersebut mengantarku kepada cinta sejatiku.
Setelah itu pengantin wanita menunjukkan diri di panggung pernikahan dengan gaun berwana putih terang, Para media langsung mulai menyorotnya. Lalu kedua orang tua Bella dan juga Hanna di belakangnya ikut serta mengantar Bella menuju Adipati yang di temani oleh Elapati dan juga Gardapati.
Kedua pengantin bertemu, Adipati tidak dapat menahan rasa bahagianya hingga menangis. Begitu dengan Bella dengan air mata yang telah menggenang. Beberapa menit kemudian lanjut dengan bertukar cincin. Cincin tersebut di bawa langsung oleh Lala. Lalu di akhiri oleh sebuah ciuman.
Sedangkan Hanna dan Gardapati menikmat Dansa di tengah-tengah acara. Begitupun dengan pengantin dan para tamu undangan yang lainnya.
"Sayang, apa kau menginginkan pernikahan mewah seperti ini? Maafkan pernikahan kita yang dulu." Ucap Gardapati mengingat pernikahannya dengan Hanna yang tertutup dan terpaksa.
" Tidak perlu, berada di sampingmu sudah cukup membuatku bahagia." Ucap Hanna sambil mengikuti gerakan irama dansa yang berputar.
"Bagaimana jika kita bulan madu? aku melewatkan bulan madu kita." Lanjut Gardapati masih memegang pinggan Hanna.
"Apa itu perlu?" Ucap Hanna sambil memeluk leher Gardapati.
" Tentu! aku ingin mengahiskan waktu berdua denganmu beberapa hari di pulau dewata." Ucap Gardapati.
" Tapi aku berharap kau tidak mengharapkan sesuatu yang lebih dariku. Kau tau jika aku bukan wanita sempurna lagi." Ucap Hanna langsung menunduk.
" Hy...aku sangat mencintaimu. Apapun yang terjadi aku tetap selalu berada di sampingmu sayang." Ucap Gardapati memegang dagu Hanna supaya terangkat lalu mencium keningnya.
__ADS_1
" Lala sudah cukup untuk menjadi putri satu- satunya untuk kita. Bukankah keluarga kita telah sempurna." Ucap Gardapati.
" Terima kasih, aku sangat mencintaimu." Ucap Hanna air matanya sudah menggenang.